إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Sabtu

TAFSIR ANISA

Turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam
Pertanda Akhir Zaman
Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا
“Tidak ada seorang pun di antara ahli kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat, dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.” (An-Nisa`: 159)
Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat
أَهْلِ الْكِتَابِ
Yang dimaksud ahli kitab adalah Yahudi dan Nashara, sebagaimana disebutkan jumhur (mayoritas) ulama. Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi kaum Majusi, apakah mereka termasuk ahli kitab atau bukan. Ada dua pendapat dalam hal ini, dan yang shahih bahwa mereka tidak termasuk kalangan ahli kitab. Dan pendapat ini dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu. (Lihat Syarh Al-Masa`il Al-Jahiliyyah, karya Yusuf bin Muhammad As-Sa’id, 1/83-85)
قَبْلَ مَوْتِهِ
“Sebelum matinya.” Kata ganti pada “matinya” ada kemungkinan kembali kepada ahli kitab. Sehingga makna ayat ini adalah setiap dari ahli kitab yang menghadapi kematian dan menyaksikan perkara tersebut secara hakiki, maka dia akan beriman kepada Isa ‘alaihissalam dan menyatakan bahwa beliau adalah Rasul Allah. Namun keimanan tersebut tidaklah bermanfaat, sebab hal itu adalah iman yang terpaksa saat mendekati kematiannya. Sehingga kandungan ayat ini adalah ancaman terhadap mereka dan agar mereka tidak terus-menerus berada di atas keyakinan batilnya, yang nantinya mereka akan menyesal sebelum matinya.
Al-Qurthubi rahimahullahu menyebutkan sebuah riwayat bahwa Al-Hajjaj bertanya kepada Syahr bin Hausyab tentang ayat ini. Dia berkata: “Benar-benar didatangkan kepadaku tawanan dari orang Yahudi dan Nashara, lalu aku perintahkan untuk menebas lehernya. Dan aku memerhatikannya di kala itu, namun aku tidak melihat tanda-tanda keimanan darinya.” Maka Syahr bin Hausyab menjawab: “Sesungguhnya di saat dia telah menyaksikan perkara akhirat (yakni telah melihat kematiannya), dia pun beriman bahwa Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, dia beriman kepadanya namun tidak bermanfaat baginya.” Al-Hajjaj bertanya: “Dari mana engkau mengambil ilmu ini?” Syahr menjawab: “Aku mengambilnya dari Muhammad bin Al-Hanafiyyah.” Maka Al-Hajjaj berkata: “Engkau mengambilnya dari sumber yang jernih.”
Dan ada pula yang mengatakan bahwa kata ganti pada “matinya” kembali kepada Isa ‘alaihissalam. Sehingga maknanya adalah: “Tidak seorang pun dari kalangan ahli kitab yang hidup di masa turunnya Isa bin Maryam, melainkan akan beriman kepada Al-Masih ‘alaihissalam sebelum beliau meninggal. Dan itu terjadi ketika mendekati hari kiamat serta munculnya tanda-tanda hari kiamat yang besar. Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Al-Hasan Al-Bashri, Qatadah, Ibnu Zaid, dan selainnya. Dan ini pendapat yang dipilih oleh At-Thabari. Dan pendapat ini dikuatkan dengan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلُهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُوْنَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا. ثُمَّ يَقُوْلُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ: وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ {وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا}
“Demi Dzat yang jiwaku yang berada di tangan-Nya, sebentar lagi akan turun kepada kalian (Isa) bin Maryam sebagai hakim yang adil. Dia menghancurkan salib, membunuh babi-babi, dan meletakkan hukum jizyah (bayar upeti bagi kafir dzimmi). Dan harta melimpah ruah, hingga tidak seorang pun mau menerimanya, dan hingga satu rakaat lebih baik dari dunia beserta segala isinya.”
Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bacalah oleh kalian jika kalian mau….” (lalu beliau membaca ayat tersebut di atas). (Muttafaq alaihi) [Lihat Tafsir At-Thabari, As-Sa’di, dan Al-Qurthubi]
Ibnu Katsir rahimahullahu menyatakan setelah menjelaskan tentang kuatnya pendapat ini: “Tidaklah diragukan bahwa inilah pendapat yang benar. Sebab maksud dari konteks ayat ini adalah menyatakan kebatilan apa yang disangka oleh kaum Yahudi bahwa mereka telah membunuh Isa dan menyalibnya. Dan berita itu diterima begitu saja oleh kaum Nashara yang jahil (bodoh) tentang hal tersebut. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa perkaranya tidaklah demikian. Sesungguhnya itu hanyalah orang yang diserupakan (dengan Isa) bagi mereka, lalu mereka membunuh yang diserupakan tersebut dalam keadaan mereka tidak mengetahuinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mengabarkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkatnya kepada-Nya, dan beliau masih tetap dalam keadaan hidup. Dan beliau akan turun sebelum tegaknya hari kiamat, sebagaimana telah ditunjukkan hadits-hadits yang mutawatir.” (Tafsir Ibnu Katsir)
Penjelasan Ayat
Ayat ini menjelaskan bahwa setiap ahli kitab pasti akan beriman tentang Isa ‘alaihissalam dan bahwa beliau adalah Rasul dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun yang menjadi perselisihan di kalangan para ulama, apakah ahli kitab yang dimaksud adalah secara umum pada setiap zaman ataukah ahli kitab yang hidup di zaman turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam? Letak perselisihannya adalah dalam memahami dhamir (kata ganti) yang terdapat pada kata “sebelum matinya”. Apakah yang dimaksud kematian ahli kitab tersebut ataukah kematian Isa bin Maryam ‘alaihissalam?
Ulama yang berpendapat bahwa kata ganti tersebut kembali kepada ahli kitab, mengatakan bahwa setiap ahli kitab pasti sempat menyatakan keimanannya kepada Isa bin Maryam dan bahwa beliau adalah Rasulullah, dalam keadaan bagaimanapun kondisi akhir kematian dari ahli kitab tersebut. Baik dia mati terbakar, tenggelam, jatuh ke dalam sumur, tertimpa dinding, dimakan binatang buas, atau mati secara mendadak. Sampaipun ketika dia menjatuhkan dirinya dari sebuah bangunan (tinggi), maka dia sempat mengucapkannya ketika masih berada (melayang) di udara. Namun pernyataan keimanan tersebut tidak memberi manfaat baginya. Sebab dia menyatakan hal tersebut pada waktu tidak diterima keimanan seseorang. Seperti halnya pernyataan Fir’aun yang menyatakan keimanannya di akhir hayatnya, sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيْلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
“Dan kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir’aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzhalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata, ‘Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).’ Mengapa baru sekarang (kamu beriman) padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan.” (Yunus: 90-91)
Adapun pendapat kedua, menyatakan bahwa pada saat turunnya Isa ‘alaihissalam di akhir zaman, setiap ahli kitab yang ada di zaman beliau turun niscaya beriman kepada Isa ‘alaihissalam dan meyakini bahwa beliau adalah Rasulullah, serta tidak ada yang memeluk agama lain pada masa itu kecuali Islam yang murni. Dan pada hari kiamat nanti, beliaulah yang menjadi saksi atas manusia dengan membenarkan orang yang memercayai beliau sebagai Rasul Allah dan mendustakan orang yang tidak percaya kepada kerasulannya. Dan hal ini dikuatkan dengan hadits di atas, di mana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (menyebutkan bahwa di antara tugas Isa bin Maryam di saat turun ke bumi adalah meletakkan/tidak memungut pembayaran jizyah/upeti dari seorang kafir dzimmi), dan setiap orang akan diberi salah satu dari dua pilihan: masuk Islam atau diperangi.
