إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Rabu

ALKISAH PERANG SALIB


 
 
 
 
 
 
1 Vote

Setelah Anda membaca artikel ini anda akan dapat menjawab beberapa poin dibawah ini:
1. Apakah Drakula eksis secara historis atau hanya sebuah fiksi (cerita tidak nyata)?
2. Benarkah Drakula AntiKristus dan Antisalib?
3. Benarkah Drakula hanya takut pada salib, karena bisa mengakibatkan kematiannya?
Artikel ini berasal dari sebuah buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” yang bisa anda dapatkan di Gramedia. Buku tsb menarik karena membongkar kebohongan yang sengaja ditutup-tutupi oleh umat Kristen dewasa ini.
Dracula adalah seorang pangeran yang hidup diabad 15 M. Ia bukanlah seorang antiKristus apalagi antisalib, karena ia adalah seorang “Kristiani fanatik penyembah patung salib” sebagaimana umat Kristen Trinitarian dewasa ini. Kejahatannya terhadap kemanusiaan bahkan bisa disamakan atau bahkan melebihi Hitler (pemimpin Nazi Jerman) dan Genghis Khan (pemimpin Mongolia Golden Horde).
Membongkar Sebuah Kebohongan
Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.
Lalu, siapa sebenarnya Dracula itu?
Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel-benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.
Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala
Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala.
Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:
“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab.
Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri.
Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.
Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat khususnya umat Islam sendiri yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.
Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Dialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat.
Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.
Selain yang telah dipaparkan di atas, buku “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.
Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini-walaupun masih merupakan langkah awal-bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata pelajaran sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.
BIBLE MENGAJARKAN HAUS DARAH TANPA BELAS KASIHAN, MANA AJARAN KASIH KRISTUS…..BOOOOHOOOONG BEEESAAAAR. NYATA-NYATA BAHWA AGAMA KRISTEN BIKINAN SYETAN PENIPU PAULUS YANG MENYULAP AGAMA SYETAN PAGANISME MENJADI KRISTEN.
Dalam kitab Mazmur dinyatakan:
“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!(Mazmur 137:8-9 TB)
Jika membanting anak-anak ke arah bebatuan hingga kepala mereka pecah adalah sebuah perbuatan kudus, bukankah menusuk kayu runcing ke arah anus menembus perut hingga kepala juga adalah perbuatan kudus? Toh sama-sama sadis?!
Ulangan 20:16 TB
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”
Tampaknya Pangeran Dracula sangat memahami makna kandungan ayat Bible kitab Ulangan agar jangan berbelas kasih kepada masyarakat/rakyat yang telah ditaklukkan oleh pasukan yang beriman kepada Bible.
Dracula memang sungguh sangat jahat. Ia bisa didakwa sebagai penjahat perang seandainya ia adalah pemimpin diabad modern sekarang. Tapi sungguh tidak elok rasanya jika kita hanya menyalahkan Dracula tanpa menyalahkan kitab suci sadistik bernama Bible.
Mengapa Pasukan Salib Kristen terkenal bengis? Karena kitab suci mereka lah yang telah menginspirasi Paus, pendeta, dan panglima tentara Salib untuk berbuat sadis dengan penuh rasa kegembiraan sebagaimana amanat Kitab Mazmur 137:8-9 dan Kitab Ulangan 20:16. Ini bukan hanya kesalahan orang per orang, tapi ini adalah kesalahan Agama sesat, dogma palsu, pendeta fobia, dan kitab suci korup Bible umat Kristen.
