
Yesus
adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan bangsa
Israel dari jurang kehancuran. Beliau selalu menegakkan hukum Taurat
Musa dan tidak pernah merobahnya sedikit pun.
Tetapi kemudian ajaran Yesus yang selalu mengamalkan ajaran nabi Musa,
ternyata dicampur-aduk dengan ajaran dan dogma dari pagan (agama
penyembah berhala) kuno yang sangat bertentangan dengan agama Tauhid
yang dibawa oleh nabi Adam, Abraham (Ibrahim), Musa dan Isa (Yesus).
Banyak sekali dogma Kristen tidak berdasar pada kitab sucinya. Meskipun
pendiri Kristen menciptakan ayat-ayat palsu untuk menopang dogma
tersebut dunia tidak bisa dibohongi lagi. Diantar dogma dusta itu:
Kebangkitan Yesus, Perayaan Natal, halalnya babi dll.
H. Insan L.S Mokoginta mengajukan 11 (sebelas pertanyaan) berkaitan
dengan ajaran Kristen dengan hadiah Rp. 10.000.000.- Bahkan untuk
pertanyaan tentang Kebangkitan Yesus dalam Lukas. 24:44-46. penulis
menyediakan hadiah mobil BMW bagi yang bisa menjawabnya.
Sambutan
Drs.H. Zahir Khan SH. Dipl. T.E.F.L
Ketua Umum Lembaga Kristologi Indonesia
Direktur Iqbal Academy Indonesia
Mantan Diplomat Indonesia
Untuk yang kesekian kalinya saya bersyukur kehadirat Allah Swt. karena
hanya dalam kurun waktu beberapa bulan ini, saya telah memberikan
sambutan buat tulisan saudaraku Insan LS Mokoginta sampai enam kali.
Saya salut dengan beliau yang begitu aktif dan terus berkreasi, padahal
setahu saya, beliau orang yang begitu banyak kesibukan dan beliau juga
seorang muallaf mantan Kristen Katolik.
Judul buku ini sangat menantang bagi siapa saja yang membacanya, bukan
karena hadiah yang menggiurkan, tapi materinya cukup menarik, membuat
orang penasaran ingin tahu lebih dalam bagaimana mencari jawabannya.
Dilihat dari materinya, saya yakin buku ini bukan untuk mendiskreditkan
agama lain, tapi sekedar bahan pemikiran bagi umat Kristiani agar .mau
mengkritisi ajarannya, apakah amalan mereka sudah sesuai Alkitab atau
tidak.
Saya yakin jika semua umat Kristiani mau sedikit saja mengkritisi
tulisantulisan para Kristolog muslim, bukan tidak mungkin akan terjadi
perobahan sikap terhadap apa yang selama ini mereka imani, apalagi si
penulisnya adalah seorang mantan Kristen yang khusus mendalami dan
mengkritisi kandungan Alkitab yang dulunya pernah dia imani.
Seandainya umat Kristiani benar-benar beriman kepada firman Allah dan
sabda Yesus yang tertulis dalam Alkitab, saya yakin akan tipis sekali
perbedaan antara ajaran Nabi Isa dalam Alkitab dan ajaran Nabi Muhammad.
Kalau ternyata dari semua pertanyaan yang berhadiah 10 juta tiap
pertanyaan, tidak ada jawabannya, itu menunjukkan bahwa sebagian besar
amalan yang dilakukan oleh saudarasaudara kita yang beragama Kristen,
adalah ajaran manusia atau para pemimpin agamanya, bukan berdasarkan
firman Allah dalam Alkitab. Lebih parah lagi jika kita lihat di Eropa,
ternyata sebagian besar umat Kristiani sudah meninggalkan gereja mereka
tidak yakin lagi dengan Bible yang ternyata isinya banyak yang tidak
rasional. Bahkan ada sebagian gereja yang dijual karena tidak ada
penghuninya.
Umat Kristiani di negara kita merasa tabu jika mengkritisi Alkitab
(Bible), seolah kualat jika membedah kandungan kitab sucinya, karena
selama ini dianggap tidak mungkin ada vang salah. Padahal di negara
Barat seperti Eropa dan juga Amerika, justru mereka dengan sengaja
mengadakan seminar membahas isi kandungan Bible tsb. The Five Gospels
adalah salah satu kitab yang pernah diseminarkan oleh 76 ahli dari
berbagai universitas terkenal dari seluruh dunia. Maksud seminar
tersebut adalah "To Search for The Autentic Words of Jesus" and "What
did Jesus Really Say?" Pesertanya tidak ada yang Islam, tidak ada
satupun berasal dari Indonesia. Hasilnya sungguh mengejutkan;
kesimpulannya :
"Eighty two percent of the words aseribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him."
(Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan oleh Yesus)
Nah jika 82% Injil tsb bukan ucapan Yesus, itu berarti hanya 18% saja seluruh isi Injil itu yang dianggap ucapan Yesus.
Sebagai seorang mantan diplomat, saya sering berkeliling dunia, jadi
saya banyak sekali tahu tentang perkembangan agama Kristen disana,
apalagi saya juga seorang Kristolog, tentu saya punya banyak sekali
pengalaman dan bukti dan juga buku-buku tentang kekristenan dalam bahasa
Inggris dan lain-lain.
Saya yakin buku yang ditulis teman saya ini Insan LS Mokoginta, sangat
baik dibaca oleh siapa saja, terutama saudara-saudara kita yang Nasrani
sebagai bahan pemikiran dan renungan. Khususnya para da`i, buku ini
sangat baik dipakai sebagai bahan diskusi atau dialog dengan para
misionaris, pendeta atau penginjil dimanapun mereka ketemu.
Sebagai Ketua Umum Lembaga Kristologi Indonesia, saya mendukung
terbitnya buku ini karena manfaatnya sangat besar sekali bagi
perkembangan dakwah Islam dan memberikan wawasan serta ilmu pengetahuan
kepada pemeluk agama lainnya, khususnya saudara-saudara kita kaum
Nasrani.
HADIAH DI AKHIR TAHUN 2005
Sambutan KH Abdullah Wasi'an
Pakar Kristologi Indonesia
Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. di usia yang ke 89
ini, saya masih dimintakan memberikan sambutan atas buku yang ditulis
oleh sahabatku, muallaf mantan Kristen Katolik, saudara Insan LS
Mokoginta.
Dalam Al Qur`an Surat 5 Al Maa-idah 63, Allah Swt. berfirman :
Lau laa yanhaahumur rabbaaniyyuuna wal ahbaaru `an qaulihimul itsma wa aklihimus suhta la bi`sa maa kaanuu yashna'uun.
"Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang
mereka mengucapkan perkataan dosa (bohong) dan memakan yang haram?
Sungguh amat buruk apa yang mereka kerjakan. "
Tidak melarang menghalalkan yang haram dan membiarkan umatnya melakukan
suatu ibadah kepada Allah tanpa dalil atau perintah-Nya, adalah
perbuatan dosa, apalagi jika di diamkan oleh pendetanya. Nah hal ini
sering terjadi didalam tubuh umat Kristiani, dimana banyak para
pendetanya, yang hanya karena tidak diberi jabatan atau tidak diberikan
kesempatan memimpin jemaatnya, atau ada juga yang karena berbeda
pendapat, lalu sebagian pengikutnya dipengaruhi kemudian mereka
membangun gedung gereja baru dengan nama yang baru. Makanya tidak heran
jika dalam tubuh Kristen itu sendiri sebenarnya terjadi banyak
perpecahan. Perpecahan seperti inilah yang sering membuat tata cara
beribadahnya beda, dan juga pemahaman yang berbeda. Jika semua umat
Kristiani hanya menjadikan kitab sucinya sebagai pedoman dalam melakukan
ibadah, kemungkinan ibadah dan pemahaman mereka hampir sama. Terjadinya
berbagai pemahaman antara satu dengan lainnya, sebenarnya karena
sebagian besar bersumber menurut pemuka agamanya. Makanya tidak heran
jika banyak ibadah umat Kristiani yang tidak berdalil dari Alkitabnya.
Buku ini sangat membantu bagi siapa saja yang ingin mencari kebenaran hakiki, apalagi bagi saudara-saudara kita kaum Nashrani.
Dakwah kaum muslimin kepada kaum Nasrani seperti yang dilakukan oleh
penulis buku ini, tidaklah bermaksud untuk menjelekkan atau
mendiskreditkan mereka, tetapi semata-mata hanya sebagai pelurus
kesalahpahaman mereka terhadap ibadah yang selama ini mereka imani yang
pada dasarnya sebagian besar tidak lagi mengikuti apa yang Allah dan
Yesus ajarkan serta contohkan.
Mungkin tanpa disadari oleh umat Kristiani bahwa penulis buku ini
sebenarnya bermaksud baik, yaitu agar umat Kristiani kembali kepada
firman Allah yang sesungguhnya dan kepada ajaran Yesus yang sebenarnya,
sehingga jarak antara Islam dan Kristen akan semakin dekat.
Buku ini sangat baik dibaca oleh siapa saja, khususnya bagi umat
Nasrani, sebagai bahan pemikiran & renungan, sebab menurul Yesus,
yang masuk surga itu yaitu mereka yang melakukan menurut kehendak Allah
(Mat 7:21), bukan menurut kehendak Pendeta!!
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Mukaddimah
Insan LS Mokoginta
Alhamdulillah atas rahmat dan hidayah Allah Swt, akhirnya buku kami yang
ke 14 ini dapat kami selesaikan dalam waktu satu Minggu. Shalawat dan
salam semoga tercurah kepada junjungan dan teladan kita, baginda
Rasulullah Muhammad saw. penutup para nabi.
Mungkin ada sebagian dari suadarasaudara kita umat Kristiani
beranggapan bahwa buku atau tulisan seperti yang kami buat ini, sebagai
penghinaan atau menjelekkan agama mereka. Padahal sebenarnya tidaklah
demikian. Malah sebaliknya yaitu kami inginkan agar mereka berada pada
jalan yang benar, yaitu jalan keselamatan menuju kepada kebenaran Allah,
agar kita sama-sama selamat dunia dan akhirat.
Ada sebagian umat Kristiani yang menganggap bahwa Taurat, Zabur (Mazmur)
dan Injil adalah kitab mereka saja, jadi umat Islam tidak boleh ikut
mencampurinya. Padahal Taurat, Zabur (Mazmur) dan Injil adalah juga
kitab yang banyak disebutsebutkan oleh Al Qur'an yang harus di imani
oleh setiap muslim.