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata setelah meyebutkan hadits di atas: “Maknanya adalah agama menjadi satu saja. Sehingga tidak diperbolehkan lagi bagi seorang pun dari kalangan kafir dzimmi untuk membayar jizyah.”
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu mengatakan: “Yang benar bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam tidak menerima agama kecuali Islam. Dan ini dikuatkan oleh riwayat lain dari Al-Imam Ahmad rahimahullahu dari jalur lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz:
وَتَكُوْنُ الدَّعْوَى وَاحِدَةً
“Dan panggilan menjadi satu (yaitu Islam).”
An-Nawawi rahimahullahu menjelaskan: “Dan makna Nabi Isa ‘alaihissalam meletakkan jizyah adalah bahwa jizyah tersebut disyariatkan dalam syariat ini. Dan pensyariatan tersebut terikat dengan zaman turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam, sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits ini. Bukan yang dimaksud bahwa Isa ‘alaihissalam sebagai penghapus hukum jizyah, namun Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan dihapuskannya hukum tersebut dengan sabda beliau ini.” (Lihat Fathul Bari, 6/492)
Isa bin Maryam Belum Mati
Ayat ini juga menjelaskan bahwa Isa ‘alaihissalam belumlah mati. Tidak seperti yang disangka kaum Yahudi dan Nashara yang meyakini bahwa Isa telah mati disalib. Pada dua ayat sebelumnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan hal ini:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللهِ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوا فِيْهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًا. بَلْ رَفَعَهُ اللهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
“Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah.’ Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa yang sebenarnya dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya. Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (An-Nisa`: 157-158)
Ayat ini dengan gamblang menyebutkan bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Namun yang terjadi adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan salah seorang murid beliau diserupakan dengannya, sehingga mereka pun menangkap dan membunuh muridnya yang diserupakan Isa itu, bukan Isa ‘alaihissalam sendiri.
Ibnu Abi Hatim rahimahullahu meriwayatkan dengan sanadnya dari Sa’id bin Jubair rahimahullahu dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “Menjelang diangkat Allah Subhanahu wa Ta’ala ke langit, Isa ‘alaihissalam keluar menuju para sahabatnya. Di rumah tersebut ada 12 orang dari para pembelanya. Beliau keluar menuju mereka dari mata air yang ada di rumah dalam keadaan kepala beliau meneteskan air. Lalu beliau berkata: ‘Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan kekafiran terhadapku 12 kali setelah dia beriman.’ Lalu beliau berkata: ‘Siapakah di antara kalian yang mau dijadikan serupa denganku, sehingga dia yang terbunuh sebagai penggantiku, dan dia akan bersama dalam kedudukanku (di surga)?’ Maka berdirilah seorang anak muda yang umurnya paling muda di antara mereka. Lalu beliau berkata kepadanya: ‘Duduklah.’ Kemudian beliau mengulangi kembali ucapannya kepada mereka, dan pemuda tersebut berdiri kembali. Lantas beliau berkata: ‘Duduklah.’ Lalu beliau mengulangi lagi ucapannya, maka pemuda tersebut berdiri kembali dan berkata: ‘Saya.’ Maka beliau berkata: ‘Dialah engkau (yang terpilih).’ Maka diapun diserupakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan Isa ‘alaihissalam. Dan Isa diangkat melalui lubang yang ada di rumah tersebut. Lantas datanglah orang-orang Yahudi mencari beliau. Mereka pun menangkap orang yang telah diserupakan dengan beliau, kemudian membunuh dan menyalibnya.
Maka di antara mereka ada yang kufur terhadapnya 12 kali setelah beriman. Mereka terpecah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mengatakan: ‘Allah bersama kita dalam beberapa waktu, kemudian Dia naik ke langit.’ Mereka ini dari kalangan Al-Ya’qubiyyah. Satu kelompok lagi berkata: ‘Adalah anak Allah yang bersama kita dalam beberapa waktu, kemudian Allah mengangkatnya kepada-Nya.’ Mereka ini dari kalangan An-Nasthariyyah. Dan satu kelompok lagi mengatakan: ‘Yang bersama kita adalah hamba Allah dan Rasul-Nya dalam beberapa waktu, kemudian Allah mengangkatnya kepada-Nya.’ Mereka inilah kaum muslimin. Lalu dua kelompok kafir berhasil mengalahkan kelompok muslim dan membunuh mereka. Maka Islam pun tertutupi hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/449. Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Sanadnya shahih sampai ke Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.”)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengangkat Isa ke langit dan akan menjadikan hamba-Nya tersebut sebagai tanda dekatnya hari kiamat, dengan diturunkannya kembali ke muka bumi. Sehingga beliau merasakan mati di bumi sebagaimana manusia lainnya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ
“Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat.” (Az-Zukhruf: 61)
Pada lafadz لَعِلْمٌ ada dua bacaan:
Pertama, dibaca لَعِلْمٌ dengan ‘ain yang dikasrah dan lam yang disukun. Dan ini adalah bacaan yang masyhur.
Kedua, ada yang membacanya dengan lafadz لَعَلَمٌ dengan ‘ain dan lam yang difathah, yang berarti tanda. Dan ini adalah bacaan yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Abu Hurairah, Qatadah, Abu Malik Al-Ghifari, dan yang lainnya.
Ibnu ‘Abbas, Adh-Dhahhak, Qatadah, Mujahid, dan yang lainnya menafsirkan ayat ini dengan: “Turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam sebagai tanda akan berakhirnya zaman dan dekatnya hari kiamat.” (Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 16/105)
Di antara ayat yang mengisyaratkan tentang turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
فَإِذا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنتُمُوْهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا
“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan, sampai perang selesai.” (Muhammad: 4)
Al-Baghawi rahimahullahu berkata dalam tafsirnya tatkala menjelaskan ayat ini: “Makna ayat ini adalah bahwa mereka (kaum muslimin) mengalahkan orang-orang musyrik dengan banyaknya jumlah yang terbunuh dan yang tertawan dari mereka. Sehingga pemeluk agama lain seluruhnya masuk Islam, dan agama hanya menjadi milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga setelah itu tidak ada lagi jihad dan peperangan. Dan itu terjadi tatkala turunnya ‘Isa bin Maryam e.” (Tafsir Al-Baghawi/ Ma’alim At-Tanzil, 7/278)
Tidak terjadi perselisihan di kalangan ulama Ahlus Sunnah tentang keyakinan bahwa beliau akan turun pada akhir zaman, berdasarkan ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits yang mutawatir, serta yang telah ditetapkan oleh para ulama salafush shalih. Dan tidak ada yang mengingkari perkara ini melainkan dari kalangan ahli bid’ah.
Ibnu Abi Zamanin rahimahullahu menyatakan: “Ahlus Sunnah beriman tentang turunnya Isa dan dialah yang membunuh Dajjal.” Lalu beliau menyebutkan ayat tersebut di atas. (Ushulus Sunnah, Ibnu Abi Zamanin rahimahullahu, hal. 192)