Dunia barat menutup2 siapa sebenarnya dracula dengan menyebarkan doktrin baik melaui film, buku, dsb… dracula takut dengan salib ini hanya doktrin petinggi2 kristian untuk menutupi kebejadan mereka..
Setelah mengetahui fakta itu terjawab sudah pertanyaan2 ini :
1. Apakah Drakula eksis secara historis atau hanya sebuah fiksi (cerita tidak nyata)?
Ya, Dracula eksis secara historis.
2. Benarkah Drakula AntiKristus dan Antisalib?
Faktanya Dracula adalah seorang Kristen pemuja salib sebagaimana umat Kristen Pagan Trinitarian.
3. Benarkah Drakula hanya takut pada salib, karena bisa mengakibatkan kematiannya?
Faktanya kematian Dracula bukan karena musuhnya mengacung-acungkan berhala salib kepadanya. Ia tewas dipenggal oleh seorang muslim saleh bernama Sultan Mahmud II dari Kekhalifahan Utsmani.
Pertanyaan lain yang pada akhirnya muncul adalah:
Apakah perbuatan orang Kristen tsb yang telah membantai secara kejam dibenarkan berdasarkan Bible ?
Dalam Bible kitab Mazmur dinyatakan:
“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!(Mazmur 137:8-9 TB)
Jika membanting anak-anak ke arah bebatuan hingga kepala mereka pecah adalah sebuah perbuatan kudus, bukankah menusuk kayu runcing ke arah anus menembus perut hingga kepala juga adalah perbuatan kudus? Toh sama-sama sadis?!
Ulangan 20:16 TB
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”
Tampaknya Pangeran Dracula sangat memahami makna kandungan ayat Bible kitab Ulangan agar jangan berbelas kasih kepada masyarakat/rakyat yang telah ditaklukkan oleh pasukan yang beriman kepada Bible.
Dracula memang sungguh sangat jahat. Ia bisa didakwa sebagai penjahat perang seandainya ia adalah pemimpin diabad modern sekarang. Tapi sungguh tidak elok rasanya jika kita hanya menyalahkan Dracula tanpa menyalahkan kitab suci sadistik bernama Bible.
Mengapa Pasukan Salib Kristen terkenal bengis? Karena kitab suci mereka lah yang telah menginspirasi Paus, pendeta, dan panglima tentara Salib untuk berbuat sadis dengan penuh rasa kegembiraan sebagaimana amanat Kitab Mazmur 137:8-9 dan Kitab Ulangan 20:16. Ini bukan hanya kesalahan orang per orang, tapi ini adalah kesalahan Agama sesat, dogma palsu, pendeta fobia, dan kitab suci korup Bible umat Kristen.
KRISTEN IS THE REAL TERORIST / DRACULA HAUS DARAH
Who killed 800.000 surrender moslem on palestine only 3 (three) days on crusade war?
Who killed 1.500.000 surrender moslem on spain on inquisition by Queen Issabella III?
Who killed thousands of aboriginal people in North America and Australia in order to occupy their lands and properties?
Who killed millions of South Americans?
Who killed millions of human beings in World War I?
Who killed 6 million Jews during World War II?
Who killed 2 million Polish Christians in World War II?
Who killed 6 million Chinese during the invasion of China?
Who killed 2 million Cambodian during the civil war?
Who killed more than 2 million Filipinos during invasion of Philippines?
Who killed more than half million Tibetans during the last 6 decades?
Who killed more than 2 million Vietnamese during the Vietnam War?
Who dropped chemical and biological bombs on Vietnam?
Who dropped nuclear bombs on Japan and killed thousands of people in Hiroshima and Nagasaki?
Who killed more than 2 million African Christians in Rwanda, Sierra, Leone, Burundi and Congo within the ! last two decades?