Bahkan salah satu Rukun Iman yang wajib di imani oleh setiap muslim,
adalah mengimani kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya,
sebagaimana firmanNya dalam Qs 3 Aali Imraan 3 sebagai berikut:
Nazzala `alaikal kitaaba bil haqqi mushaddiqal li maa baina yadaihi wa anzalat tauraata wal injiil.
"Dia menurunkan Kitab (Al Qur`an) kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya,
mem-benarkan kitab yang diturunkan sebelumnya, dan menurunkan Taurat
dan Injil. "
Dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa kitab Al Qur`an yang
diturunkan kepada nabi Muhammad, membenarkan kitab Taurat dan Injil
sebagai kitab yang diturunkan-Nya. Ini berarti bahwa kitabkitab
tersebut adalah juga milik umat Islam yang perlu di imani.
Oleh sebab itu, jika kami umat Islam ikut mempelajari dan mendalami
serta mengoreksi terhadap kandungan kitabkitab tersebut, adalah sangat
wajar, sebab tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab yang mengatakan
bahwa kitab-kitab tersebut hanya milik umat Kristiani.
Meluruskan apa yang sudah dirobahrobah oleh tangan-tangan jahil manusia
terhadap kitab Allah, adalah kewajiban setiap muslim, dengan tujuan
agar manusia tidak tersesat mengimani kitab yang bercampur antara hak
dan bathil. Allah yang menyuruh mengingatkan, maka kami harus
menyampaikannya.
"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang benar dengan yang
batil dan mengapa kamu menyembunyikan yang benar, padahal kamu
mengetahuinya. " (Qs 3 Aali `Imraan 71)
Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman untuk disampaikan kepada Ahli Kitab
agar kembali kepada ajaran Tauhid; bahwa menyembah itu kepada Allah
yang Esa, bukan kepada Yesus, bukan kepada Pendeta, bukan kepada
lainnya.
"Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, marilah kita kepada kalimat (yang
sebenarnya) sama antara kami dengan kamu (yaitu) bahwa tidak ada yang
kita sembah selain Allah, dan tidak kita mempersekutukan-Nya dengan
suatu apapun juga. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian
yang lain sebagai Tuhan selain dari Allah.' Maka jika mereka berpaling,
katakanlah, °Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah muslim. " (Qs 3
Aali `Imraan 64)
Dari kedua ayat Al Qur’an tersebut, intinya kita umat Islam disuruh
oleh Allah Swt. untuk menyampaikan atau mendakwahkan kepada Ahli Kitab
(Yahudi dan Nasrani) agar mereka jangan campuri yang benar dan yang
batil, dan jangan sembunyikan yang benar. Katakanlah benar jika itu
benar, dan salah jika itu salah!! Dan juga Allah perintahkan untuk
sampaikan kepada mereka agar kembali kepada ajaran Tauhid, jangan
menyembah kepada selain Allah, jangan jadikan tuhan-tuhan lain selain
Dia, dan jangan mempersekutukanNya dengan yang lainnya.
Mengamalkan ajaran-ajaran dari manusia dan meninggalkan ajaran Allah dan
Yesus, sama saja menjadikan TuhanTuhan lain selain Allah
Nah inilah barangkali yang perlu disampaikan dan di ingatkan kepada
saudara-saudara kita yang Nashrani agar mereka mau mengkritisi apakah
yang selama ini mereka terima sudah sesuai Alkitab atau tidak.
Semoga buku ini membawa manfaat bagi yang mau mempelajari dan
mengkritisinya dan mudah-mudahan Allah Swt. Akan memberikan hidayah
kejalan-Nya yang benar. Amiin.
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Pertama
Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen.
Tetapi apakah ada di antara mereka bisa memberikan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab bahwa Yesus
beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main-main, padahal kami
benar-benar serius dan akan menepati janji bila ada diantara umat
Kristiani atau dari agama manapun yang bisa memberikan bukti berupa
ayat-ayatnya yang tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus bahwa
dia beragama Kristen.
Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus
yang sebenarnya? Siapa saja yang bisa menunjukkan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar tertulis di dalam Alkitab
(Bible), pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen, maka kami sediakan
hadiah sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta) tiap pertanyaan.
Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus bukan
beragama Kristen dan yang menamakan agama itu `Kristen' bukan Yesus,
tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat
Alkitab dibawah ini :
"Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah
ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.
Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus
untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke
Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun
lamanya, sambil mengajar banyak orang.
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.'
(Kis 11:23-26)
Ayat diatas membuktikan bahwa yang menamakan agama itu "Kristen' bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya
dinamai Kristen, sebab nama "Kristen' itu baru muncul jauh setelah Yesus
mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama
yang dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang kami baca dalam
beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya
dalam buku "Religions on File" Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum
Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan
Barnabas memberi nama "Kristen" terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu
sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah
Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an, tidak dijumpai satu pun
kata "Kristen", yang ada kata "Nashara" karena Yesus berasal dari kota
Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut "Nashrani” bukan Kristen.
Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata "Kristen' hanya disebutkan
paling banyak 6 (enam) kali, yaitu pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1
Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16)
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Kedua
Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?
Tidak semua umat Kristini mengetahu: bahwa cerita atau kisah tentang
diri Yesus di dalam Alkitab ada banyak yang hilang Bahkan yang hilang
itu, tidak tanggungtanggung, yaitu lebih separoh dari umur Yesus
sendiri.
Hampir dapat dipastikan, sebagian besar umat Kristiani yakin dan percaya
bahwa Yesus mati pada usia sekitar 33 (tiga pulultiga) tahun.
Sementara didalam Alkitat (Bible), yang tertulis hanya kisah Yesus sejak
dia dilahirkan sampai berumur 12 (dua belas) tahun, lalu menghilang
ketika berumur 13 (tiga belasj tahun sampa: dengan 29 (dua puluh
sembilan) tahun kemudian muncul lagi pada usia 30 (tiga puluh) tahun,
dan mati pada usia 33 (tiga puluh tiga) tahun.
Hilangnya kisah Yesus ketika beliau berumur 13 s/d 29 tahun, berarti
selama 17 (tujuh belas) tahun kisah Yesus tidak ada atau hilang dan
tidak tercatat di dalam Alkitab.
Jika Yesus mati pada usia 33 tahun, sementara kisahnya ada yang hilang
selama 17 tahun, berarti yang masuk kedalam Alkitab hanyalah kisah Yesus
selama 16 tahun saja. Yesus dipercayai oleh umat Kristiani sebagai
"Firman Yang Hidup". Kalau begitu berarti ada sebagian besar atau lebih
separuh dari umurnya ada "Firman Yang Hilang". Bayangkan saja, 17 tahun
adalah lebih separuh umurnya Yesus, hilang atau tidak tercatat dalam
kitab Injil. Padahal pada usia 13 s/d 29 tahun merupakan usia Yesus
ketika remaja menuju dewasa, dimana sudah barang tentu banyak sekali
hal-hal atau peristiwa yang lebih berguna dan lebih besar yang mungkin
saja beliau lakukan, tetapi tidak tercatat didalam Alkitab. Jadi
sangatlah beralasan sekali bahwa Injil itu dikatakan tidak komplit atau
sempurna, karena banyak bagian-bagian atau sisi-sisi lain yang pernah
Yesus lakukan atau perbuat, tetapi tidak dicatat oleh para penulis Injl,
karena kehilangan jejak atau kisahnya benar-benar hilang. Seandainya
jika murid-murid Yesus yang 12 orang itu selalu mengikuti kemana saja
Yesus berdakwah, tentu apa yang beliau lakukan atau sabdakan selama 17
tahun , mereka tulis dalam Injilnya bukan??
Timbul pertanyaan:
Apakah yang dilakukan Yesus selama berumur 13 sampai dengan 29 tahun?
1. Menerima dan menulis wahyu Allah (mana dan apa saja bunyi wahyu tersebut?)
2. Mengajar dan berdakwah kemana-mana (apa saja yang diajarkannya)
3. Menulis Injil yang difirmankan kepadanya (Injil yang mana? Kan tidak ada Injil Yesus bukan?)
4. Membantu ibunya Maryam (memasak dan mencuci? rasanya tidak mungkin)
5. Tidak berbuat apa pun, hanya menunggu firman (Tuhan koq nganggur, pasif?)
6. Menikah / berumahtangga (mungkin saja, tapi tidak tercatat karena kisahnya selama 17 tahun hilang)
7. Membantu ayahnya Yusuf sebagai tukang kayu (Tuhan jadi tukang kayu?)
8. Nganggur saja, makan, tidur, tidak melakukan kegiatan apapun (Tuhan koq nganggur, tidak berkarya?)
9. Pergi mengembara (kemana saja perginya, dan apa yang dilakukannya?)
10. Kembali kepada Bapanya selama 17 tahun lalu turun lagi kebumi (mana ' buktinya?)
Bukti-bukti Yesus berdakwah ketika berusia 12 dan 30 tahun:
"Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu." (Lukas 2:42)
"Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur' kira-kira tiga puluh
tahun dan menurut anggapan orang, la adalah anak Yusuf, anak Eli...."
(Lukas 3:23)
Lukas 2:42 diatas itu menceritakan kisah Yesus ketika dia memulai
berdakwah dan mengikuti kajian yang disampaikan para alim ulama di dalam
Bait Allah (Luk 2:46-49). Kemudian kisah beliau hilang samasekali
ketika dia berumur 13 s/d 29 tahun, dan baru muncul kembali ketika
beliau berumur 30 tahun, seperti yang tertulis dalam Injil Lukas 3:23
diatas tadi.
Lukas 3:23 memberikan bukti kemunculan Yesus pada usia 30 tahun, kemudian beliau wafat dalam usia sekitar 33 tahun.
Oleh sebab itu, seandainya ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa
memberikan bukti-bukti tertulis dalam Alkitab (Bible) tentang kisah
Yesus ketika beliau berumur sekitar 13 s/d 29 tahun, yaitu ketika beliau
memasuki usia remaja sampai dewasa, kami sediakan hadiah cukup besar,
sejumlah uang cash / tunai sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta)
Mungkin banyak sckali saudarasaudara kita yang beragama Nashrani tidak
menyangka dengan pertanyaan yang kelihatannya sepele, tetapi sebenarnya
sangat berarti bagi keimanan dan kehidupan beragama, karena hal tersebut
menyangkut keselamatan di dunia dan akhirat.
Jika kami sebagai umat beragama Islam sangat mengkritisi kandungan
Alkitab (Bible), hal itu wajar-wajar saja, sebab Al Qur`an banyak
memberikan informasi tentang keberadaan Yesus (nabi Isa), Taurat, Zabur
dan Injil, yang semua itu merupakan bagian dari keimanan kami, bahkan
termasuk salah satu rukun iman bagi setiap muslim di seluruh dunia ini.