ISLAM

KONSEP TASAWUF (YANG KELIRU) DALAM ISLAM

Sebelum dunia dijadikan Nur Muhammad sudah ada, segalanya dijadikan melalui Nur Muhammad, Segalanya dijadikan melaui Dia, dari segala yang ada, tak satupun dijadikan tanpa Dia. (Kitab Daqoiqul Akbar – Al Imam Abdurrahman bin Ahmad Qodhi)

Bandingkan dengan Hadits-hadits palsu ( مَوْ ضُوْع ) dan Hadits yang tidak jelas asal usulnya ( لاَ اَصْلَ لَهُ ) di bawah ini !

إِنَّ اللهَ خَلَقَ رُوْحَ النَّبِي صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَاتِهِ وَ خَلَقَ العَا لَمَ بِأَسْرِهِ مِنْ رُوْحِ محُمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم

"Bahwa Allah menjadikan Ruh Nabi Muhammad ( Nur Muhammad ) daripada Dzat-Nya. Dan dijadikan Alam seluruhnya dari pada Ruh Nabi Muhammad (Nur Muhammad)" ( Al Hadits, bagaimana Matan dan Sanadnya ? )

خَلَقْتُ الأَ شْيَاءَ ِلأَجْلِكَ وَخلَقْتُكَ ِلأَجْلِى
"Aku jadikan sesuatu adalah karenamu ya Muhammad, dan aku jadikan kamu adalah aku"


أَنَا مِنَ اللهِ وَالمُؤْمِنُوْنَ مِنِّى
"Aku yang pertama dijadikan, (yakni Nur Muhammad), dan sekalian mu'min adalah daripadaku"


اَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ نُوْرُ نَبِيِّكَ ياَ جَابْر
" Pertama yang dijadikan Allah adalah Cahaya Nabimu (Nur Muhammad), Wahai Jabir "


خَلَقْتُ نُوْرَ مُحَمَّدٍ إِثْنَى اَلْفِيْنَ سَنَةٍ قَبْلَ خَلَقْتُ آ دَمَ
"Kujadikan Nur Muhammad 2000 tahun sebelum kujadikan Adam"

اِنَّ اللهَ قَبَضَ قَبْضَةً مِنْ نُوْرِهِ فَقَالَ لَهَا : كُوْنِي مُحَمَّدًا
"Sesungguhnya Allah menggenggam segenggam cahaya, lalu berfirman, Jadilah engkau Muhammad" !