Who made more than 9.5 million human beings refugees in Africa?
Who is killing and confiscating lands from White farmers in Zimbabwe?
Who invented the nuclear, biological and chemical bombs?
Who sells the most sophisticated bombs and the best killing machines to the world?
Who killed hundreds of blacks in America and did not consider them as human beings until 1960s.
Who are White Supremacists?
Who did not consider women as persons until 1940s?
I am purposely not asking you about the killings of millions of Muslims in Bosnia, Kossovo, Chechnya, Kashmir, Palestine, Russian Federation, Iraq, Afghanistan, China, India, etc.
Can you please prove that the most of the above holocaust and genocide of human race were not caused by the people who claimed to be Christians? Non-Muslims also created the other genocide? If you are interested I can send you a longer list of all the holocausts and genocide caused by the people who were not Muslims and how christian spread on the worlds, that spread by imperialism by british, spain, portugal, etc. with motto: “Gold, Glory, Gospel trough.
FARC yang kerjanya mengedarkan obat bius, menyandera serta membunuh dan mengebom…
IRA…tukang ngebom orang sipil di Irlandia Utara…
BASQUE… tukang bunuh & ngebom di Spanyol Utara…
Ku Klux Klan (KKK)…. tukang culik dan bunuh orang-orang kulit hitam di USA.
NAZI… dengan alasan karena Yahudi telah membunuh Yesus, maka mereka membantai Yahudi sampai 6 juta orang Yahudi punah…..
MAFIOSO….organisasi beraliran Kristen pembunuh & pengedar Narkoba di Italia..
KRISTEN AMERIKA…..memusnahkan suku asli Amerika Azteq, Siquex, Apache
>>>
kalo yesus memang mengajarkan kasih bro, tapi ayat2 yesus diisepin darahnya ama si paul… hakekatnya dimutilasi juga… nah jadilah alkitab yang dibumbui trasi itu,
kasihan sodara2 kita kristeners itu udah dikibulin secara turun temurun, sehingga mendapat “kebohongan waris” yang membuat mereka berdosa….
bagaimanapun juga udah kewajiban kita sebagai sesama manusia untuk saling mengingatkan dan menunjukkan kebenaran semampu kita,, kalo mereka masih ga mau ya itu urusan mereka….
>>>
Drakula yg ada di film cm dongeng kristen buat anak2..biar agama nya di bilang dapat ngusir setan dengan kalung salib…
biar cw2 pada pake kalung salib, jadi biar bisa terhindar dari gigitan drakula yg masuk kamar tengah malem…  …  ……
benar2 pembodohan masal…
>>>
memang bro, mereka selalu menutupi sejarah yg benar… udah tukang fitnah dari sononya…
>>>
Jangankan dracula…… yang jelas-jelas hanya cerita dongeng……. Yesous saja hanyalah sebuah fiksi yang tak pernah ada dan tak pernah hidup di atas dunia ini……..
Cerita Yesous di dalam ke 4 Injil tidak ada bedanya dengan crita wayang tentag Pandawa lima dan keluarga Kurawa……. dengan lakonnya Yudistira (Samiaji), Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa juga lakon yang lainnya seperti Gatotkaca, Pendeta Dorna dll………
Apakah cerita wayang tersebut bisa dibuktikan akan kebenarannya……..??? Tidak mungkin…….
Nah…… begitu juga tentang cerita Yesous dalam ke 4 Injil……..apakah bisa dibuktikan akan kebenarannya bahwa Yesous pernah hidup diatas dunia ini…..?? Tidak ada buktinya……..
Adakah bukti peninggalan Yesous yang dapat dijadikan acuan bahwa Yesous pernah ada atau pernah hidup………???
Tolong tunjukkan kalau ada………..!
>>>
hihihi pada malu kali bro… para peminum darah yesus dan pemakan daging yesus pastinya malu melihat kenyataan bahwa mereka itu sebenarnya dracula…    yang diwajibkan meminum darah yesus
SHALOM!!!!! MAZEL TOV!!!!!!! AMENNNN!!!!!!!
klik. 123