Nah seharusnya umat Kristiani yang lebih pantas mengkritisi kandungan kitab sucinva bukan??
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Ketiga
Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja"
Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam:
bagi umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak
ada yang tidak menyembah kepada Yesus sebagai Tuhat dan juruselamat
mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semu
diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan ata Allah itu sendiri yang harus
disembal Padahal setelah kami pelajari, kaji da dalami, ternyata tidak
ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri diman Yesus
pernah bersabda bahwa "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja."
Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, "Sembahlah Allah Tuhanmu dan
hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. °
Ucapan atau sabda Yesus tersebut men berikan suatu pengertian kepada
kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena
dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul.
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada
Injil Matius 4:8-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai
berikut :
"Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan
memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan
berkata kepadaNya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau
sujud menyembah aku. " Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah,
Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan
hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:8-10)
Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang
gurun ketika Yesus akan dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus
dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun tidak berhasil,
kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas
bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus
kepuncak gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus
semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud
menyembah kepadanya.
Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya
berkata, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah
Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!''
Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:
1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa ilaaha ilallaahu).
2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti
itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan,
tentu katakata Yesus sebagai berikut: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada
tertulis: Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku
sajalah engkau berbakti!"
Yesus sendiri yang memberikan kesaksian bahwa menyembah dan berbakti
itu, hanyalah kepada Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus
itu yang dijadikan sesembahan oleh saudarasaudara kita umat Kristiani?
Dalam kitab suci Al Qur`an Nabi Isa as (Yesus) juga mengajarkan Tauhid,
yaitu menyembah itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya,
bukan juga kepada dirinya. Perhatikan ucapan Nabi Isa as (Yesus) dalam
Al Qur`an:
Innallaaha huwa rabbii wa rabbukumfa`buduuhu haadzaa shiraathum mustaqiim
"Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. "
Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 6:4, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa:
"Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!"
Berdasarkan
Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang
Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyembah
hanya kepada Allah yang dia sembah.
Oleh sebab itu untuk pertanyaan yang ketiga ini, disediakan pula hadiah
uang. tunai sebesar Rp. 10.000.000.- bila menemukan ayat dalam Alkitab
(Bible), dimana Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, "Akulah Allah,
Tuhanmu, maka sembahlah aku saja". Kami yakin siapapun tidak akan
menemukannya. Tetapi jika menemukannya, silahkan hubungi kami untuk
mengambil hadiah Rp 10.000.000.
Seandainya tidak menemukannya berarti Yesus tidak pernah mengajarkan
kepada umatnya bahwa dia adalah Tuhan atau Allah itu sendiri, yang harus
disembah.
Menyamakan Yesus dengan Tuhan atau Allah, adalah suatu perbuatan dosa,
sebab baik Yesus maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan
didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan
Dia dengan yang lainnya Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:
"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? (Yesaya 46: 5)
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Keempat
Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya"
Semua umat Kristiani meyakini bahwa Alkitab itu 100% firman Allah.
Menurut mereka, para penulis Alkitab itu semuanya di. ilhami oleh Roh
Kudus ketika mereka menulis kitab tersebut. Kalau memang Alkitab itu
benar-benar 100% firman Allah. tentu didalam Alkitab itu ada pernyataan
dari Allah bahwa Dia-lah yang mewahyukan Alkitab itu, dan Dia pula yang
menjaganya. Oleh sebab itu sangatlah wajar jika ada yang mempertanyakan
mana dalilnya firman Allah didalam Alkitab yang mengatakan "Akulah yang
mewahyukan Alkitab, dan Aku pula yang menjaganya. "
Jika pertanyaan seperti itu diajukan kepada Al Qur`an, maka Al Qur’an
bisa memberikan kesaksian dan bisa berbicara bahwa dia benar-benar dari
Allah. Tetapi bila pertanyaan tersebut ditujukan kepada Alkitab, maka
kami sediakan hadiah sebesar Rp. 10.000.000.- untuk satu pertanyaan
tersebut.
Alkitab yang diantaranya terdiri dari Taurat, Zabur dan Injil, adalah
nama-nama kitab suci yang banyak disebutkan oleh Al Qur`an. Bahkan ummat
Islam wajib mengimaninya karena kitab-kitab tersebut adalah
kitab-kitab yang pernah Allah turunkan kedunia ini. Taurat kepada Nabi
Musa, Zabur kepada Nabi Daud, dan Injil kepada Nabi Isa. Karena Al
Qur`an banyak menyebut-nyebut kitab-kitab tersebut, maka kami umat Islam
juga mempelajari, apakah kitab-kitab yang dimaksud A1 Qur`an itu ialah
seperti yang ada sekarang ini di tangan umat Kristiani. Dalam
mempelajarinya, kami justru menemukan begitu banyaknya ayat-ayat yang
jelas-jelas berasal dari penulis kitab itu sendiri maupun orang lain,
seperti contoh dibawah ini:
"Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah." (Roma 1:1)
“Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh
seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan AIIah, Bapa, yang
telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,.... (Galatia 1:1)
"Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita
tentang peristiwa peristiwa yang telah ....... (Lukas 1:1)
Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis rentang segala
sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,.... (Kisah Rasul 1:1 )
"Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. "(Yakobus 1:1)
"Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang
tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil....... " (1 Petrus 1:
1)
"Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar
aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang
yang telah mengenal kebenaran..... " (2 Yohanes 1:1)
"Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka,
yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa,.....” (Yudas 1:1)
Contoh dari semua ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali itu berasal
dari si penulis kitab itu sendiri. Siapa pun yang membacanya, akan
mengatakan bahwa itu tulisan sipenulisnya. Makanya tidaklah keliru jika
dikatakan bahwa Alkitab itu adalah 100% kitab Ilahi, dan 100% kitab
Insani karena didalamnya bercampur antara firman Allah dan tulisan
manusia dlsb. Dan hal itu merupakan suatu bukti yang tidak mungkin
terbantahkan. Dalam meneliti, mempelajari dan mendalami kandungan
Alkitab, kami tidak menemukan adanya ayat yang menjamin bahwa Alkitab
itu benar-benar diturunkan oleh Allah dan Dia yang menjaganya. Karena
itu kami menyediakan hadiah Rp. 10.000.000. (sepuluh juta rupiah) bagi
siapa pun yang bisa memberikan bukti tertulis didalam Alkitab apabila
ada ayat yang berbunyi: "Akulah yang mewahyukan Alkitab, dan Aku pula
yang menjaganya."
Berbeda dengan Al Qur`an, yang bisa bersaksi dan berbicara dari dirinya
sendiri bahwa dia benar-benar berasal dari Allah. Bukan hanya satu ayat,
tetapi ada sekian banyak ayat Al Qur`an yang memberikan kesaksian bahwa
dia berasal dari Allah. Perhatikan ayat-ayat sebagai berikut:
Alif laam raa tilka aavaatul kitaabil mubiin innaa anzalnaahu qur-aanan ‘arabiyyal la`allakum ta`qiluun.
Alif laam raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya berupa Al Qur’an berbahasa Arab
agar kamu memahaminya.
Alif laam miim raa` tilka aayaatul kitaabi wal ladzii unzila ilaika mir rabbikal haqqu walaakinna aktsaran naasi laa yu’minuun.
"Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Qur’an, dan yang diturunkan
kepada engkau dari Tuhanmu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia
tidak beriman." (Qs 13 Ar Ra’du 1)
Alif laam raa` kitaabun anzalnaahu ilaika li tukhrijan naasa minazh
zhulumaati ilan nuuri bi idzni rabbihim ilaa shiraathil `aziizil
hamiid.
" Alif laam raa, (inilah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya
engkau mengeluarkan manusia dari gelap kepada terang dengan izin Tuhan
mereka ke jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji."
(Qs 14 Ibraahim 1 )
Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa lahuu la haafizhuun
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur`an dan sesungguhnya Kami pula yang memeliharanya. " (Qs 15 Al Hijr 9)
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Kelima
Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan bahkan dianggap sepele atau
main-main saja. Padahal ini merupakan salah satu pertanyaan serius yang
perlu dipikirkan, perlu diperhatikan, dan perlu dipertanyakan, karena
menyangkut ritual yang secara terus menerus atau continue dilakukan dan
diamalkan oleh hampir seluruh umat Kristiani di dunia.
Melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau
perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia. Padahal apa yang
dilakukan itu akan diminta pertanggung jawaban dihadap Allah. Oleh sebab
itu wajarlah jika kita tirtjau kembali, apakah yang kita lakukan selama
ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita,
ataukah itu hanya berasal dari perintah Inanusia biasa atau pendapat
para pemimpin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk
melakukannya.
Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian di ikuti oleh para
pengikutnya, maka itu berarti yang kita ikuti adalah ajaran manusia,
bukan ajaran Allah. Contohnya, beribadah atau masuk gereja pada hari
Minggu, ternyata tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab yang menyuruh
beribadah atau menjadikan hari Minggu sebagai hari yang harus
dipelihara, disucikan atau dikuduskan. Oleh sebab itu bagi siapa saja
yang bisa memberikan dalil yang tertulis dalam Alkitab bahwa ada
perintah dari Allah untuk mengkuduskan, mensucikan atau menjadikan
sebagai hari peristirahatan, maka kami sediakan hadiah tunai sebesar Rp.
10.000.000.(sepuluh juta) jika ada dalil di dalam Alkitab.
Sebenarnya jika benar-benar mengikuti firman Allah dalam Alkitab, maka
hari peribadatan itu ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah
(Sabat) yang ada dalilnya dalam Alkitab, bahkan perintah untuk
memelihara, menjaga dan mengkuduskannya, jelas sekali ada tertulis
didalam Alkitab itu sendiri. Apalagi yang menulis perintah untuk
mengkuduskan hari Sabat adalah Allah itu sendiri, yang telah menoreh
diatas kedua loh batu.
Bahkan kedua loh batu tersebut ditulis dengan jari tangan Allah sendiri,
lalu Dia sendiri yang menyerahkan kepada Nabi Musa as untuk disampaikan
dan diajarkan kepada kaumnya. Simak ayat frman Allah dalam Alkitab
sebagai berikut:
“Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh
hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya;
bertulis sebelah-menyebelah. Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan
tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu. "
(Ke132:15-16)
Sungguh ironis sekali, ternyata perintah Allah untuk menjaga,
memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, ternyata dilanggar dan juga
tidak dipatuhi lagi oleh hampir semua umat Kristiani di dunia, kecuali
sebagian kecil sekte Advent.