لمَاَّ اقْتَرَفَ آدَمُ الْخَطِيْئَةَ قَالَ : يَا رَبِّ أَسْاءَ لُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدِ لِمَا غَفَرْ تَ لِي
"Ketika Adam melakukan kesalahan, dia berkata, Wahai Tuhanku, aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad untuk mengampuniku"

Coba anda bandingkan Kata Sabda, Firman, atau Logos dengan Nur Muhammad di atas !

--------------------------
-----------------------

PANDANGAN ISLAM YANG SEBENARNYA

Bahwa hanya Malaikat yang diciptakan dari "Nur", sedangkan manusia di ciptakan asalnya adalah dari "Tanah". Apakah Nabi Muhammad termasuk Malaikat ? Padahal Nabi dilahirkan seperti manusia biasa. Maka Allah menyuruh Nabi Muhammad mengatakan :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". (QS. Al Kahfi : 110)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' dan Abdu bin Humaid, berkata Abdu: Telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan Ibnu Rafi' berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "

Malaikat diciptakan dari cahaya (nur), Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian." (HR. Muslim No. 5314)

Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. [QS. Ali Imron :59]

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. [QS. Al A'raf :54]

Hadits palsu tersebut juga bertentangan dengan sabda Nabi :


إن أول ما خلق الله تعالى القلم، فقال له: اكتب، فجرى في تلك الساعة بما هو كائن إلى يوم القيامة

"Sesungguhnya, pertama-tama yang diciptakan Allah Ta'ala adalah qalam (pena) , lalu Allah berfirman kepadanya : Tulislah ! Maka ditulislah pada saat itu apa yang terjadi sampai hari kiamat." (HR. Ahmad)

"Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah pena (qalam), dan Allah memerintahkannya untuk menulis segala sesuatu yang akan terjadi". (HR. Abu ya'la 1/123, Baihaqi dalam Asma' was Shifat hal. 271)

HUKUM YESUS

10 pokok beda ajaran Yesus dan Paulus :


1. Ajaran Yesus : Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak pernah meminta disembah / dituhankan).

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
(Yohanes 17:3), (Yohanes 11:42)
Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya....Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)
Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)
Ajaran Paulus : Yesus adalah Tuhan.
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)
NB:
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan ketimbang dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa.

2. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum Taurat justru meneruskan hukum Taurat.
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20)
NB:
Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya.
Ajaran Paulus : Kristen mengutuk hukum Taurat.
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia 5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15).

3. Ajaran Yesus : Laki-laki harus Khitan.
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)
Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11)
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12) , (Kejadian 17:13), (Kejadian 17:14), (Kejadian 21:4)
Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan.
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)

4. Ajaran Yesus : Tidak ada dosa waris.
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)
Ajaran Paulus : Setiap orang mewarisi dosa Adam
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)
NB:
Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia (Galatia 3:13).

5. Ajaran Yesus : Berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud.
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17)
Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan--seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)
Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39), (Bilangan 20:6), (Kejadian 17:2-3)
Ajaran Paulus : bernyanyi di gereja.
dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19)
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16)
NB:
Menyanyi di gereja bukanlah ajaran Yesus, tetapi ajaran Paulus (Efesus 5:19).

6. Ajaran Yesus : melarang hidup mewah di dunia.
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20).
Ajaran Paulus : Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen
"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." (Efesus 4:28)

7. Ajaran Yesus : meninggal dunia dibungkus kain kafan.
Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40)
Ajaran Paulus : meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati.
Misalnya, meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur.

8. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum rajam.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?" (Yohanes 8:5)
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:7).
Ajaran Paulus : Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen.
Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas).

9. Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38)
mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24)
patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20)
Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki." (Ulangan 19:21)
Ajaran Paulus : Membatalkan hukum Qisash, menjerumuskan dalam perbudakan.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:39-42)10. Yesus tidak membuat agama baru.
Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas).
Kristen adalah agama baru yang lahir setelah usaha penyaliban Yesus.
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26).

Kamis

MENGUAK

 MENGUAK KEBOHONGAN KRISTEN


Whookeeyyyy....mari kita naikkan LEVEL nya....kita liat secara seksama...mampukah para kambingers Trinitas, ngoceh di tret ini...????

Kalau ada orang yang mau memperdebatkan tentang mati tidaknya Yesus di Tiang Jemuran , syarat mutlak yang harus dia ketahui pertama kali adalah adanya peraturan dalam Taurat yang telah menjadi pandangan umum turun-temurun, bahwa: orang yang mati di tiang adalah orang terkutuk. Tanpa menyadari hal itu maka pembicaraan apapun tentang Yesus tidak akan pernah benar arahnya. Akan sia-sia saja. Hanya akan menjadi debat-debat kusir yang tidak ada gunanya. Setidak-tidaknya, tidak akan sempurna. Ketahuilah, pandangan itulah yang mempengaruhi seluruh kejadian Yesus paska penangkapan. Yaitu kejadian-kejadian sebelum dan sesudah peristiwa percobaan pembunuhan itu. Kenapa Yesus berdoa agar tidak mengalami percobaan pembunuhan, kenapa para imam memutuskan untuk menggantung Yesus di tiang salib, kenapa ia teriak “eli eli…” saat ia masih tergantung, kenapa Yesus keliling selama 40 hari setelah percobaan penyaliban, kenapa Paulus dan orang-orang yahudi melakukan pemberantasan terhadap jemaat Yesus, kenapa Yesus harus menemui Paulus di gurun, dst. Bahkan kenapa Quran harus membuat pernyataan orang-orang yahudi tidak membunuh Yesus (dengan cara apapun, sekalipun mereka berhasil menggantungnya di tiang salib). Termasuk kenapa sebagian orang islam mentafsirkan Yesus tidak dibunuh di tiang salib itu dengan diri Yesus digantikan oleh Yudas si penghianat. 

