إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Minggu

kelicikan paus


Kelicikan Paus

Paus dan salib bengkok
Seorang jurnalis terkenal Arab Saudi, Isham Mudir yang dikenal memiliki hubungan yang sangat kental dengan mendiang da’i Islam terkenal, Ahmad Deedat, seorang Kristolog terkemuka menegaskan, statement-statement Paus VATIKAN, Benediktus XVI yang pernah melecehkan Islam karena sejumlah besar pendeta di dalam VATIKAN yang mencapai 30 orang telah masuk Islam.!!??

Jurnalis Arab Saudi itu menjelaskan, para pendeta tersebut sekarang ini tengah disidang dan diinterogasi secara ketat guna diberikan sanksi dan pengusiran dari gereja. Demikian seperti yang dilansir Badan Penerangan Islam Internasional. Isham Mudir saat ini mengepalai sebuah Media Center yang membidangi manejemen dialog dengan barat dan pengenalan Islam. Lembaga ini didirikannya pada bulan Desember tahun 2005 pasca kasus pemuatan karikatur pelecehan terhadap Nabi SAW oleh sebuah media massa Denmark. Lembaga ini ia beri nama ‘Dar el-Bayyinah’.

Seperti diketahui, Paus VATIKAN telah menukil ucapan-ucapan pemimpin imperium Byzantium yang menyebut Nabi SAW sebagai orang yang datang ke dunia dengan kejahatan dan bertindak tidak manusiawi.!!??

Isham juga menyingkap, pasca kasus karikatur Denmark yang melecehkan Nabi SAW itu, dirinya telah meminta pemerintah Denmark untuk mempertemukannya dengan para redaktur surat-surat kabar dan pemimpin media massa di sana guna berdialog seputar karikatur tersebut namun permintaannya tersebut ditolak mentah-mentah.!! (ismo/AH)

Hidayatullah.com—Menurut pimpinan tertinggi umat Kristen Katolik sedunia Paus Benediktus XVI, seluruh penanggalan Kristen berdasarkan pada perhitungan yang salah.
Dan tanggal kelahiran Yesus yang dipercayai selama ini juga keliru, katanya dalam buku yang baru diterbitkannya.

“Kesalahan” itu dilakukan oleh seorang rahib abad ke-6 Masehi bernama Dionysius Exiguus atau juga dikenal sebagai 'Dennis the Small', kata Paus Benediktus XVI dalam buku “Yesus of Nazareth: The Infancy Narratives” yang dirilis hari Rabu (21/11/2012).

“Perhitungan awal dari kalender kita –berdasarkan pada kelahiran Yesus– dibuat oleh Dionysius Exiguus, yang membuat kesalahan dalam perhitungannya sebanyak beberapa tahun,” tulis Paus, yang mencetak perdana bukunya sebanyak 1 juta eksemplar untuk dijual ke seluruh dunia.

“Tanggal lahir Yesus yang sebenarnya lebih awal beberapa tahun,” tulisnya dibuku itu, sebagaimana dikutip The Telegraph.

Pernyataan bahwa kalender Kristen didasarkan pada premis yang salah, bukanlah hal baru. Banyak sejarawan yang sudah menyatakan Yesus diyakini lahir antara tahun 7SM dan tahun 2SM (Sebelum Masehi).

"Namun, fakta bahwa pernyataan kekeliruan penanggalan Kristen yang dipakai sekarang ini dikemukakan oleh seorang tokoh Kristen paling terkemuka sedunia, pemimpin 1 juta umat Katolik, adalah suatu hal yang sangat menyolok mata" kata The Telegraph.

Dennis the Small yang dilahirkan di Eropa Timur, dianggap sebagai “penemu” kalender moderen dan konsep era Anno Domini yang dipakai dunia sekarang ini, dia membuat sistem kalender yang berbeda dengan yang dipakai pada saat itu, yang berdasarkan pada tahun naik tahtanya Kaisar Romawi Diocletian.