KAJIAN 3


ARSIP UNTUK ‘KASIH TUHAN’ KATEGORI

0
 
 
 
 
 
 
Rate This

0
 
 
 
 
 
 
Rate This

2
 
 
 
 
 
 
Rate This

“Aku prajurit Amerika, seorang warga negara, dan seorang patriot. Tapi dalam tatapan kecurigaan, aku minoritas sesat yang tidak memiliki hubungan inklusif dengan pemerintahan nasional Amerika. Aku hanya seorang muslim.” Demikian Yee menulis di bagian akhir kesaksiannya atas kebrutalan tentara Amerika atas dirinya dan tawanan muslim yang lain.
James Yee adalah seorang mualaf lulusan West Point, akademi militer paling bergengsi di AS. Mulanya, ia adalah pemeluk Kristen Lutheran. Ia memilih untuk memeluk Islam ketika ke Suriah. Setelah lulus dari West Point ia bertemu dengan seorang wanita bernama Huda yang kemudian menjadi istrinya.
James Yee lulus dari West Point pada tahun 1990, mengabdi di Angkatan Darat AS selama empat belas tahun, termasuk tugas di Arab Saudi pasca-Perang Teluk I. Setelah memeluk Islam pada tahun 1991, ia belajar Islam dan bahasa Arab di Damaskus- Suriah selama empat tahun. Ia telah dua kali menunaikan ibadah haji ke Makkah.
Pada awal 2001, dia kembali ke dinas militer di tengah sentimen AS yang kuat terhadap Islam pasca tragedi WTC. Di penjara Guantanamo (Gitmo) dia ditugaskan sebagai ulama militer (chaplain) yang melayani seluruh tahanan yang semuanya muslim. Penjara Gitmo yang berada di Kuba adalah tempat meringkuknya tawanan yang dituduh berkomplot dengan Osama bin Laden dan mantan Pasukan Taliban.
Ketika tiba di Guantanamo, Yee menemukan banyak sekali kebrutalan yang dilakukan terhadap orang-orang Muslim yang menjadi tahanan di sana. Namun karena awalnya ia menganggap kebrutalan ini dilandasi oleh ketidaktahuan, Yee justru memandang kondisi ini sebagai tantangan baginya. Yee tidak hanya ingin memberikan pelayanan spiritual kepada para tahanan, namun ia juga ingin mendidik para personel militer AS tentang Islam.
Sayangnya, hal inilah yang menyeretnya ke dalam kubangan masalah. Karena memperlakukan para tahanan dengan hormat dan bermartabat, bicara yang baik-baik tentang Islam, serta memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan, Yee malah dipandang sebagai teroris, dipandang sebagai musuh.
Karena James Yee seorang Muslim, ia dicurigai dan diperlakukan semena-mena olah para prajurit lain. Para prajurit itu mengabaikan perintah-perintahnya sebagai Kapten Angkatan Darat AS. Ini merupakan tindakan indisipliner, namun tak ada tindak lanjutnya. Ini membuktikan bahwa seorang Muslim tidak bisa menjadi tentara sungguhan di AS, apalagi menjadi perwira.
Sebagian besar kebrutalan yang dilakukan terhadap James Yee dan para tahanan lain di Guantanamo merupakan tanggung jawab Jenderal Geoffrey Miller, orang yang berkuasa di Guantanamo. Jenderal Miller sepertinya punya dendam dan kebencian pribadi terhadap Yee dan kaum Muslimin. Entah apa motifnya.
Keyakinan Kristen Miller sendiri yang radikal dipercaya ikut andil dalam segala tindak-tanduknya di Guantanamo. Namun, sayangnya, James Yee-lah yang menghadapi dakwaan kriminal, buka Miller. Yee-lah yang terpaksa mengundurkan diri, bukannya Miller. Padahal Miller-lah-beserta sejumlah perwira senior lainnya-yang seharusnya dipecat dengan tidak hormat dari dinas militer.
Kekerasan dan perilaku tidak manusiawi yang bertubi-tubi mengakibatkan beberapa tahanan harus pingsan dan mencoba bunuh diri. Pelecehan terhadap Islam dipertontonkan oleh para penjaga. Alquran dilempar, ditendang, diinjak dan dirobek. Lemparan batu juga dilakukan pada tahanan yang sedang shalat berjamaah.
Di Kamp X-ray dan Delta tahanan dipaksa berlutut berjam-jam di bawah panggangan matahari, sementara kaki dan tangan diborgol. Jika meratap minta minum, maka para penjaga memberinya tendangan. Tidak hanya itu, tahanan juga disuruh mandi air kencing dan kotorannya.
Amerika rupanya enggan menerapkan Konvensi Jenewa kepada tahanan muslim di kamp militer Guantanamo. Penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap tahanan muslim di Penjara Guantanamo bukanlah isapan jempol. Ratusan orang yang terkurung di kamp militer Amerika Serikat itu mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi.