Quran jelas ingin melindungi nama baik Yesus dengan suatu pernyataan yang pasti: mereka tidak membunuhnya, juga tidak membunuhnya di tiang siksaan. Muslim melalui tafsirannya, ingin melindungi Yesus juga, tapi terlalu membabi buta tanpa melihat sejarah. Orang yahudi merasa telah membunuh Yesus di tiang salib. Merasa telah membuktikan Yesus nabi palsu. Tapi satu hal, mereka tidak benar-benar menyaksikan seluruh kejadian di tiang salib itu. Quran mengatakan, hanya diserupakan seperti itu bagi mereka. Diserupakan seperti mereka telah membunuhnya di tiang siksaan. Dan Quran juga menyatakan dengan tegas, mereka yang menyangkal pernyataan Quran ini sebenarnya berada dalam keraguan. 

Minggu pagi buta, Yesus sudah keluar dari kuburan goa dalam keadaan batu penutup bergeser. Tandanya Yesus masih hidup dan masih utuh sebagai manusia. Tapi dengan curang, Mahkamah Agama menyuap penjaga untuk merahasiakan kejadian itu dan menyuruh mereka membuat cerita palsu, serta menjaminkan keamanan buat mereka. Itulah titik awal dari keraguan besar mereka. Kepada Maria Magdalena yang menemuinya pagi-pagi buta itu Yesus mengatakan, “aku belum pulang kepada Bapa”. Tandanya ia masih hidup dan masih utuh sebagai manusia. Waktu ketemu dua pengikutnya yang sedang menuju Emaus Yesus berbicara kepada mereka sambil menyamar. Kehadirannya tidak boleh diketahui umum untuk mengantisipasi orang-orang yahudi. Itu tandanya Yesus masih hidup dan masih utuh sebagai manusia. Karenanya seharusnya mereka mengetahui bahwa dia tidak palsu. Mereka tidak menyadari itu kalau tidak melihat caranya memecah roti. Penyamaran yang perfect, mereka baru menyadarinya setelah Yesus pergi. Yesus mempersilahkan Thomas mencucukkan jarinya ke lukanya untuk menyatakan dirinya adalah orang yang sama dengan yang digantung itu, dan bahwa ia masih hidup dan masih utuh sebagai manusia, karenanya sekarang dia harus percaya bahwa Yesus tidak palsu seperti yang dikira orang lantaran peristiwa bukit Golgota itu. Kepada yang lain, Yesus memperagakan memakan makanan untuk membuktikan dirinya bukan hantu atau bukan arwah, masih terdiri atas daging dan tulang yang berasal dari makanan. Jadi dirinya masih hidup. Masih utuh sebagai manusia. Karenanya dirinya tidak palsu. 

Paulus sendiri dua kali membuat pernyataan Yesus hidup atau selamat dari kematian. Yang satu dia katakan kepada orang-orang yahudi luar jemaat saat dia membela diri dari ancaman pembunuhan. Yaitu supaya orang-orang yahudi luar jemaat itu tidak mempunyai alasan membunuh dirinya. Sebab jika Yesus masih hidup, maka harus dipercayai sebagai mesias yang benar dari Allah. Yang lain dia katakan kepada orang-orang yahudi yang tergolong jemaat ketika dia mengajak mereka untuk meniggalkan pengajaran Yesus untuk merubahnya menjadi ajaran lain.

Kisah 25:19 Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati,sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup. 

Ibrani 5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
 


Lalu kenapa tiba-tiba kepada orang-orang Yunani Paulus mengajarkan kematian Yesus sebagai doktrin pengampunan dosa (kebenaran karena iman saja)? Dan kenapa pula Paulus mengajak jemaat ibrani untuk meninggalkan pengajaran Yesus yang melandaskan diri pada kebenaran karena perbuatan, secara mandiri tanpa izin dari Allah?

Ibrani 6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. 3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. 

Sekarang jemaat ibrani mau disamakan keyakinannya oleh Paulus dengan jemaat yunani yang tidak nyambung dengan Taurat, mentang-mentang jumlah mereka sudah semakin banyak. Kini Paulus sudah hanyut dalam meninggalkan hukum bersama orang-orang tak bersunat. Tapi Paulus harus menyangkal apa yang telah disaksikannya sendiri dengan nyata, yaitu bahwa Yesus hidup dan selamat dari kematian. Perbuatan meninggalkan ini konsekwensinya harus menyangkal Yesus dan menyangkal Allah. Karena tidak mungkin ini diizinkan oleh Allah. Ia harus menyangkal Anak dan menyangkal Bapa. 

Kalau Yesus masih hidup dan diselamatkan dari kematian seperti kenyataannya, seharusnya tidak mungkin mengajarkan pembatalan hukum dan pengampunan dosa tanpa syarat. Tidak mungkin ia membatalkan dasar pertobatan karena perbuatan ini. Tidak mungkin ada ajaran pertobatan karena iman saja begitu. Lalu Yesus yang mana yang dimaksudkan oleh Paulus yang telah mati untuk mengampuni dosa manusia ini. Yesus imajiner? Lalu bapa yang mana yang telah mengutus yesus imajiner ini sebagai korban untuk menghapus dosa manusia? Bapa imajiner? Pastinya pengampunannya juga pengampunan imajiner. Pengampunan yang tidak ada alias isapan jempol. Wah ini benar-benar dusta! Jemaat ibrani mau diajak beragama dengan agama dusta. Mau diajak berkiblat kepada Yesus imajiner dan bapa imajiner! Benar-benar dusta, dosa yang nggak ketulungan. Kekristenan adalah agama dusta yang nyata. Paulus benar-benar antikristus yang nyata. Dengan bertambah banyaknya jemaat palsunya di yunani ia yakin agama dustanya bisa berjalan dan tumbuh menjadi sebuah kekuatan, yang mana itu ia sebut kemuliaan Allah berlimpah melalui ajaran dustanya yang disebutnya kebenaran dengan puter-balik yang njelimet. Paulus sudah gila, entah apa yang dikejarnya. Ia benar-benar telah menyangkal Yesus dan menyangkal Allah.