Oleh karena Diocletian pernah membantai orang-orang Kristen, maka hal itu dijadikan alasan oleh rahib itu untuk membuang sistem penanggalan Romawi tersebut dan menerapkan sistem penanggalan baru yang dibuatnya berdasarkan tanggal kelahiran Yesus.

Sistem penanggalan yang dibuat Exiguus tersebut lantas diterima di Eropa setelah dipakai oleh Venerable Bede, rahib sekaligus sejarawan, untuk menandai tanggal peristiwa penting dalam karyanya “Ecclesiatical History of English People” yang selesai digarap tahun 731M.

Namun, bagaimana sebenarnya cara Exiguus alias Dennis membuat perhitungan kalender berdasarkan kelahiran Yesus, hal itu juga tidak jelas. Paus Benediktus XVI mengaku, setelah berkonsultasi dengan banyak cendikiawan dia berkeyakinan bahwa Exiguus membuat kesalahan.

Perdebatan kelahiran Yesus sendiri bukanlah hal yang baru. Banyak sejarawan dan akademisi menyakini Yesus lahir pada abad 7 SM-2 SM atau antara 6 SM-4 SM. Kitab Injil sendiri tidak secara detail menyebutkan kelahiran Yesus.
Dionysius diduga melakukan penghitungan berdasarkan saat Yesus melakukan “pelayanan” dan pada saat Yesus di Baptist pada jaman kekaisaran Tiberius. “Tidak ada referensi tentang kapan Yesus lahir di dalam Alkitab, kita semua tahu Yesus lahir saat masa kepemimpinan Herodes, yang meninggal sebelum tahun 1 AD. Telah disimpulkan sejak lama bahwa Yesus lahir sebelum 1 AD, namun tak ada yang tahu pasti,” ujar Profesor Penafsiran Kitab Suci pada Oriel College, Oxford University.
Bibel tidak menyebutkan dengan jelas tanggal kelahiran Yesus. Exiguus kelihatannya mendasarkan perhitungannya pada referensi tidak pasti tentang usia saat Yesus memulai misinya dan fakta bahwa dia dibaptis pada masa kekaisaran Tiberius. 

Pengakuan kesalahan secara resmi juga pernah dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1992 karena keputusan gereja katolik roma yang sudah menjatuhkan hukuman terhadap Galileo Galilei pada tahun 1632, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan. 
Untuk menyadari kebodohanya karena telah menjatuhi hukuman terhadap seorang ilmuwan gereja katholik roma membutuhkan waktu selama 3.5 abad, dan 20 abad adalah waktu yang diperlukan gereja katholik roma untuk menyadari tentang kekeliruanya mengenai penanggalan kelahiran Yesus ini...!?.

Tradisi Natal dari Pagan
Dalam bukunya, Paus Benediktus XVI mempertanyakan materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, sinterklass, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, yang menurutnya sebenarnya tidak ada.

Paus Benediktus XVI juga mengangkat perdebatan mengenai tempat kelahiran Yesus, yang menurut sebagian orang di Nazareth dan sebagian lain di Betlehem (Bait Lahim), yang keduanya terletak di Palestina.

Penyataan tentang kekeliruan penanggalan Kristen diperkuat oleh John Barton. Menurut profesor pakar tafsir naskah-naskah suci Kristen di Oriel College, Universitas Oxford, itu kebanyakan akademisi sepakat dengan Paus bahwa kalender Kristen salah, dan bahwa Yesus dilahirkan beberapa tahun lebih awal dibanding yang disangka orang selama ini. Kemungkinan, kata Barton, Yesus dilahirkan antara tahun 6SM dan 4SM.