Padahal kalau kita baca dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh
mengerikan, yaitu ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak
memelihara dan yang melanggar kekudusan hari Sabat. Coba kita simak
ancaman Allah bagi yang tidak memelihara dan mengkususkan hari Sabat.
"Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel,
demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab
itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu
mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu
pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang
melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab
setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus
dilenyapkan dari antara bangsanya." (Ke131:12-14)
Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak
pernah mengkuduskan hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu
mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar selalu pada hari Sabat.
Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau
mengkuduskan hari Minggu. Sekali lagi jika ada dalil dalam Alkitab Yesus
atau Allah menyuruh mengkuduskan hari Minggu, kami sediakan hadiah Rp.
10.000.000. (sepuluh juta) bagi siapa saja yang bisa memberikan
dalilnya.
Perhatikan hari apa yang Yesus kuduskan di dalam Alkitab, hari Sabtu atau hari Minggu?
Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut
kebiasaan-Nya pada hari Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu
berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat
yang ' besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana
diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan
kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat
diadakan oleh tangan-Nya?
Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan
menurut kebiasaanNya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu
berdiri hendak membaca dari Al kitab.
Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Masih banyak ayat-ayat lainn-ya dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan
hari Sabat, tapi dari 7 (tujuh) ayat tadi saja, sudah lebih dari cukup
memberikan buktibukti kepada kita bahwa sesungguhnya menurut Alkitab,
hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan dikuduskan
adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu !!
Yesus tetap memelihara dan mengkuduskan Sabat, sebab dia yakin bahwa apa
yang Allah tetapkan untuk berlaku kekal, tidak mungkin dibatalkan
olehnya. Yesus sangat yakin dengan janji Allah bagi yang memelihara hari
Sabat.
Mari kita renungkan janji Allah bagi yang memelihara dan mengkuduskan hari Sabat.
"Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan
urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari
kenikmatan", dan hari kudus Tuhan "hari yang mulia”; apabila engkau
menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak
mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan
bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi
puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi
makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut
Tuhan-lah yang mengatakannya. " (Yesaya 58:13-14)
Bukankah ayat-ayat tersebut memberikan bukti bahwa sesungguhnya tidak
ada satu perintah di dalam Alkitab masuk geieja hari Minggu atau
mengkuduskan hari Minggu. Bahkan seumur hidup Yesus hanya beribadah pada
hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu. Ternyata hari Minggu dikuduskan karena
menurut pendapat pemuka agamanya hari itu Yesus bangkit dari kuburnya
Sekarang bagaimana dengan hari Minggu? Apakah ada perintah atau jaminan berkat bagi mereka yang mengkuduskan hari Minggu?
Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
Allah dan juga Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
Tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu.
Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
Hari Minggu tidak pernah dikuduskan oleh Allah maupun Yesus.
Tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu.
Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang melarang bekerja pada hari Minggu.
Tidak ada berkat yang dijanjikan bagi mereka yang memelihara hari Minggu.
Hari Minggu tidak pernah disebutkan dalam Alkitab sebagai hari ibadah bagi umat Kristiani.
Tidak pernah hari Minggu disebut sebagai hari perhentian.
Yesus tidak pernah menyinggung tentang hari Minggu.
Kata "Hari Minggu" bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab, kecuali
disebut "pekan pertama minggu itu", tapi bukan "Hari Minggu" dan hanya
sekali disebutkan yaitu pada Kis 20:7, itupun hanya pertemuan dimalam
hari, yaitu Sabtu malam.
Para nabi dan orang terdahulu tidak pernah memelihara hari Minggu.
Tidak ada ayat dalam Alkitab tentang perobahan Sabat jadi hari Minggu.
Tidak pernah Tuhan maupun Yesus berfirman bahwa ada dua hari Sabat yang dikuduskan dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu.
Tidak ada satupun perintah di dalam Alkitab yang menyuruh merayakan "hari kebangkitan" Yesus sebagai pengganti hari Sabat.
Tidak pernah Tuhan berfirman bahwa "hari kebangkitan" Yesus harus dikuduskan seperti hari Sabat.
Seumur hidupnya, Yesus hanya beribadah pada hari Sabat
Tidak ada seorang nabipun di dalam Alkitab yang pernah menvuruh mengkuduskan hari Minggu.
Seumur hidupnya, tidak sekalipun keluar dari mulut atau bibir Yesus tentang hari Minggu dan lain-lain.
Berdasarkan 20 alasan tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa
sesungguhnya tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab untuk mengkuduskan
hari Minggu! Ternyata hari Minggu hanyalah hari yang diperintahkan oleh
pengemuka agama Kristen hanya karena dianggap penting karena Yesus
bangkit pada hari Minggu. Padahal tidak ada satu dalilpun didalam
Alkitab itu yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu dan tidak ada janji
Allah atau berkat yang Allah janjikan bagi mereka yang memelihara dan
yang mengkuduskan hari Minggu, tidak ada!! Justru yang ada ialah ancaman
Allah bagi mereka yang tidak memelihara dan yang tidak mengkuduskan
hari Sabat (Sabtu).
Terkadang ada sebagian umat Kristiani yang mengatakan, jika Sabat harus
dikuduskan, kenapa umat Islam tidak turut mengkuduskan hari Sabat?
Jawabannya tentu karena kami umat Islam punya hari tersendiri sebagai
hari yang diperintahkan untuk beribadah pada hari tersebut. Dan hal itu
ada dalilnya dalam Al Qur'an, yaitu pada Qs 62 Al Jumu`ah ayat 9 :
Yaa ayyuhal ladziina aamanuu idzaa nuudiya lish shalaati miy yaumil
jumu’ati fas’au ilaa dzikrillaahi wa dzarul bai’a dzaalikum khirul lakum
in kuntum ta`lamuun
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari
Jum’at, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan
tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu jika kamu
mengetahui."
Hari Sabtu atau Sabat ada dalil di Alkitab. Hari Jum'at ada dalil dalam Al Qur`an. Hari Minggu, mana dalilnya???
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Keenam
Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia???
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat perlu kita pertanyakan
kepada umat Kristiani, sebab hampir dalam setiap acara discusi atau
perdebatan, alasan yang paling sering dipakai oleh mereka adalah
bilamana dalam keadaan kepepet, yaitu bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan
100% manusia.
Alasan-alasan seperti itu sudah ketinggalan, karena bila alasan seperti
itu masih terus dipertahankan, maka sampai kapan pun tidak akan
menyelesaikan persoalan. Atau dengan kata lain alasan seperti itu
dipakai sebenarnya hanya untuk menutupnutupi kelemahan Alkitab itu
sendiri. Padahal alasan seperti itu samasekali tidak punya dalil dalam
Alkitab. Artinya tidak ada satu dalilpun yang tertulis dalam Alkitab
bahwa "Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia". Jika ada yang bisa
memberikan dalil tertulis dalam Alkitab seperti itu, kami sediakan
hadiah Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta) untuk satu pertanyaan ini saja.
Umumnya para Pendeta atau Misionaris, atau umat Kristiani lainnya sering
menjawab dengan mengangkat dalil Yohanes pasal 1 ayat 1 & 14.
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."(Yohanes 1:1).
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita
telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya
sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes
1:14)
Menjadikan ayat ini sebagai refrensi bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan
100% manusia, sulit bisa diterima akal sehat. Maka untuk itu agar lebih
mudah dipahami dicomotlah bagian pertama dari pembukaan Alkitab yaitu
pada kitab Taurat Musa, ialah Kitab Kejadian 1 pasal 1 dan Kitab
Kejadian pasal 1 ayat 26, yang bunyinya sebagai berikut:
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1)
"Berfirmanlah Allah "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas
segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26).
Dari bunyi ayat Kejadian 1:26 ini, ada kata "Baiklah Kita menjadikan
manusia menurut rupa dan gambar Kita.....' Yang dimaksud dengan kata
"Kita," menurut penafsiran umat Kristiani, itu adalah bentuk kata
Trinitas yang tersembunyi sebelum Yesus datang kedunia dalam kitab
Perjanjian Baru. Jadi kata "Kita" itu mengandung makna : Tuhan Bapa,
Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus, atau dengan istilah lain dikenal Bapa,
Firman dan Roh Kudus.
BAPA itu = Tuhan = Allah (oknum pertama) FIRMAN itu = Yesus = Anak Allah
(oknum kedua) dan ROH KUDUS itu = Tuhan juga (oknum- ketiga).
Awal kitab Kejadian pasal 1:1 berbunyi "Pada mulanya Allah..:.' Awal
Yohanes pasal 1:1 berbunyi "Pada mulanya adalah Firman" dan pada awal
kitab Kejadian pasal 1:26 berbunyi "Baiklah Kita menjadikan manusia
menurut rupa dan gambar Kita....."
Dari ketiga dalil tersebut (Yoh 1:1 dan 14, dan Kej 1:1 dan 26) para
misionaris menafsirkan Yoh 1:1 yang berbunyi "Pada mulanya adalah
Firman..." selaras dengan Kejadian 1:1 yang berbunyi "Pada mulanya
Allah... " Dengan demikian menurut mereka Firman itu adalah Allah. Yang
dimaksud dengan kata "Firman" adalah Yesus itu sendiri. Sementara Firman
itu adalah Aliah, kalau begitu berarti Yesus = Allah. Kemudian pada Yoh
1:14 dikatakan bahwa "Firman itu telah menjadi manusia" Sedangkan
manusia itu adalah Yesus. Kalau Firman itu adalah Yesus dan Yesus itu
adalah Allah, berarti Allah itu telah menjadi manusia yang disebut
Yesus. Oleh sebab itu makna dari Yoh 1:1 yang berbunyi: "Pada mulanya
adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah...' yaitu Yesus yang mulanya ada bersama-sama dengan Allah,
adalah Allah itu sendiri yang telah menjadi manusia.
Memang sulit sekali bisa diterima penafsiran ayat-ayat tersebut, sebab
sesuatu yang tidak rasional dipaksakan harus menjadi rasional.
Menurut penafsiran kaum muslimin, kata "firman'° berarti "perkataan"
atau "kalam" (kalamullah) yang bermakna "perkataan Allah." Misalnya jika
Allah ingin menciptakan sesuatu, cukup Dia berkata (berfirman) "KUN"
(jadilah) maka jadilah. Contoh bagaimana penciptaan Nabi Isa as (Yesus)
dan Nabi Adam as di dalam Al Qur'an.
Allah jelaskan sebagai berikut :
Inna matsala `iisaa `indallaahi ka matsali aadama khalaqahuu min turraabin tsumma qaala lahuu kun fa yakuun.
"Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti
(kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah
berfirman kepadanya, "Jadilah" maka jadilah dia. " (Qs 3 Aali `Imraan
59).