Ro 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

Ya berdosalah kamu wahai Paulus, soalnya kamu mengajarkan kedustaan dengan berbagai dustamu untuk menghina Allah bukan untuk memuliakan Allah. Kamu tentunya akan masuk neraka bersama dengan pengikut-pengikutmu yang telah kau tarik ke dalam kedustaan yang menghinakan itu. Kamu sudah jadi pelayan Iblis!!

Jadi bapa dan anak yang membuat kamu memisahkan diri dari manusia Yesus dan rasul-rasul Yerusalem dalam pernyataanmu di bawah ini berarti Iblis dan anaknya ya? Jadi bukan Allah dan Yesus? Ini mengerikan sekali…..

Galatia 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 

O jadi selama ini yang kamu beritakan itu adalah anak imajiner, alias yesus imajiner, alias anak iblis? Dan tentunya kamu sendirilah anak imajiner itu alias anak iblis itu. Dan katamu kamu sudah dipilih sejak kandungan ibumu oleh bapa Iblismu itu untuk memberitakan anaknya, yaitu memberitakan pengajaran kamu sendiri tentunya. Kamu bilang pemilihan itu adalah karunia bagi kamu. Karunia dari bapa Iblismu. Berarti memang benar kamu antikristus yang telah diramalkan itu. Jadi kamu memberitakan anak imajiner kepada bangsa-bangsa bukan yahudi. Berarti kamu menipu mereka? Kamu bilang kamu memberitakan nama Yesus, padahal kamu memberitakan nama kamu sendiri. Kebongkar semuanya sekarang.
Terus, ngapain ke Arab, Lus? 

Aha... Aku tahu, dasar kamu bejat Lus. Ternyata kamu sudah tahu bangsa yang dipilih seharusnya bangsa Arab sesuai nas di Kejadian 20:17. Tapi karena pemberitaan Muhammad belum datang, kamu memanfaatkan waktu itu untuk membentuk jemaat palsumu itu dengan bahan dari orang-orang Yunani, lalu kamu akan mengatakan yang dipilih itu bangsa Israel kemudian bangsa Yunani. Gak pernah yang dipilih itu bangsa Arab. 

Monyong lu Lus. Pantesan lu ngomong kayak beginian….

Ro 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 

Ga 4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka. (buat menolak keterpilihan Arab)


Kenapa lo kekian banget sih sama Arab Lus? Kagak ilang-ilang tu dengki turun-temurun? Lo kayak Iblis yang mencegah manusia mewarisi sorga aja. Kalau udah gak kepilih lagi sama Tuhan, sportif dong. Terima aja bagian lo. Jangan ngakalin dan mencurangi orang biar punya alasan ngerampok punya orang. Orang bejat nggak bisa mewarisi, itu rumus. Takut dihakimi ya? Lihat dong sejarah. Dulu ingat nggak waktu islam berkuasa di Spanyol? Apa yahudi nasrani diberantas? Nggak kan? Lihat tuh, itulah islam yang asli man, bukan teroris seperti fitnah kalian.

Jadi orang-orang yunani itu lo manfaatin buat mem-back up kebelisan bangsa belis lo itu ya? Gue jadi curiga nih, jangan-jangan aliran-aliran teroris yang muncul akhir-akhir ini itu aliran-aliran anarkis buatan anak-anak buah lo juga buat merusak nama baik Islam di mata dunia? aliran-aliran yang kayak begitu nggak akan pernah ada dalam umat islam, kalau gak dibuat sama iblis-iblis kayak lo. Kekristenan jelas-jelas aliran dusta buatan lo sendiri bukan dari Yesus dan Allah. Pasti anak-anak lo juga pada pintar bikin aliran palsu pakai kitab suci orang. Buktinya sekarang banyak hadist palsu, quran palsu, sejarah palsu, aliran-aliran palsu, bahkan kalian sampai bikin ustadz-ustadz palsu yang ceramah di depan muslim tapi yang misi mereka memanggul tiang jemuran.


Silahkeeunnnnn...kepada para KAMBINGERS TRINITAS....untuk AMBIL BAGIAN dan BERPARTISISAPI di tret ini..

GONG saya bunyikan...untuk menandakan DIMULAINYA jurus KEFRET BOLAK BALIK dari mang odoyyyyyy....!!!!....tuinggggggg....tuingggggg...!!!

PROBLEM

why 2/2 aku tahu segala pekerjaanmu : baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang- orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

bila sayah katakan paulus adalah orang jujur,lalu gimana dengan ayat why diatas yang bilang "pendusta" dan tuduhan itu terbukti ada pada paulus?
abu hanan wrote:gak perlu mengalihkan ketakutan anda pada sesuatu yang menjadi fakta..trit ini bertujuan membongkar kontradiksi ajaran paulus..sayah hanya perlu bawa bibel jika sayah perlukan untuk menegaskan fakta bahwa paulus berlindung di balik dusta yang jujur atow saking jujurnyah hingga ibarat orang gak pake sehelai benangpun dan berkata "aku telanjang"..
silahkeun anda nikmati kopi dan nikmatin kepalsuan paulus dari 12 biji yang dinyatakan tuhan menjadi 13th warrior..