James Yee membeberkan kekejaman tentara Amerika di Penjara Guantanam berdasarkan kesaksiannya saat bertugas di sana. Pelecehan dan pembunuhan karakter dialaminya. Hanya karena Yee beragama Islam dan berusaha berbuat lebih beradab. Juga karena ia seorang imam muslim-dai (pendakwah)- di lingkungan militer Amerika yang berupaya meluruskan kekeliruan pemahaman tentang Islam kepada temannya sesama prajurit.
Kisah tragis yang dialami Yee, tentara Amerika keturunan Cina berpangkat kapten ini, berawal dari masa dinasnya di Guantanamo.
Dalam kurun 10 bulan bertugas di Kamp Delta-sebutan untuk delapan blok penjara itu-ia menjadi saksi kekejaman yang dialami para tahanan. “Bahkan mereka tidak mendapatkan perlindungan seperti yang tercantum dalam Konvensi Jenewa,” papar Yee memberi kesaksian.
Pemerintahan Presiden George W. Bush dan kalangan militer enggan menerapkan konvensi itu kepada tahanan muslim yang disebutnya sebagai teroris. Para “pejuang” muslim, musuh Amerika dari berbagai negara, tidak memperoleh haknya sebagai tahanan perang.
Dapat dipastikan, penganiayaan terhadap tahanan dan pelecehan kitab suci Al-Qur’an kerap terjadi saat tahanan menjalani pemeriksaan. Polisi militer di penjara sering menggunakan lembaran Alquran untuk membersihkan lantai.
Aku sering menemukan sobekan lembar Alquran di lantai. Hampir setiap hari terjadi pertikaian keras antara penjaga dan tahanan yang berujung penyiksaan. Terkadang prajurit Amerika yang bukan muslim sengaja membuat keributan selagi tahanan tengah beribadah. Tak jarang pula tahanan dipaksa meninggalkan shalat untuk menjalani pemeriksaan.
“Lambat laun aku sadar bahwa usahaku untuk memberikan pengajaran tentang toleransi membuat kecurigaan mereka semakin dalam,” tulis Yee. Dan siapa pun yang bertugas di kamp itu harus tetap menjaga kerahasiaan tentang apa pun yang dilihat dan dialami.
Diam-diam, gerak-gerik prajurit yang bertugas pun selalu diawasi oleh agen rahasia pemerintah, baik dari FBI maupun badan intelijen militer. Yee yang sejak masuk Islam menambahkan Yusuf dalam namanya, tak luput dari pengawasan. Hingga akhirnya, Yee diciduk pada 10 September 2003 di Bandara Jacksonville, Florida.
Selama 10 hari dia dikurung di sel dan diperlakukan seperti tahanan. Diperiksa dengan telanjang, tidak diberi makan, diborgol tangan dan kaki, pengaburan panca indera, serta perlakuan lainnya tanpa mempertimbangkan bahwa dia adalah seorang perwira angkatan darat.
“Mereka tidak peduli pangkatku kapten, lulusan West Point, akademi militer paling bergengsi di Amerika Serikat. Mereka tidak peduli agamaku melarang telanjang di hadapan orang. Mereka tidak peduli belum ada dakwaan resmi terhadapku. Mereka tidak peduli istri dan anak-anakku tidak mengetahui keberadaanku.
Mereka pun jelas tidak peduli kalau aku adalah warga Amerika yang setia dan, di atas segalanya, tidak bersalah”.
Sejak saat itu, beragam tuduhan dilontarkan untuk menjeratnya. Pengkhianatan, persekongkolan dengan teroris, hingga isu perselingkuhan ditebar. Sejumlah koran Amerika sendiri sempat terjebak pada kekeliruan informasi yang disebar intel.
Mereka menyebut Yusuf Yee sebagai antek Taliban. Isu perselingkuhan yang sengaja ditebar ke koran nyaris menghancurkan rumah tangganya. Teror dan fitnah juga dilancarkan agar istrinya juga turut membencinya.
Istrinya menggenggam pistol di tangan yang satu dan dua butir peluru di tangan lainnya. “Ajari aku cara menggunakannya,” bisik wanita itu melalui telepon dari apartemen mereka di Olympia, Washington. Dari semua hal yang pernah dilalui James Yee-penahanan, tuduhan spionase, 76 hari di dikurung di sel isolasi-ini adalah yang terburuk.
Rasa takut membadai di dadanya saat bicara di telepon dengan istrinya. Sebagai seorang ulama militer, Yee telah dilatih untuk mendeteksi dan mencegah tindakan bunuh diri. Yee tahu bahwa kondisi Huda telah kritis.
Istrinya itu telah menemukan pistol Smith & Wesson miliknya yang disimpan di tempat tersembunyi di dalam lemari. Huda sudah merencanakan ini. Yee merasa tak berdaya …
Yang lebih mencengangkan, ada anak di bawah umur dijebloskan ke penjara ini dengan tuduhan sebagai anggota jaringan teroris. Seorang di antaranya adalah Omar Khadir, bocah muslim asal Kanada yang baru berusia 15 tahun.
Kesaksian James Yee ini kian menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi di penjara-penjara khusus Amerika.