Mengenai Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 dan 14, dalam buku The Five
Gospels yang diterbitkan oleh Harper San Fransisco, yang dikomentari
oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hoover, ternyata ayat-ayat tersebut tidak
masuk dalam kategori ucapan Yesus yang diseminarkan.
Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus,
Lukas dan Yohanes. Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma
CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil itu diseminarkan
oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar
dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari
Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang
semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima yaitu
Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang
bernama "The Five Gospels" diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan
sabda Yesus. Makanya dalam cover The Fiue Gospels tersebut tertulis
What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus.
(Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari ucapan asli dari Yesus).
Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus,
dicetak berwarna. Ada empat warna yang disepakati, yaitu merah (RED),
merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan hitam bolt (BLACK).
Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat kebenaran sabda / ucapan Yesus, yaitu :
Option 1
** Red : I would include this item unequivocally in the database for determining who Jesus was.
** Pink : I would include this item with reservations (or modifications) in the database.
** Gray : I would not include this item in the database, but I might
make use of some of the content in determining who Jesus was.
** Black : I would not include this item in the primary database.
Option 2
** Red : Jesus undoubtedly said this or something very like it.
** Pink : Jesus probably said something like this.
** Gray : Jesus did not say this, but they ideas contained in it are close to his own.
** Black : Jesus did not say this, it represents the perspective or content of a later or different tradtion.
Option 3
** Red : That`s Jesus !
** Pink : Sure sounds like Jesus. ** Gray : Well, maybe.
** Black : There`s been some mistake.
Dari hasil seminar, ternyata Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 & 14
tidak masuk kategori yang dinilai atau yang diseminar-kan, sebab
ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat itu
hanyalah ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam
kategori RED, PINK, GRAY & BLACK.
Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
"Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were
not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar."
"Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di
dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar
Yesus."
Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari
seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia,
khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua
persen) isi Injil bukan benarbenar diucapkan Yesus, berarti hanya 18%
(delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus.
Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan
100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya
pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta
Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun
berasal dari lndonesia.
Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut,
Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.
Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu
ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink
saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja,
selebihnya Black.
Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:
RED : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah, berarti
tidak ada satu ayatpun yang dianggap benar-benar ucapan Yesus.
PINK : (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu Yoh 4:43.
GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12 ayat 24, 25, 26 dan Yoh 13 ayat 20.
BLACK : (Jesus did not say this There's been some mistake!) selebihnya bukan ucaan Yesus!
Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan 19099
kata. Kalau RED tidak ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat, berarti
sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873 ayat.
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Ketujuh
Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin "pasti masuk surga"
Umat Kristiani umumnya berani memastikan sesuatu y•ang belum tentu atau
belum pasti terjadi. Mereka beranggapan asal percaya kepada Yesus
sebagai Tuhan dan Juruselamat, di jamin "pasti masuk surga". Padahal
memastikan seseorang masuk surga, itu bukan hak atau wewenang kita
manusia, itu hanyalah hak Allah Swt. saja. Jika ada umat Islam
mengatakan kepada mereka kata "Insya Allah", sering diprotes, katanya
"jangan insya Allah-insya Allah dong, yang pasti aja dong!!" Mereka
tidak memahami bahwa mengucapkan Insya Allah adalah sesuatu yang
dianjurkan dalam kitab suci Al Qur'an dan juga Alkitab. Tetapi sebagian
besar umat Kristiani tidak paham bahwa didalam Alkitab sebenarnya
dianjurkan mengucapkan Insya Allah bila mengatakan sesuatu yang belum
tentu terjadi. Bahkan dikatakan, bila tidak mengucapkan Insya Allah
sesuatu yang belum pasti terjadi, dia tergolong sombong, dan bahkan
berdosa.
Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:
"Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami
berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan
berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan
terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang
sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata:
"Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan beruat ini dan itu."
Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua
kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana
ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." (Yak
4:13-17)
"Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah
menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus." (Kis 18:21)
"Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya.
Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong
itu, tetapi tentang kekuatan mereka.(1 Kor 4:19).
Kata-kata dalam semua ayat ayat tersbut yaitu "Jika Tuhan
menghendakinya" dan "Jika Allah menghendakinya" serta "Kalau Tuhan
menghendakinya", semua itu maknanya sama yang dalam Al Qur'an disebut
"insya Allah".
Didalam Alkitab cetakan lama, katakata "Jika Tuhan Menghendakinya" semuanya tertulis jelas dengan kata "insya Allah”
Perhatikan Alkitab lama cetakan tahun 1960 sebagai berikut:
"Hai kamu jang berkata: "Bahwa hari ini atau besoknja biarlah kita pergi
kenegeri anu serta menahun disitu, dan berniaga dan mentjari laba";
pada halnja kamu tiada mengetahui apa jang akan djadi besoknja.
Bahaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanja suatu uap, jang kelihatan
seketika sahadja lamanja, lalu lenjap. Melainkan patutlah kamu berkata:
"Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu". Tetapi dengan hal
jang demikian kamu memegahkan dirimu dengan djemawanmu itu; maka semua
kemegahan jang demikian itu djahat. Sebab itu, djikalau orang jang tahu
berbuat baik, pada halnja tiada diperbuatnja, maka mendjadi dosalah
baginja.
"Melainkan sambil meminta diri ia berkata: "insya Allah, aku akan kembali kepadamu." (Kis 18:21)
"Tetapi insya Allah aku akan datang kepadamu dengan segeranja, dan aku
akan mengetahui bukan perkataan mereka itu jang......dst. (1 Kor4:19).
Dalam Al Qur`an, mengucapkan kata insya Allah merupakan suatu kewajiban
bila kita tidak mengetahui sesuatu yang bakal terjadi. Perhatikan
ayat-ayat Al Qur`an sebagai berikut:
Fa lammaa dakhaluu ‘alaa vuusufa aawaa ilaihi abawaihi wa qaalad khuluu mishra insyaa-allaahu aaminiin
"Maka tatkala mereka masuk menemui Yusuf, Yusuf membawa ibu bapaknya ke
tempatnya dan berkata, "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam
keadaan aman. " (Qs 12 Yusuf 99)
Qaala satajidunii in syaa-allaahu shaabiraw wa laa a`shii laka amraa.
"Musa berkata, "Insya Allah engkau akan mendapati aku orang yang sabar
dan aku tiada mengingkari perintahmu. " (Qs 18 Al Kahfi 69)
Fa lammaa balagha ma`ahus sa`ya qaala yaa bunayya innii araa fil manaami
annii adzbahuka fanzhur maadzaa taraa qaala yaa abatif`al maa tu`maru
sa tajidunii insvaa-allaahu minas shaabiriin.
"Maka tatkala anak mencapai umur dapat bekerja bersamanya, Ibrahim
berkata, "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku
akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?" Dia berkata,
"Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau; insya
Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar." (Qs
37Ash Shaaffaat 102)
Ternyata dari keterangan Alkitab tidak boleh m.engatakan "PASTI" untuk
sesuatu yang belum tentu terjadi. Memastikan dijamin "Pasti masuk surga"
bila percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, adalah
perbuatan sombong dan dosa. Jika hanya asal percaya kepada Yesus, semua
ummat Islam percaya kepada Yasus yang disebut Nabi Isa as. Tidak
sempurna iman seorang muslim jika tidak mengimani semua nabi, termasuk
Nabi Isa. Bahkan percaya kepada semua nabi termasuk Nabi Isa as (Yesus),
merupakan salah satu Rukun Iman yang harus di imani oleh setiap muslim
dimanapun mereka berada. Hanya saja umat Islam mengimani beliau hanya
sebagai Nabi atau Rasul, bukan Tuhan!!
Menurut pandangan ummat Kristiani, asal percaya kepada Yesus sebagai
Tuhan dan Juruselamat maka dijamin pasti masuk surga. Tetapi menurut
pandangan Islam, hal itu bertolak belakang 180 derajat, justru kalau
percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka disitulah tidak mungkin
diselamatkan, karena telah menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah. Dan
itu disebut dosa syirik, yaitu salah satu dosa yang tidak diampuni oleh
Allah.
Dalam kitab Injil, Yesus berfirman bahwa keselamatan itu tergantung
bagaimana kita mengamalkan perintah Allah. Perhatikan ucapan Yesus
sebagai berikut:
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku
yang di sorga. " (Mat 7:21)
Berdasarkan ucapan Yesus tersebut, dapat kita simpulkan bahwa bukan
setiap orang yang berseru Yesus, Yesus yang akan masuk kedalam surga,
tetapi kata Yesus yaitu mereka yang melakukan sesuai dengan perintah
Allah. Tentu menjadi pertanyaan, apakah ummat Kristiani sudah melakukan
sesuai perintah Yesus dan perintah Allah?? Marilah kita lihat beberapa
contoh sebagai bukti:
1. Allah Mengharamkan Babi
"Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku beiah, yaitu kukunya
bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging
binaiang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya jartganlah
kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (Imamat 11:7-8)
Allah telah mengharamkan babi. Kenyataannya mereka tidak haramkan babi,
malah babi jadi makanan kesukaan mereka. iustru yang haramkan babi umat
Islam bukan?
2.Yesus sunat
"Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, la diberi nama
Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung
ibu-Nya." (Luk 2:21 )
Yesus sunat, tetapi para pendeta tidak wajibkan sunat. Justru yang
bersunat yaitu ummat Islam. Nah apakah mereka ikuti perintah Allah?
Justru umat Islamlah yang ikut perintah bersunat!!
3. Yesus mati dikafani tidak pakai peti
"Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari
salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia
di dalam kubur yang digali di dalam buki t batu. Kemudian digulingkannya
sebuah batu ke pintu kubur itu." (Mar 15:46)
Yesus mati dikafani, tidak pakai peti. Apakah umat Kristiani yang
mengaku pengikut Yesus bila mereka mati dikafani dengan kain putih dan
dikubur tidak pakai peti?? Ternyata mereka bila mati, pakai jas, sepatu,
dasi. pakaian yang paling bagus, didandani seperti penganten, lalu
dimasukkan kedalam peti, padahal Yesus mati hanya dikafani dengan kain
putih dan tidak pakai peti. Ini berarti mereka tidak mengikuti contoh
bagaimana matinya Yesus. Justru yang mengikuti matinya Yesus, adalah
umat Islam. Bahkan dalam Islam, kuburan tidak perlu dibeton seperti
bangunan rumah, cukup menaruh batu diatas kubur sebagai tanda. Diatas
kuburan Yesus juga ditaruh sebuah batu, sebagai tanda, dan dalam Islam
disunahkan menaruh batu diatas kuburan.