Koq anda malah ngajak debat kusir?

Saya tulis ulang:

abu hanan wrote:kejujuran paulus dan sebagai bukti bahwa dia adalah orang jujur yang benar hanya ada satu titik untuk awal menguji..ajaran..bila kotradiksi dengan ajarannyah sendiri yah tanfa perlu ada maklumat abu hanan pun orang tau paulus adalah pendusta yang berlindung di balik kejujuran..


Bagus.....anda memang seorang muslim. Seorang muslim memang "asal ingin tulis" seperti anda ini.  Bagian ini udah dibahas, gak perlu diulang2......jangan jadikan trit anda sendiri sebagai lahan "ASAL INGINNYA ANDA" Betul? DGN demikian saya dan pembaca meragukan kebenaran dari tulisan2 yg muncul dari "asal inginnya" anda.

abu hanan wrote:Paulus bicara tentang sesuatu yang tidak dia ketahui dan berdasarkan azas "suka2 sayah" dalam menyebarkan paham yang menyimpang dari yesus..


Bagus anda akhirnya mengaku juga. Jika demikian, anda bicara Paulus yg mana? Anda masih waras kan?

Logisnya adalah anda membantah bahwa semua yg diketahui Paulus tidak benar dgn alasan bla....bla......, ANDA MALAH NGOMONG: "Paulus bicara tentang sesuatu yang tidak dia ketahui " 
ANDA MEMBANTAH APA YG TIDAK DIKETAHUI OLEH PAULUS, ITU ARTINYA ANDA MEMBANTAH APA YG TIDAK TERCATAT DLM SURAT2 PAULUS., SEBAB APA YG TERTULIS ADALAH APA YG PAULUS KETAHUI. SILAHKAN ANDA BERONANI DGN PAULUS CIPTAAN ANDA.

abu hanan wrote:swori bro..ini trit sayah dan sayah bebas menulis apa yang sayah ingin ulas dari paulus yang culas..


Ngaku juga akhirnya.

Emang sejak kapan muslim punya "tata krama dan etika" dlm menulis?  Gak ada, betul? Tetapi jago menuntut orang lain menyertakan bukti2, betul.?

Udah tahu kalau anda "dan sayah bebas menulis apa yang sayah ingin"

Tadinya saya pikir anda menulis apa yg benar, ternyata menulis apa yg ingin anda tulis.

Bagus, sekali lagi anda membuktikan jati diri anda sebagai muslim "yg asal ingin!"

ANDA TERNYATA ASAL INGIN, BETUL?.


Apakah anda mampu meempertanggungjawabkan setiap pernyataan anda? Anda sedang diminta pertanggunganjawabmu. Jangan malah ngajak debat kusir.siapa yang ajak debat kusir?
sayah uda tunjukkan dasar dan bukti dusta paulus..terus anda uda tanggapin?belum..cuman ngomel2 gak jelas..

kalow anda tertantang yah buktiin ajah paulus itu orang benar..dan untuk itu bawa ajah ayat yang membenarkanyah uda kalow gitu..silahkeun anda menonton atraksi sayah di trit inih..sesuai "tidak menanggapai lebih jauh diluar kemampuan anda"..
 kis 21 (21) Tetapi mereka mendengar tentang engkau , bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang
tinggal di antara bangsa -bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa , sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak -anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita.

paulus memerintahkan orang yahudi untuk melepakan hukum taurat dan segala hal yang berasal dari musa..ide yang jelas bertentangan dengan pesan yesus di kitab kanon..ini satu bukti kejujuran paulus atow siapapun penulis kisah rasul..

kisa 21 (24) tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.

merupakan perintah yang dihasilkan dari musyawarah murid2 yesus di yerusalem agar paulus bertobat dan pertobatan itu dapat membersihkan nama paulus dari tuduhan "provokator anti taurat"..satu bukti kejujuran paulus..yup,menyuruh orang yahudi meninggalkan hukum musa,lalu bertobat di yerusalem dan balik lagi membantah keputusan yerusalem..lolosnyah paulus dari hukuman mati pun karena tuduhan adalah penyimpangan agama..berbeda dengan tuduhan yang diterima yesus yaitu sebagai orang yang berencana melakukan revolusi..
bahkan sangat jujur jika kita membaca surat paulus yang lain..

Gal 1:7 yang sebenarnya bukan Injil.Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk
memutarbalikkan Injil Kristus.

maka terbukti bahwa paulus dengan jujur memfitnah yerusalem sebagai pihak sesat dengan memutarbalikkan ajaran yesus....ayat yah..abu 4)Point berikutnya adalah, ajaran Paulus lebih manusiawi dan masuk akal daripada Muhampost diatas melenceng dari topik..anda buat ajah trit baru..perbandingan di trit ini adalah ajaran musa vs ajaran paulus..
mad.

a)Mengenai Kasih bagi sesama

Paulus:
Hiduplah selalu dalam KASIH. (Roma 8:35; Roma 14:15; 1 Korintus 13:1-3; Galatia 5:13,22)

Muhammad:
QS 48:29
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir,

QS 9:14
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

QS 16:126
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

Masihkah kita dapat mengatakan, bahwa MUHAMMAD lebih baik dari Paulus mengajarkan ajaran yang sama?

b)Mengenai Perzinahan (Ketidaksetiaan)

Paulus:
Setiap orang haruslah setia pada pasangannya (Roma 1:27; 1 Timotius 3:2,12; 

Muhammad:
Tidak apa-apa tidak setia pada istri pertama, kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau setubuhi budak-budakmu.