Yee menyebutkan, perang melawan terorisme yang dicanangkan Presiden Bush melahirkan kegilaan di kalangan militer Amerika. Yee menjadi korban kegilaan itu.
Pengalaman kelam selama lebih dari satu tahun dalam tahanan militer memberinya pelajaran berharga. Kondisi militer Amerika jauh dari gambaran ideal Yee. Perbedaan dan kehormatan serta kemerdekaan menjalankan agama tidak dijamin.
Agama dan keyakinan ternyata masih menjadi masalah utama di dunia militer negeri yang mengaku demokratis itu. “Mereka tidak mempertimbangkan bahwa aku adalah seorang prajurit yang setia,” tulis James Yee.
Kesaksian Yee ini layaknya film drama produksi Hollywood. Seorang perwira militer Amerika Serikat dijebloskan ke penjara berdasarkan sangkaan spionase, melakukan pemberontakan, menghasut, membantu musuh, dan menjadi pengkhianat militer dan negara.
Tapi semuanya tidak terbukti dan akhirnya perwira itu dibebaskan dari semua dakwaan. Kapten James Yee, perwira itu, mendapatkan perlakuan tak beradab dari militer AS karena dia beragama Islam dan reaksi paranoid AS terhadap Islam yang sama sekali tak beralasan.
Tapi publik AS tahu bahwa itu bohong. Sementara kredibilitas militer AS runtuh akibat kecerobohannya dalam kasus ini. Bahkan New York Times edisi 24 Maret 2006 menurunkan tajuk rencana berjudul “Ketidakadilan Militer”.
Meskipun sama sekali bersih dari tuntutan, namun keinginannya untuk tetap mengabdi pada Tuhan dan negara pupus. Yee “terpaksa” mundur dari militer pada 7 Januari 2005. Sayangnya, karier militer dan reputasinya telah lebih dulu hancur. Bahkan hingga kini statusnya masih ‘dalam pengawasan’.
AS benar-benar paranoid. Siapa pun yang dianggap musuh, apa pun dilakukan. Tidak peduli itu bertentangan dengan hak asasi manusia, keadilan konvensi internasional, atau hal lainnya yang selalu digemborkannya sendiri.
Kasus Yee dan Penjara Guantanamo makin merontokkan citra AS di mata publik dunia. Kini penutupan penjara Gitmo sedang dipertimbangkan karena tekanan dunia internasional melalui PBB, termasuk sekutu dekatnya, Inggris dan Italia. Sekitar 500 tahanan dari 35 negara kini masih meringkuk dalam penjara itu.
Salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari kasus Yee adalah peran media massa. Saat proses penahanan, lengkap sudah penderitaan Yee. Bukan saja dipenjarakan tanpa bukti, namun dia juga telah dihakimi oleh media massa (trial by the press) sebelum pengadilan digelar. Pers AS seperti Washington Post, New York Times, Guardian, Dll. yang mendengungkan hak asasi, justru bersifat tendensius dan tidak cover both sie. Informasi yang disajikan adalah versi militer AS.
Namun keteledoran pers tersebut ditebus dengan kritik pedas terhadap pemerintah setelah tuduhan terhadap Yee tidak terbukti. Artikel, tajuk rencana, dan berita-berita yang disuguhkan semuanya berupa pembelaan, bahkan sebagian media massa minta maaf pada Yee.
Patriotisme Yee musnah di mata pemerintah AS hanya karena dia sebagai Muslim taat menjalankan tugasnya sesuai ajaran agama dan perintah negara. Tapi dunia tahu bahwa dia adalah seorang patriot sejati yang hidupnya diabdikan kepada Tuhan dan negaranya.
Inilah kisah yang mengungkap sisi gelap perang terhadap terorisme yang berlebihan dan tanpa aturan, yang menebar bahaya di mana-mana dan mengakibatkan seorang patriot Amerika sejati diperlakukan layaknya musuh. Bukannya mendapat penghargaan atas jasa-jasanya, Yee malah dihukum. Reputasi Amerika sebagai negara hukum yang adil ikut tercoreng bersamanya.
Kita seakan muak dengan kebijakan-kebijakan AS di bawah Bush dengan segala tindak-tanduk primitifnya yang mengacak-acak peradaban dan nilai-nilai kemanusiaan.
Apakah ‘perang melawan terorisme’ yang digagas Amerika Serikat (AS) benar-benar perang yang ditujukan untuk melawan ekstremisme demi tegaknya demokrasi? Ataukah label itu hanya bungkus bagi perang melawan Islam? Para pejabat AS di lingkaran Bush bersikeras bahwa agenda mereka bersifat politis, bukan religius.
Namun faktanya, retorika dan tindak-tanduk AS di lapangan mengubah perang melawan terorisme menjadi perang melawan Islam. (dakwatuna)
WAWANCARA DGN JAMES YEE. klik
Posted: Juni 27, 2012 in FilsafatISLAMKasih TuhanKhazanahsharing n completed
0