“Di Bibel tidak ada refensi yang menyebukan kapan dia dilahirkan –semua yang kita tahu hanyalah dia dilahirkan pada masa Herod yang Agung, yang wafat sebelum 1M,” katanya Barton kepada Daily Telegraph. “Sudah sejak lama diduga bahwa Yesus dilahirkan sebelum 1M. Tidak seorang pun yang tahu kepastiannya.”

Pemikiran bahwa Yesus dilahirkan pada 25 Desember juga tidak memiliki basis fakta sejarah. “Kami bahkan tidak tahu pada musim apa dia (Yesus) dilahirkan. Semua pemikiran tentang perayaan kelahirannya selama masa paling gelap dari sepanjang tahun, kemungkinan berkaitan dengan tradisi pagan dan titik balik matahari di musim dingin.” jelas Barton.


Paus sampai mengundurkan diri,ada apakah gerangan dengan Paus Benedictus XVI dengan nama asli Joseph Alois Ratzinger lahir 16 April 1927, Menyatakan diri akan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Paus mulai 28 Februari 2013, pukul 20.00?.

Sebab jarang sekali ada Paus yang mengundurkan diri, Paus terakhir yang mengundurkan diri 6 abad silam (tahun 1415) adalah Paus Gregory XII.

Dalam pesan terakhirnya Paus Benediktus mengatakan, dirinya mengerti bahwa keputusan pengunduran dirinya itu baru terjadi setelah 600 tahun lalu. Namun, dia menyebut keputusan yang sangat berat itu tidak lain untuk kebaikan Gereja Katolik Roma.

Tak kuat dengan beban banyaknya permasalahan dalam tubuh Vatikan dan gereja Katolik sejagat saat dirinya berkuasa, Paus Benediktus XVI menyebut ada kalanya saat-saat kegembiraan datang, namun ada kalanya Tuhan terlihat seperti sedang tertidur.

Blak-blakan, Paus asal Jerman yang memiliki nama asli Joseph Aloisius Ratzinger ini menuding bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Tuhan sepertinya sedang tertidur dan membiarkan dirinya ternoda oleh berbagai skandal, termasuk pelecehan seksual pada anak-anak. Paus juga menyebut Tuhan membiarkan dirinya tercoreng saat pelayan pribadinya, Paolo Gabriel mencuri dokumen rahasia dan penting menguak kebobrokan Takhta Suci.

 “There were times when it seemed the Lord was sleeping,” ujarnya seperti dikutip the Daily Mail. (Ada saat-saat ketika tampaknya Tuhan sedang tidur).


rupanya paus benedict paham sekali kandungan alkitab yang menyebutkan bahwa tuhan memang pernah tidur 

"Lalu terjagalah Tuhan, seperti orang yang tertidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur;" mazmur 78:65


Sebagaimana diketahui, selama delapan tahun masa jabatannya sebagai pemimpin umat Katolik sejagat, Paus Benediktus XVI telah ternoda oleh berbagai skandal, termasuk pelecehan seksual terhadap anak-anak dan yang baru-baru ini mencuat adalah kasus terbongkarnya dokumen pribadi dia oleh Paolo Gabriel, kepala pelayan pribadinya.

Kebobrokan Vatikan mencuat ketika media mengungkap maraknya berbagai skandal seksual, korupsi, kronisme, dan kasus suap yang disebut-sebut sebagai “VatiLeaks" (bocoran vatikan).

Vatileaks terungkap pada Januari 2012 ketika serangkaian dokumen internal bocor ke media Italia. Setelah kejadian tersebut, wartawan Italia Gianluigi Nuzzi memicu perhatian publik dengan sebuah buku berjudul “His Holiness: Pope’s Benedicts XVI’s Private Papers.” Buku ini membongkar intrik dan skandal di Vatikan, dengan dukungan bukti-bukti dokumen dan surat-surat rahasia yang ditujukan dan juga berasal dari Paus serta sekretaris pribadinya.
 