QS 23:5-6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

QS 4:3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

c)Mengenai Perceraian

Paulus:
Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! (1 Korintus 7:27)

1 Korintus 7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

Muhammad:
Seorang pria boleh gonta-ganti istri (atau menceraikan istri dengan seenaknya bila bosan)

QS 4:20
Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

d)Mengenai Rumah Tangga

Paulus:

Efesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Efesus 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Kolose 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

Muhammad:

Pukullah istrimu!

QS 4:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Kurunglah mereka seumur hidup!

QS 4:15
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

Wanita adalah sekedar obyek kenikmatan, bukan patner yang sederajat.

QS 2:223
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Kiranya tidak diragukan lagi, mengapa harus memilih Paulus karena ajarannya lebih manusiawi, lebih masuk akal. Saya belum menemukan seorang pun nabi yg ajarannya lebih baik dari Paulus.
#82

gak perlu mengalihkan ketakutan anda pada sesuatu yang menjadi fakta..trit ini bertujuan membongkar kontradiksi ajaran paulus..sayah hanya perlu bawa bibel jika sayah perlukan untuk menegaskan fakta bahwa paulus berlindung di balik dusta yang jujur atow saking jujurnyah hingga ibarat orang gak pake sehelai benangpun dan berkata "aku telanjang"..
silahkeun anda nikmati kopi dan nikmatin kepalsuan paulus dari 12 biji yang dinyatakan tuhan menjadi 13th warrior..


jaya wrote:Koq anda malah ngajak debat kusir?

Saya tulis ulang:

abu hanan wrote:kejujuran paulus dan sebagai bukti bahwa dia adalah orang jujur yang benar hanya ada satu titik untuk awal menguji..ajaran..bila kotradiksi dengan ajarannyah sendiri yah tanfa perlu ada maklumat abu hanan pun orang tau paulus adalah pendusta yang berlindung di balik kejujuran..


Bagus.....anda memang seorang muslim. Seorang muslim memang "asal ingin tulis" seperti anda ini.  Bagian ini udah dibahas, gak perlu diulang2......jangan jadikan trit anda sendiri sebagai lahan "ASAL INGINNYA ANDA" Betul? DGN demikian saya dan pembaca meragukan kebenaran dari tulisan2 yg muncul dari "asal inginnya" anda.


abu hanan wrote:Paulus bicara tentang sesuatu yang tidak dia ketahui dan berdasarkan azas "suka2 sayah" dalam menyebarkan paham yang menyimpang dari yesus..


jaya wrote:Bagus anda akhirnya mengaku juga. Jika demikian, anda bicara Paulus yg mana? Anda masih waras kan?

Logisnya adalah anda membantah bahwa semua yg diketahui Paulus tidak benar dgn alasan bla....bla......, ANDA MALAH NGOMONG: "Paulus bicara tentang sesuatu yang tidak dia ketahui " 
ANDA MEMBANTAH APA YG TIDAK DIKETAHUI OLEH PAULUS, ITU ARTINYA ANDA MEMBANTAH APA YG TIDAK TERCATAT DLM SURAT2 PAULUS., SEBAB APA YG TERTULIS ADALAH APA YG PAULUS KETAHUI. SILAHKAN ANDA BERONANI DGN PAULUS CIPTAAN ANDA.


abu hanan wrote:swori bro..ini trit sayah dan sayah bebas menulis apa yang sayah ingin ulas dari paulus yang culas..


jaya wrote:Ngaku juga akhirnya.

Emang sejak kapan muslim punya "tata krama dan etika" dlm menulis?  Gak ada, betul? Tetapi jago menuntut orang lain menyertakan bukti2, betul.?

Udah tahu kalau anda "dan sayah bebas menulis apa yang sayah ingin"

Tadinya saya pikir anda menulis apa yg benar, ternyata menulis apa yg ingin anda tulis.

Bagus, sekali lagi anda membuktikan jati diri anda sebagai muslim "yg asal ingin!"

ANDA TERNYATA ASAL INGIN, BETUL?.



Apa jawaba anda atas semua yg saya tulis di atas?


siapa yang ajak debat kusir?
sayah uda tunjukkan dasar dan bukti dusta paulus..terus anda uda tanggapin?belum..cuman ngomel2 gak jelas..

kalow anda tertantang yah buktiin ajah paulus itu orang benar..dan untuk itu bawa ajah ayat yang membenarkan paulus..ayat yah..


Saya minta anda mempertanggungjawab pernyataan2 anda. 


kalow anda tertantang yah buktiin ajah paulus itu orang benar..dan untuk itu bawa ajah ayat yang membenarkan paulus..ayat yah..


Saya tidak tertantang utk memberi bukti bahwa Paulus itu orang benar. Masih ingat tulisan saya?
Mengapa harus percaya Paulus?

Karena saya belum menemukan satu pun nama nabi yg lahir setelah paulus layak dipercaya. Apakah abu hanan mau mengusulkan satu nama yg layak dipercaya?


Saya menjawab tantangan judul anda "mengapa harus percaya pada paulus?". Saya menulis alasan2 saya mengapa saya harus percaya paulus. Saya udah tulis tiga point. Point mana yg anda bantah? Tugas anda itu membantah, mengoreksi alasan2 saya. Itu aturannya. Kalau anda gak mau aturan saya, ya jangan jawab! Apalagi minta yg aneh2. Anda jadi penonton aja. Walau ini postinganmu, lha kalau anda bermain di luar aturan, anda harus taat donk!
Kalau anda bilang ke saya "ngomel?", maka Anda musti menjawab atau membantah secara baik dan benar biar  tidak "diomelin"!