Sebenarnya masih ada begitu banyak bukti-bukti bahwa ummat Kristini
tidak mengikuti perintah Yesus dan Allah. Dari beberapa ayat yang kami
paparkan sebagai contoh itu, cukup memberikan bukti bahwa jaminan
keselamatan itu bukan hanya asal percaya kepada Yesus dijamin pasti
masuk surga, tetapi bagaimana mengamalkan seluruh ajaran Yesus dan
Tuhannya Yesus yaitu Allah Swt.
Setelah dicek diseluruh isi Alkitab, ternyata tidak ada satu ayatpun
yang menjamin asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
"dijamin pasti masuk surga." Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani yang
bisa menunjukkan ayatnya yang mengatakan bahwa asal percaya kepada
Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat "dijamin pasti masuk surga”, kami
sediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta
rupiah) untuk satu pertanyaan ini saja.
Allah menjamin masuk surga bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan
bertaqwa kepada-Nya yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Tilka huduudullahi wa may yuthi`illaaha wa rasuulahuu yudkhilhu
jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa wa dzaalikal
fauzul ‘azhiim.
"Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan
memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai sungai di
bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan itulah kejayaan yang besar." (Qs
4 An Nisaa ` 13)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa yang di jamin masuk surga oleh Allah,
yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasulnya. Bagaimana bisa
dijamin masuk surga, jika hanya asal percaya, tetapi tidak mengamalkan
serta tidak taat perintah Allah dan Rasul-Nya?? Buktinya betapa banyak
ayat-ayat dalam Alkitab, dimana tidak diamalkan dan tidak ditaati oleh
umat Kristiani. Oleh sebab itu keselamatan itu yaitu bagaimana kita taat
kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan yang diperintakan-Nya.
Bagaimana yang tidak taat kepada Allah dan rasul-Nya serta melanggar
hukum dan ketentuan-Nya, apakah mereka dijamin pasti masuk surga??.
Perhatikan ayat selanjutnya :
Wa may ya’shillaaha wa rasuulahuu wa yata`adda huduudahuu yudkhilhu naaran khaalidan fiihaa wa lahuu `adzaabum muhiin.
"Dan barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan melanggar
batas-batasnya (hukum) Allah, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam
neraka, kekal di dalamnya dan baginya azab yang menghinakan. " (Qs 4 An
Nisaa` 14)
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Kedelapan
Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!
Sejarah Natal
Chritmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh
hampir semua orang Kristen didunia, berasal dari ajaran Gereja Katolik
Roma. Padahal ajaran tersebut tidak terdapat dalam Alkitab dan Yesus-pun
tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk
menyelenggarakannya.
Perayaan yang masuk kedalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad ke
empat ini, berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.
Perayaan Natal yang diselenggarakan diseluruh dunia ini samasekali tidak
mempunyai dasar dari Alkitab.
Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, yang
berjudul "Christmas", ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut :
"Christmas was not among the earliest festivals of church, the first
evidence of the feast is from Egypt. Pagan custom centering around the
January calends gravitated to christmas. "
"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama, melainkan ia diyakini
berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah
berhala & jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari
kelahiran Yesus."
Masih dalam Encyclopedi itu juga dengan judul "Natal Day" bapak Katolik pertama mengakui bahwa :
"In the Scnptures, no one is recorded to have kept a feast or held a
great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and
Herold) who make great rejoicings over the day in which they were born
into the world. "
"Didalam Kitab Suci, tidak seorangpun yang mengadakan upacara atau
menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanya
orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora
merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."
Natal Menurut Encyclopedia Americana Tahun 1944
"Christmas...it was according to many authorities, not celebrated in ihe
first centuries of the Christian church, as the Christian usage in
gene.ral was to celebrate the death of remarkable persons rather than
their birth... " (The "Communion", which is instituted by New Testament
Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) "A feast was
established in memory of this even (Christ's birth) in the fourth
century. In the fifth century the Westem Church ordered it fo be
celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of
Sol, as no certain knowledge of the day of Christ's birth existed.
"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah
dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan
hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan
hari kelahiran orang tersebut." ("Perjamuan ci" yang termaktub dalam
Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.)
"Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai
diresmikan pada abad ke empat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat
memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus,
yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran
Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun yang mengetahui hari kelahiran
Yesus."
Asal usul Natal
Natal berasal dari kepercayaan pen-yembah berhala yang dianut oleh
masyarakat Babilonia kuno dibawah raja Nimrod (cucunya Ham, anak nabi
Nuh). Nimrod inilah orang pertama yang mendirikan menara Babel,
membangun kota Babilonia, Niniweah dll, serta kerajaan di dunia dengan
sistem kehidupan, ekonomi dan dasar-dasar pemerintahan. Nimrod ini
adalah seorang pembangkang Tuhan. Jumlah kejahatannya amat banyak,
diantaranya dia mengawini ibu kandungnya sendiri Semiramis.
Setelah Nimrod meninggal, ibunya yang merangkap istrinya menyebarkan
ajaran Nimrod bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya walaupun jasadnya
telah mati. Adanya pohon Evergreen yang tumbuh diatas sebatang pohon
kavu yang telah mati, ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan
baru bagi Nimrod. Untuk mengenang hari kelahiran Nimrod setiap tanggal
25 Desember, Semiramis menggantungkan bingkisan pada ranting-ranting
pohon itu sebagai peringatan hari kelahiran Nimrod. Inilah asal usul
Pohon Natal. Melalui pemujaan kepada Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap
sebagai "Anak Suci dari Surga'. Dari perjalanan sejarah dan pergantian
generasi ke generasi dari masakemasa dan dari satu bangsa ke bangsa
lainnya, akhirnya penyembahan terhadap berhala Babilonia ini berubah
menjadi Mesias Palsu, yaitu berupa Dewa Baal, anak Dewa Matahari.
Kepercayaan orang-orang Babilonia yang menyembah kepada "Ibu dan anak"
(Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari Babilonia
ke berbagai bangsa di dunia dengan cara dan bentuk berbeda-beda, sesuai
dengan bahasa di negara-negara tersebut. Di Mesir dewa-dewi tersebut
bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius.
Di Roma bernama Fortuna dan Yupiter, juga di negara-negara lain seperti
di China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi
Madona, jauh sebelum Yesus dilahirkan.
Pada abad ke 4 dan ke 5 Masehi, ketika dunia pagan Romawi menerima agama
baru yang disebut "Kristen", mereka telah mempunyai kepercayaan dan
kebiasaan pemujaan terhadap dewi Madonna jauh sebelum Kristen lahir.
Natal adalah acara ritual yang berasal dari Babilonia kuno yang saat itu
puluhan abad yang lalu, belum mengenal agama yang benar, dan akhirnya
terwariskan sampai sekarang ini. Di Mesir, jauh sebelum Yesus
dilahirkan, setiap tahun mereka merayakan kelahiran anak Dewi Isis (Dewi
langit) yang mereka percaya lahir pada tanggal 25 Desember.
Para murid Yesus dan orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertama,
tidak pernah sekalipun mereka merayakan Natal sebagai hari kelahiran
Yesus pada tanggal 25 Desember. Dalam Alkitab/Bible, tidak ditemukan
walau satu ayatpun Tuhan/ Allah maupun Yesus yang memerintahkan untuk
merayakan Natal, sebab perayaan setiap tanggal 25 Desember, adalah
perayaan agama Paganis (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat
Kristiani.
Upacara Natal adalah berasal dari ajaran Semiramis istri Nimrod, yang
kemudian di lestarikan oleh para penyembah berhala secara turun temurun
hingga sekarang ini dengan wajah baru yang disebut Kristen.
Sinterklas
Sinterklas atau Santa Claus sebenarnya bukan ajaran yang berasal dari
penganut paganisme (penyembah berhala) maupun Alkitab. Sinterklas adalah
ciptaan seorang Pastur yang bernama "Santo Nicolas" yang hidup pada
abad ke empat Masehi. Menurut Encyclopedia Britannica halaman 648-649
edisi kesebelas, disebutkan :
"St Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on
the 6th of December...a Legend of his surreptitious bestowal bf dowries
on the three daughters of an impoverished citizen...is said to have
originated the old custom of giving present in secret on the Eve of St.
Nicholas (Dec 6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the
association of Christmas with Santa Claus."
"St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan
oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tgl 6 Desember. Legenda ini
berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara
sembunyi-sembunyi kepada tiga orang anak wanita miskin. untuk
melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi
itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya terkaitlah antara hari
Natal dan Santa Claus..
Sinterklas Mengajarkan Kebohongan
Dalam ajaran agama manupun, semua orang tua melarang anaknya berbohong.
Tetapi menjelang Natal, banyak orang tua yang membohongi anaknya dengan
cerita tentang Sinterklas yang memberikan hadiah Natal ketika mereka
tidur. Begitu anak-anak mereka bangun pagi, didalam sepatu atau kaos
kaki mereka yang digantungkan didepan pintu rumah, telah berisi berbagai
permen dan hadiah lainnya. Oleh sebab itu Sinterklas merupakan
pembohongan yang dilakukan oleh setan yang menyamar sebagai manusia.
"Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai
malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika
pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan
mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka."(2 Kor 11:14-15)
Pohon Terang
Pohon Terang atau Pohon Natal, samasekali tidak pernah dianjurkan oleh
Tuhan maupun Yesus untuk mengadakan atau merayakannya. Itu semua
diadopsi dari ajaran agama pagan (kafir kuno). Pohon itu sendiri disebut
dengan istilah "Mistleto" yang biasanya dipakai pada perayaan musim
panas, sebagai persembahan suci kepada matahari.
Menurut Frederick J. Haskins dalam bukunya Answers to Questions disebutkan:
"The use of Christmas wreaths is believed by outhorities to be traceable
to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at
the feast which took place at the same times as Christmas. The Christmas
tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to
the Christian Era."
"Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama
penyembah berhala (paganisme) yang menghiasi rumah dan tempat
peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang.
Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno yang masanya
lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen."
Sungguh mengherankan sekali dan sekaligus memprihatinkan, ternyata
sebagian besar umat Kristiani tidak mengerti dan tidak menyadari tentang
sejarah perayaan Natal dan Pohon Terang.