Sidang di pengadilan di Kota Cologne, sebelah Barat Jerman, akhirnya memutuskan melarang praktik sunat terhadap bocah laki-laki lantaran dianggap membahayakan tubuh. Keputusan itu dibacakan kemarin, seperti dilansir dari stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (27/6).
“Anak memiliki hak penuh atas apa yang dia bakal lakukan terhadap tubuhnya dan orang tua tidak bisa mencampurinya,” begitu bunyi putusan itu saat dibacakan hakim yang tidak disebutkan namanya.
Alhasil kaum Yahudi Jerman berang dengan keputusan pengadilan itu. Kepala Komite Sentral Yahudi Jerman, Dieter Graumann, mengatakan hal itu merupakan campur tangan negara dan mengubah privasi hak umat beragama buat menjalankan ibadah. “Sunat yang dilakukan kepada anak laki-laki merupakan bagian tak terpisahkan dalam ritual agama Yahudi dan sudah dilakukan sejak berabad lalu,” kata Dieter.
Pengadilan Cologne menetapkan keputusan itu lantaran satu orang bocah laki-laki muslim tidak disebutkan namanya mengalami pendarahan hebat dan dirawat di rumah sakit, beberapa hari setelah dibawa kedua orang tuanya ke dokter buat disunat.
Sang dokter kemudian ditahan dan disidang dengan alasan membahayakan tubuh dan mengancam keselamatan anak itu. Tetapi dokter itu kemudian dibebaskan dari tuntutan karena pengadilan juga bingung mengenakan sanksi buat dokter itu.
Setelah gagal menjerat dokter, pengadilan mulai membidik buat menghapus hak orang tua menyunat anak mereka. Pengadilan beralasan tubuh anak berubah dan rusak setelah disunat. Maka dari itu mereka mewajibkan sunat harus atas kemauan anak, jika bocah lelaki tidak mau disunat maka orang tua tidak boleh memaksa. Tetapi pengadilan menetapkan sunat tidak dilarang jika dilakukan atas dasar kesehatan.
Namun, pendapat berbeda disuarakan oleh pakar hukum Universitas Passau, Jerman, Holm Putzke. Dia menganggap putusan pengadilan itu penting dan menjadi pijakan hukum buat semua dokter melakukan praktik sunat. Dia menambahkan ketetapan bukan bermaksud anti-Yahudi atau tidak toleran terhadap umat Islam.
Sebelum pengadilan Cologne mengeluarkan keputusan kontroversial itu, ribuan bocah lelaki di Jerman disunat tiap tahun, terutama di wilayah mayoritas Muslim dan Yahudi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan satu dari tiga lelaki di bawah 15 tahun sudah di sunat di amerika serikat