Vatileaks
Sejak mencuatnya dugaan VatiLeaks tahun lalu, Paus membentuk tim investigasi yang terdiri dari tiga kardinal yakni Kardinal Spanyol Julián Herranz, Kardinal Slovakia Jozef Tomko serta Kardinal Salvatore De Giorgi, bekas Uskup Agung Palermo. Mereka diminta menyelidiki sejumlah tuduhan seperti penyelewengan keuangan, kronisme, dan korupsi di Vatikan.

Pada 17 Desember lalu, tiga kardinal menyerahkan dua bundel berkas kepada Benediktus. Hasil penyelidikan yang dituangkan dalam berkas setebal masing-masing 300 halaman itu mengungkap sejumlah peta kejahatan di dalam tubuh Vatikan yang melanggar Sepuluh Perintah Allah (the Ten Commandments), terutama nomor enam mengenai perzinahan dan nomor tujuh tentang pencurian.

“Pada hari itulah, dengan berkas-berkas di mejanya, Benediktus XVI mengambil keputusan yang telah begitu lama dia renungkan,” tulis La Repubblica, Kamis (14/2/2013).


Terhadap Islam, Paus Benediktus pernah memicu kontroversial. Seperti dalam pidatonya pada jelang akhir tahun 2006, dengan mengutip dokumen dari Theodore Khoury tentang sebuah dialog di Angkara, Turki, tahun 1391, antara Kaisar Byzantium Manuel II Paleologus dan seorang intelektual Muslim asal Persia,
Paus Benediktus menghujat Islam, “Tunjukkan kepadaku apa kabar baru yang dibawa Muhammad, dan kalian akan menjumpai hal-hal yang tidak manusiawi, sebagaimana perintahnya menyebarkan dengan pedang agama yang dipeluknya”.
Hal itu sempat membangkitkan kemarahan umat muslim sedunia. Namun kemudian, Paus menyatakan permintaan maaf.

Juga tahun 2008, Paus Benediktus pernah membaptis seorang yang dimurtadkan kristen bernama Magdi Alam kelahiran Mesir. Hal itu menimbulkan polemik bagi kalangan Islam, juga orang Katolik sendiri.

Awal tahun 2011, ribuan umat Islam di Pakistan memprotes pernyataan Paus Benediktus XVI tentang hukum penghujatan terhadap negara itu. Saat itu Paus meminta hukuman mati bagi para penghina Islam agar direvisi kembali.

Terakhir menjelang Natal 2012, Paus Benediktus memberikan pernyataan bahwa kelahiran Yesus Kristus bukan pada 25 Desember. Bahkan ia menyebut seluruh penanggalan Kristen salah.

Benarkah apakah alasan tua dan kesehatan? "Karena alasan ini dan menyadari keseriusan dalam bertindak, maka dengan kebebasan penuh, saya menyatakan bahwa saya harus meninggalkan pelayanan Uskup Roma, Penerus Santo Petrus," kata Paus Benedictus XVI, meninggalkan tanggung jawabnya sebagai wakil 'tuhan', seperti dilaporkan New York Times.

Apakah Paus adalah manusia pilihan yang bebas dari dosa, namun faktanya Paus juga manusia yang berdosa bahkan jahat, inilah daftar paus yang jahat berdasarkan situs oddee.com 


Pope Steven IV
1. Paus Steven IV (Berkuasa tahun 896-897).
Paus pertama yang paling buruk sepanjang sejarah Negara Vatikan. Punya dosa dipercaya tidak bisa diampuni. Dia membenci pendahulunya, Paus Formosus lantaran tidak melakukan fungsi uskup dengan baik sebelum menjadi paus dan perselisihan Formosus dengan Paus Yohanes VIII. Paus Steven IV lantas menggali kuburannya yang sudah membusuk dan menempatkan mayat Formosus di atas kursi pesakitan untuk diadili dan mayat ini untuk menjawab pertanyaan hakim, pengadilan di "Sinode Kadaver", Januari, 897.. Mayat Formosus dinyatakan bersalah. Hukumannya, Steven IV memotong tiga jari tangan kanan Formosus dipercaya tangan penuh berkat, melucuti jubah paus, lalu menguburkannya kembali.