Mereka begitu antusias menambut kedatangan hari Natal, bahkan jauh jauh
hari sebelumnya mereka sudah mempersiapkan dengan biaya yang begitu
besar dalam menyambut hari kelahiran Tuhan mereka. Padahal merayakan
Natal dengan Pohon Terang samasekali tidak punya dasar atau dalil
didalam kitab suci mereka sendiri. Para Pendeta dan Pastur diseluruh
dunia bahkan Uskup dan Paus, jika ditanya tentang Natal dan Pohon
Terang, pasti akan mengakui bahwa memang tidak ada dalil dan ajaran
dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan tidak ada
satu ayatpun tertulis didalam Alkitab (Bible) yang memerintahkan untuk
merayakannya.
Kata Bibel / Alkitab tentang Pohon Natal
"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah
langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit,
sekalipun bangsabangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani
bangsa-bangsa adaIah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang
ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan
tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang
memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu
sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara;
orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut
kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat
baik pun tidak dapat. " Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya Tuhan!
Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. " (Yeremia 10:2-6)
Ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali mengatakan bahwa Pohon Terang
adalah upacara penyembahan berhala yang tidak bisa berbicara, tidak bisa
berbuat jahat dan tidak bisa juga berbuat baik. Tetapi kenapa masih
saja disembah oleh sebagian besar umat Kristiani? Jawabnya karena mereka
tidak mengerti kandungan kitab sucinya, dan hanya ikut-ikutan apa kata
pemimpin agama mereka. Tidak mereka sadari bahwa justru mereka bukan
pengikut Yesus yang setia. Pengikut Yesus (Isa) yang sebenarnya adalah
ummat Islam!
Apakah Natal Memuliakan Yesus?
"Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti
mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan
engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana
bangsa-bangsa ini beribadah kepada illah mereka? Aku pun mau berlaku
begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu; sebab
segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenci-Nya, itulah
yang dilakukan mereka bagi illah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan
anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi illah mereka. (32)
Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu Iakukan dengan setia,
janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. " (Ulangan
12:30-32)
"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari
pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang
mereka ajarkan ialah perintah manusia."(Matius 19:8-9)
"Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka
ajarkan ialah perin!ah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk
berpegang pada adat istiadat manusia. " (Markus 7: 7-8)
Merayakan Natal = Melestarikan Kebohongan dan Pemborosan
Menjelang Natal akan bermunculan berbagai iklan di toko-toko, koran,
majalah dlsb. Jutaan dolar dan miliaran rupiah dihamburkan untuk promosi
berbagai barang dagangan untuk keperluan Natalan. Semuanya dikemas
sedemikian rupa sehingga tampak seperti "Malaikat Pembawa Terang",
padahal tanpa mereka sadari ajaran Yesus mereka telantarkan, karena yang
mereka rayakan adalah tradisi ajaran agama kafir kuno, bukan perintah
Tuhan ataupun Yesus
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang
di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan,
Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi
nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu
itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak
pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat
kejahatan!" (Matius 7:21-23)
"Percuma mereka beribadah kepada-Ku. sedangkan ajaran yang mereka
ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk
berpegang pada adat istiadat manusia.” (Markus 7: 7-8)
"Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?
Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan
kepada orang-orang miskin." (Matius 26:8-9)
Dari penjelasan sejarah Natal ini, jelaslah bahwa Natal itu bukan ajaran Yesus.
Yesus seumur hidupnya tidak pernah sekalipun menyuruh merayakan Natal
bagi dirinya. Merayakan dirinya sebagai seorang Nabi atau Rasul saja
beliau tidak pernah ajarkan, apalagi menyuruh merayakan kelahirannya
sebagai Tuhan!! Tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab menyatakan Yesus
lahir tanggal 25 Desember. Pendeta, Pastur bahkan Paus di Roma-pun
mengakui bahwa Natal bukan ajaran gereja. Oleh sebab itu jika ada umat
Kristiani atau siapapun yang bisa menunjukkan dalilnya dalam Alkitab
Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, kami sediakan juga hadiah uang
tunai Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) untuk satu pertanyaan ini
pula.
Dalam pandangan Islam, haram hukumnya bila ikut-ikutan merayakan Natal.
Jangankan umat Islam, bagi umat Kristiani pada dasarnya sama sekali
tidak punya satu dalilpun merayakan Natal. Umat Islam yang merayakan
Maulid Nabi Muhammad saw. itupun tidak ada Qur’an dan Sunnahnya, apalagi
merayakan Natal. Merayakan Natal sama saja merayakan "kelahiran Tuhan,"
padahal dalam pandangan Islam, Tuhan tidak lahir dan tidak pula
dilahirkan.
Jika Umat Kristiani merayakan Natal hanya sebatas Yesus sebagai seorang
Nabi atau Rasul atau seorang Utusan Tuhan, itu masih bisa dipahami.
Tetapi umat Kristiani merayakan hari Natal, bukan sebagai hari kelahiran
Yesus sebagai seorang Nabi, Rasul atau Utusan Tuhan, tetapi sebagai
hari kelahiran Yesus sebagai "Anak Tuhan'' atau "Anak Allah".
Haram hukumnya menurut pandangan Islam karena berdasarkan Al Qur`an, Yesus bukan Tuhan dan Tuhan tidak punya anak.
Badii`us samaawaati wal rdhi annaa yakuunu lahuu waladuw wa lam takul
lahuu shaahibatuw wa khalaqa kulla syaiiw wa huwa bi kulli syai-in
‘aliim.
"(Dia) pencipta langit dan bumi, bagaimana Dia mempunyai anak padahal
Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia
mengetahui seala sesuatu. " (Qs 6 Al Maa-idah 101 )
Bahkan dalam ayat lain Allah wahyukan kepada Rasul-Nya Muhammad saw,
bahwa jika Dia mempunyai anak benaran, maka orang yang mula-mula akan
menyembah anak itu adalah Rasul-Nya yaitu Muhammad saw.
"Katakanlah, "Jika Yang Maha Pengasih itu mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula menyembahnya," (Qs 43 Az Zuhkruf 89).
Bahkan dalam ayat lain Allah peringatkan kepada mereka (Yahudi dan Nashara) bahwa tidak benar Dia mempunyai anak!
Qaalut takhadzallaahu waladan subhaanahuu-huwal ghaniyyu lahuu maa fis
samaawaati wa maa fil ardhi in `indakum min sulthaanim bi haadzaa a
taquuluuna 'alallaahi maa laa ta`lamuun.
"Mereka (Yahudi dan Nashari) berkata, "Allah mempunyai anak." Allah
Mahasuci, Dialah Yang Maha Kaya, bagi-Nya apa-apa yang di langit dan di
bumi; tidak ada alasan bagi kamu tentang itu. Apakah kamu berkata
terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
Qul huwallaahu ahad, Allahush shamad, Lam yalid wa lam yuulad, Wa lam yakul Iahuu kufuwan ahad.
"Katakanlah, "Dia-lah Allah yang maha Esa. Allah tempat meminta. Dia
tidak beranak dan tidak (pula.) diperanakkan, dan tidak ada seorangpun
yang setara dengan-Nya". (Qs 112 Al lkhlash 1-4)
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Kesembilan
Buktikan siapa yang hapal Alkitab walau satu surat saja di luar kepala!
Pernah terjadi ketika dalam suatu acara Debat Islam & Kristen di
salah satu gedung di Jakarta, waktu memasuki acara tanya jawab, seorang
ahwat mengajukan satu pertanyaan kepada sang Pendeta yang bertitel
Doctor Teologi sebagai berikut :
AHWAT: "Pak Pendeta, di dunia ini ada banyak orang yang hapal Al Qur'an
diluar kepala. Apakah ada orang yang hapal Alkitab diluar kepala?"
PENDETA: "Di dunia ini tidak mungkin ada yang hapal Alkitab di luar
kepala. Sejenius apa pun orarig itu, tidak mungkin dia bisa hapal
Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu adalah buku yang sangat tebal,
jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur'an. Al Qur'an adalah
buku yang sangat tipis, makanya mudah dihapal."
Jawaban pendeta tersebut terlalu singkat, tidak rasional dan sangat merendahkan bahkan melecehkan AI Qur’an.
Dengan jawaban pak Pendeta hanya seperti itu, karena penasaran, kami
maju ke depan, merebut mikropone yang ada difangan ahwat tersebut, dan
melanjutkan pertanyaan ahwat tadi. (maaf disini kami pakai nama
pengganti HILS)
HILS : "Maaf pak Pendeta, tadi bapak katakan bahwa Al Qur an adalah buku
yang sangat tipis, makanya gampang dihapal diluar kepala. Tapi pak
Pendeta, bahwa setipis-tipisnya Al Qur'an, ada sekitar 500 s/d 600
halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tapi kenyataannya di dunia ini ada
jutaan orang yang hapal Al Qur'an diluar kepala. Bahkan anak kecil
sekalipun banyak yang hapal diluar kepala, walaupun artinya belum
dipahami. Sekarang saya bertanya kepada pak Pendeta, Alkitab itu terdiri
dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal satu surat saja diluar
kepala (1/66 saja), semua yang hadir disini jadi saksi, saya akan
kembali masuk agama Kristen lagi! Ayo silahkan pak Pendeta!"
Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin
audiens yang muslim khawatir, jangan-jangan ada salah satu Pendeta yang
benar-benar hapal salah satu surat saja di dalam Alkitab tersebut.
Seandainya ada yang hapal, berarti saya harus tepati janjiku yaitu harus
masuk Kristen kembali. Karena para Pendetanya diam, saya lemparkan
kepada jemat atau audiens Kristen yang dibelakang.
HILS : "Ayo kalian yang dibelakang, jika ada diantara kalian yang hapal
satu surat saja dari Alkitab ini diluar kepala, saat ini semua jadi
saksi, saya akan kembali masuk ke agama Kristen lagi, silahkan!!"
Masih dalam situasi tegang, dan memang saya tahu persis tidak akan
mungkin ada yang hapal walaupun satu surat saja diluar kepala, tantangan
tersebut saya robah dan turunkan lagi. Saat itu ada beberapa Pendeta
yang hadir sebagai pembicara maupun sebagai moderator. Mereka itu
usianya bervariasi, ada yang sekitar 40, 50 dan 60an tahun. Pada saat
yang sangat menegangkan, saya turunkan tantangan saya ke titik yang
terendah, dimana semua audiens yang hadir, baik pihak Kristen maupun
Islam semakin tegang dan mungkin sport jantung.
HILS : "Maaf pak Pendeta, umur andakan sekitar 40, 50 tahun dan 60an
tahun bukan? Jika ada diantara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja
BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, asalkan PAS TITIK KOMANYA, saat ini semua
jadi saksinya, aku kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak!"
Ketegangan yang pertama belum pulih, dengan mendengar tantangan saya
seperti itu, situasi semakin tegang, terutama dipihak teman-teman yang
beragama Islam. Mungkin mereka menganggap saya ini gila, over acting,
terlalu berani, masak menantang para Pendeta yang hampir ratarata
bertitel Doctor hanya hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Suasana
saat itu sangat hening, tidak ada yang angkat suara, mungkin cemas,
jangan-jangan ada yang benar-benar hapal ayat Alkitab satu lembar saja.
Karena para pendeta diam seribu bahasa, akhirnya saya lemparkan lagi
kepada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.
HILS : "Ayo siapa diantara kalian yang hapal satu lembar saja ayat
Alkitab ini, bolak balik asal pas titik komanya, saat ini saya kembali
masuk Kristen. Ayo silahkan maju kedepan!"
Ternyata tidak ada satu pun yang maju kedepan dari sekian banyak Pendeta
maupun audiens yang beragama Kristen. Akhirnya salah seorang Pendeta
angkat bicara sebagai berikut:
PENDETA: "Pak Insan, terus terang saja, kami dari umat Kristiani memang
tidak terbiasa menghapal. Yang penting bagi kami mengamalkannya."
HILS : "Alkitab ini kan bahasa Indonesia, dibaca langsung dimengerti!
Masak puluhan tahun beragama Kristen dan sudah jadi Pendeta, selembar
pun tidak terhapal? Kenapa? Jawabnya karena Alkitab ini tidak murni
wahyu Allah, makanya sulit dihapal karena tidak mengandung mukjizat!
Beda dengan Al Qur’an. Di dunia ini ada jutaan orang hapal diluar
kepala, bahkan anak kecilpun banyak yang hapal diluar kepala seluruh isi
Al Qur'an yang ratusan halaman. Padahal bahasa bukan bahasa kita
Indonesia. Tapi kenapa mudah dihapal? Karena Al Qur'an ini benar-benar
wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, sehingga dimudahkan untuk
dihapal. Soal meng-amalkannya, kami umat Islam juga berusaha mengamalkan
ajaran Al Qur’an. Saya yakin jika bapak-bapak benarbenar mengamalkan
isi kandungan Alkitab, maka jalan satu-satunya harus masuk Islam. Bukti
lain bahwa Al Qur'an adalah wahyu Allah, seandainya dari Arab Saudi
diadakan pekan Tilawatil Qur'an, kemudian seluruh dunia mengakses siaran
tersebut, kami umat islam bisa mengikutinya, bahkan bisa menilai apakah
bacaannya benar atau salah. Dan ketika mengikuti siaran acara tersebut,
tidak perlu harus mencari kitab Al Qur'an cetakan tahun 2000 atau 2005.
Sembarang Al Qur'an tahun berapa saja diambil, pasti sama. Beda dengan
Alkitab. Seandainya ada acara pekan tilawatil Injil disiarkan langsung
dari Amerika, kemudian seluruh dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang
jadi rujukan untuk di ikuti dan dinilai benar tidaknya? Sama-sama bahasa
Inggris saja beda versi, jadi sangat mustahil jika ada umat Kristiani
bisa melakukan pekan tilawatil Injil, karena satu sama lainnya berbeda."
Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu mendapat sambutan hangat
dan aplaus dari audiens yang beragama Islam. Oleh sebab itu kami serius
menyediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000.(sepuluh juta
rupiah) bagi siapa saja umat Kristiani yang bisa hapal ayat-ayat Alkitab
walau satu lembar saja bolak balik atas pas titik komanya. Bagi yang
ingin mencobanya, kami persilahkan hubungi kami bila ada yang bisa
menghapalnya diluar kepala, tanpa harus membuat satupun kesalahan.
--------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan Kesepuluh
Kuiz lnjil Lukas Berhadiah 1 (satu) mobil sedan BMW
Kelihatannya pertanyaan ini seperti main-main saja, namun kami yakinkan
bahwa pertanyaan ini sungguh benar dan serius 100%. Mobilnya-pun
benar-benar ada, bukan fiktif, jadi bisa dilihat kapan saja. Sepuluh
pertanyaan yang pertama tadipun itu semuanya serius, bukan main-main,
bahwa kami sediakan untuk setiap jawaban dari pertanyaan kami uang tunai
sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) bagi yang bisa menjawab
setiap pertanyaan. Jadi 10 (sepuluh) pertanyaan pertama tadi, jika bisa
dijawab semuanya maka total hadiahnya adalah 10 X 10.000.000 = Rp.
100.000.000.- (seratus juta rupiah).
Pertanyaannya sangat mudah, cukup dijawab berdasarkan ayat-ayat Alkitab
itu sendiri, karena Yesus sendiri yang mengatakan dan meyakinkan bahwa
apa yang dia katakan ada tertulis didalam sekian banyak kitab-kitab yang
dia sebutkan di dalam Alkitab itu sendiri. Jika bisa dijawab berarti
Alkitab itu 100% firman Allah dan anda berhak mendapatkan hadihnya yaitu
1 (satu) mobil sedan BMW
Sebelum kami berikan pertanyaannya dan juga sebelum anda menjawabnya,
ada baiknya kami sampaikan bahwa yang namanya nubuat harus digenapi,
jika tidak maka nubuat tersebut tidak benar alias bohong. Bersama ini
kami berikan sedikit contoh penggenapan suatu nubuat yang benar-benar
terjadi, seperti :
Nubuat dalam Perjanjian Lama:
"Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. (Hosea 11:1).
Penggenapan di Perjanjian Baru
"Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu
juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal disana hingga Herodes mati.
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari
Mesir Kupanggil Anak-Ku. " (Matius 2:14-15.)
Nubuat dalam Perjanjian Lama
"Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku:
"Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanak-kan pada hari ini." (Mazmur 2: 7
)
Penggenapan di Perjanjian Baru
"Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri -Nya sendiri dengan menjadi
Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya:
"Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. " (Ibrani 5:5)
Nubuat dalam Perjanjian Lama
"Roh Tuhan ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah
mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara,
dan merawat orangorang yang remuk hati, untuk memberitaan pembebasan
kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung
kelepasan dari penjara." (Yesaya 61:1)
Penggenapan di Perjanjian Baru
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab la telah mengurapi Aku, untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan la telah mengutus
Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan
penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang
tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas
4:18-19 )
Nah ayat-ayat tadi semuanya membuktikan bahwa apa yang dinubuatkan
Tuhan di dalam kitab Perjanjian Lama, itu benarbenar terjadi atau
digenapi pada kitab Perjanjian Baru. Kalau tidak terjadi atau tidak
digenapi, berarti itu bukan nubuat Tuhan, sebab tidak mungkin Tuhan
keliru atau salah.
Untuk itu kami ajukan pertanyaan berhadiah 1 (satu) mobil sedan BMW jika
ada yang bisa membuktikan ucapan Yesus sekitar nubuat tentang dirinya
yang terdapat pada Lukas 24:44-46 sebagai berikut:
44. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan
kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus
digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan
kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
45. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46. Kata-Nya kepada rnereka: Ada tertulis demikian: "Mesias harus
menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga"
Pertanyaannya adalah:
Mana bukti ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis demikian:
"Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari
ketiga" dalam kitab Taurat Musa, Kitab Nabi-Nabi dan Kitab Mazmur
Catatan : Taurat Musa ada 5 kitab, Kitab Nabi Nabi ada 33 kitab dan
Kitab Mazmur ada 1 kitab, jadi jumlahnya 39 kitab. Atau dengan kata lain
perkataan Yesus tersebut tertulis dalam semua kitab Perjanjian Lama,
sebab jumlah kitab Perjanjian lama semuanya ada 39 kitab.
Kalimat: "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada
hari ketiga" pada yat 46 ini menurut ayat 44 telah tertulis dalam kitab
Taurat, kitab Nabi-nabi dan Mazmur. Menurut ayat 45, bagi yang tidak
tahu berarti belum mengerti Alkitab.
Ternyata semua pakar Alkitab tidak mengetahui dimana letak ayat tersebut
pada Taurat Musa, kitab Nabi-nabi dan Mazmur. Pihak Kristen berapologi
bahwa konsep Mesias yang menderita memang ditemukan dalam Perjanjian
Lama, tetapi bukan dalam bentuk teks seperti yang tertulis dalam Lukas
24:46.
Tampaknya mereka kurang cerdik untuk membelanya, sebab mereka tidak membandingkan dengan :
I. Matius 12:16-20
16. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
17. supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
18. "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya
jiwaKu berkenan; Aku akan menaruh rohKu ke atas-Nya, dan Ia akan
memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
19. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
20. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang
pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, sampai Ia menjadikan hukum itu
menang.
Bunyi ayat Matius 12:18-20 ini bisa kita temukan pada Yesaya 42:1-4 yang berbunyi:
1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya
Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan
hukum kepada bangsa-bangsa.
2. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
3. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang
pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan
menyatakan hukum.
4. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai,
sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan
pengajarannya.
II. Matius 13:14-15
14. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan
mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan
melihat, namun tidak menanggap.
15. Hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan
matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya
dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu
berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Ayat-ayat ini bisa ditemukan pada Yesaya 6:9-10 yang berbunyi:
9. Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini:
Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah
sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
10. Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar
dan buatlah matanya melekat tertutup. supaya jangan mereka melihat
dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan
hatinya. lalu berbalik dan menjadi sembuh "
III. Matius 1.3::3 5
"Supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka
mulutKu mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang
tersembunyi sejak dunia dijadikan. "
Teks ayat Matius ini bisa kita temukan pada Mazmur 78:2 yang berbunyi:
"Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari
zaman purbakala."
IV. Lukas 3:4-6 berbunyi:
4. Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara
Vang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya.
5. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi
rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan
diratakan,
6. dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."
Bunyi ayat-ayat Lukas diatas dapat kita temukan dalam Yesaya 40:3-5 berikut ini:
3. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan
untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
4. Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan;
tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang
berlekuk-lekuk menjadi dataran;
5. maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan
melihatnya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya."
Lalu bagaimana dengan Lukas 24:4446 yang katanya dalam kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan Mazmur telah tertulis demikian:
"Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga"
Anggap saja ini merupakan sayembara yang berhadiah mobil BMW. Jadi bagi
siapa saja dan dari golongan agama mana saja yang bisa menjawabnya
berdasarkan Alkitab, silahkan hubungi kami setiap saat pada (021)
70984849, HP 0815.8787.627 atau HP. 081.654.25227. Hadiah bisa diambil
sewaktu-waktu dengan membawa bukti dalil dari Alkitab dari ke 39 Kitab
yang Yesus sebutkan itu. Jika tidak bisa buktikan berarti ucapan Yesus
itu adalah tidak benar alias fiktif.