FAKTA 1


Inilah bukti gencarnya kristenisasi di Indonesia

Inilah beritanya.
***
135.000 Gereja Bercokol di Indonesia
Jakarta (SI ONLINE)-  Meski Indonesia negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, namun ternyata pertumbuhan Gereja Kristen (Katolik dan Protestan) luar biasa pesatnya, dimana setiap tahunnya mencapai 190 persen, sementara pertumbuhan Masjid hanya 60 persen. Hal itu menunjukkan Kristenisasi terhadap umat Islam Indonesia semakin intensif dilakukan dengan dana yang tidak terbatas jumlahnya.
Dengan jumlah pemeluk Kristen kurang dari 10 persen, namun jumlah Gereja sudah mencapai 135 ribu  sementara Masjid dan Mushola hanya 600 ribu, padahal jumlah umat Islam mencapai 88 persen atau 210 juta orang dari 240 juta penduduk Indonesia. Jadi tidaklah benar jika penganut Kristen mendapat diskriminasi di Indonesia, seperti yang selama ini digembar-gemborkan para pimpinan gerombolan fanatik fundamentalis GKI Yasmin di Bogor.
Dihadapan peserta Rapat Kerja Kementerian Luar Negeri dengan Perwakilan RI di Luar Negeri yang diadakan di Kemlu, Pejambon, Jakarta, Rabu (22/2/2012), Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat mewakili Menag Suryadharma Ali menjelaskan, umat Kristen di Indonesia tidak pernah mengalami diskriminasi.
“Sekarang ini jumlah Gereja di Indonesia mencapai 135 ribu dengan pertumbuhan sebesar 190 persen pertahunnya atau tercepat di dunia. Pembangunan Gereja di Indonesia tidak pernah mengalami masalah kecuali hanya satu yakni Gereja Yasmin dan itupun hanya karena masalah perijinan,” ungkap Bahrul Hayat.
Menurut Bahrul Hayat, untuk membangun tempat ibadah sudah ada aturannya dan telah disepakati keenam Majelis Agama yang ada di Indonesia, sehingga sudah sangat jelas ketentuannya yang harus dihormati bersama.
Bahrul Hayat menceriterakan, sebelumnya dirinya bersama Menag Suryadharma Ali baru saja menerima kunjungan delegasi Parlemen Jerman yang juga menanyakan persoalan Gereja Yasmin. Setelah mendapat penjelasan mengenai duduk persoalannya karena masalah perijinan bukan masalah agama, mereka baru memahaminya. (*)
Rep: Abdul Halim