2. Paus Sergius III (Berkuasa tahun 897-911)
Dia menjadi aktor di balik pembunuhan salah satu paus tidak disebutkan namanya, dan selalu mengundang pelacur ke ruangan pribadinya. Paus Sergius diketahui pernah mempunyai anak dari penjaja seks tidur dengannya. Dia bahkan melakukan praktek incest yaitu menikahi putrinya sendiri, Marozia 


3. Paus Yohanes XII (Berkuasa tahun 955-964).
Dia menjadi paus kontroversial dalam catatan sejarah kelam Vatikan. Diketahui Yohanes XII pengunjung setia rumah bordil dan pernah memperkosa penziarah perempuan masih perawan di lingkungan Gereja Santo Petrus. Paus Yohanes XII juga gemar berjudi dan mabuk. Pada 964, dia meninggal sebab luka dalam dihujamkan seorang lelaki tidak disebutkan namanya. Lelaki itu menghajar Yohanes XII sebab berselingkuh dengan istri dia.

4. Paus Yohanes XV (Berkuasa tahun 985-996).
Dia dikenal sebagai paus paling tamak dan rakus pada harta kekayaan Vatikan. Secara sembarangan, dia membelah dana kas Vatikan untuk diberikan pada keluarganya.

5. Paus Benediktus IX (Berkuasa tahun 1032-1044 perpanjang sampai 1048)
Dia salah satu paus paling buruk kedua. Dia menjual gelar pausnya dua kali untuk mendapatkan kekayaan. Paus Benediktus IX menikah, menjadi pelaku seks sesama jenis, bahkan pernah menggunakan pantat binatang untuk memuaskan hawa nafsunya. 

6. Paus Innocent IV (Berkuasa tahun 1243-1254)
Dia kerap melakukan penyiksaan pada mereka yang berseberangan pemikiran dengan paus dan pemuka agama. Misalnya terhadap ilmuwan Galileo yang dikutuk dan dikucilkan.

7. Paus Urbanus VI (Berkuasa tahun 1378-1389).
Dia dikenal sangat kejam dan tidak segan menyiksa Kardinal yang menentangnya. Semasa pemerintahannya, hampir setiap malam terdengar teriakan dan rintihan kesakitan dari gereja. Paus Urbanus VI akhirnya digantikan oleh Paus Martin V atas desakan para Kardinal.

8. Paus Alexander VI (Berkuasa tahun 1492-1503)
Dia paus menyukai pesta. Alexander VI juga seorang pelaku seksual dengan anak kandungnya sendiri bernama Lucrezia, bahkan mensodomi anak laki-lakinya, Cesare.
Paus Alexander VI setiap malam mengadakan pesta seks. Dia mengundang penari seluruhnya lelaki dan gigolo untuk memuaskan birahinya.


9. Paus Leo X (Berkuasa tahun 1513-1521)
Dia menjadikan Vatikan menjadi negara paling nyaman untuk melakukan kejahatan. Ucapannya paling terkenal dikatakan pada saudaranya, Giuliano, dirinya telah diberi gelar paus oleh Tuhan dan harus dinikmati. Banyak Kardinal mengkritik Paus Leo X sebab terlalu banyak menghambur-hamburkan uang negara untuk kesenangan pribadinya. Leo X pun merencanakan pembunuhan beberapa Kardinal yang berseberangan pemikiran dengan dirinya.

10. Paus Clement VII (Berkuasa tahun 1523-1534).
Dia seorang terampil berpolitik dan diplomat ulung. Namun dia belum banyak pengalaman hingga akhirnya mempunyai hubungan buruk dengan Kaisar Charles V dari Ibu Kota Roma, Italia, lantaran kerap memberitahukan kondisi negara itu pada Prancis, Spanyol, dan Jerman. Paus Clement VII dipecat dan membuatnya depresi berat. Dia paus paling dibenci rakyat Italia dan di cap sebagai pengkhianat negara.

RAHASIA DIBALIK PENGUNDURAN DIRI PAUS BENEDIKTUS KE-IX
Seorang peneliti Saudi mengungkapkan dalam perbandingan agama, kristenisasi dan urusan Vatikan, Direktur Essam.
Alasan sebenarnya Paus Vatikan yang mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri, yang mengguncang komunitas Katolik di seluruh dunia, sebagai Paus pertama kali yg mengundurkan diri sejak 6 abad yang lalu.

Melalui akun nya di twitter mengungkapkan apa yg tersingkap dari faktor faktor sebenarnya, pengunduran diri Paus Benediktus yg ke 16 ini disiarkan pertama kalinya. Dia mengatakan, penyebab utama penguduran diri Paus adalah setelah terjadinya kekacauan dari kalangan gereja Vatikan, terhadap Injil Lama yg di dalamnya terdapat Nama Rasul Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam, yang sampai saat ini masih berada di Vatikan.

Terdapat 3 orang dalam Vatikan itu yg menyembunyikan kesilamannya. Dan Paus selalu berusaha mencari tahu mereka. Dan salah satu diantara mereka adalah penanggung jawab pembuatan surat pernyataan pengampunan dosa (dalam agama Khatolik). Dan ada salah satu yang mengumumkan keislamannya. Akibatnya dampak dari diumumkannya keislaman dia. Dia pindah ke Afrika Selatan dan tinggal di sana. Di negaranya Ahmad Deedat. Syaikh Ahmad Deedat lah yg menjadi sebab keislamannya.

Beliau menegaskan dalam akun twitter nya bahwa sebenarnya pengunduran diri Paus Benediktus IX bukanlah karena sakit. Karena sebelumnya Paus Yohanes II usianya lebih tua dan penyakitnya lebih parah, namun ia tidak mengundurkan diri dari keuskupan gereja Vatikan. Ini adalah argumentasi untuk menghadapi media.

Dan dia juga telah menentang Vatikan yg telah mendustai kabar keislaman 35 uskup dan pendeta dari pembesar pembesar Vatikan. Kebanyakan mereka menyembunyikan kesilamannya karena kekhawatiran terhadap keselamatan hidupnya, sebagian kecil juga ada yg mengundurkan diri. Dan Paus memilih untuk diam selama 6 tahun. Vatikan sampai saat ini masih belum memiliki kekuatan untuk membantah kabar keislaman 35 uskup tadi. Maka Paus Benediktus IX pun mengundurkan diri.

Dia juga menambahkan Paus juga berusaha untuk menutupi keislaman mereka dengan melakukan hujatan terhadap islam dan hinaan kartun Nabi Muhammad secara terang terangan pada tahun 2006. Namun usahanya justru menjadikan senjata untuk dirinya sendiri yang berujung pada pengunduran dirinya.

Dia mengisyaratkan bahwa dokumen dokumen Vatikan yg menyelidiki surat pernyataan itu tidak seorang pun mengetahuinya sampai saat ini ditangan siapa surat itu berada. Akan tetapi seorang pengamat mengatakan bahwa Paus menghilangkannya bersamaan dengan keluar dari kantor tugasnya segera.

Dia jg menegaskan terdapat arsip arsip pemberhentian Paus dan penangkapan nya di beberapa negara yg dikunjunginya karena keterlibatannya dalam menutup-nutupi kekerasan dan skandal seksual.

Dan peneliti ini menutup dengan memotivasi para da’i dan ulama untuk melakukan kegiatan dakwah dengan istiqomah untuk mendakwahi orang orang khatolik dari pengkultusan terhadap Paus dan uskup dibawahnya menuju penyembahan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN