إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Minggu

TAUHID KRISTEN


 KRISTEN TAUHID, ALIRAN KRISTEN DI INDONESIA YANG MENOLAK MEMPERTUHANKAN YESUS


Sangat menarik, bahwa dari sekian banyak aliran Kristiani di Indonesia, ternyata ada aliran yang menganut “ajaran Tauhid” (baca: keesaan Tuhan), menolak konsep Trinitas, dan menolak kepercayaan bahwa Yesus adalah Tuhan atau putra Allah. Aliran ini namanya Unitarian. 



Menurut Lukas Kristanto, yang mengaku anggota aliran Unitarian di milis ppiindia, aliran unitarian adalah aliran yang menjunjungi tinggi basis keimanan Abrahamik atau ajaran ketuhanan Abraham/Ibrahim. Abrahamik teguh memegang prinsip keesaan Tuhan. Ajaran yang dibawa Musa, Isa (Yesus) dan Muhammad berawal dari ajaran Abraham/Ibrahim. Di Indonesia, aliran unitarian dari kelompok Frank Donald menamakan dirinya: Kristen Tauhid.

Dalam pandangan aliran Unitarian, Allah (Elohim, bahasa Ibrani) tidak mungkin inkonsisten dalam menurunkan ajaran keimanan kepada umat-Nya di sepanjang sejarah manusia. Kalau Abraham diajarkan tentang ke-Esaan Tuhan oleh Allah, seluruh keturunan Abraham akan mengikuti sejarah pengajaran itu secara linier. Ajaran Allah berkembang dinamis dan progresif secara linier, polanya tetap meskipun berkembang terus. Jadi, konsistensi Tuhan yang jadi pegangan aliran ini. Pola Allah-nya Abraham tidak mungkin unlinier.

Yang kedua, berdasarkan analisa kaum Unitarian, di dalam Injil sinoptik (Matius, Markus, Lukas) dan Injil Apokaliptik (Yohanes), tidak ada satupun ayat yang merupakan pernyataan langsung Yesus (eksplisit) yang menyatakan dirinya Tuhan. Sedangkan kata-kata implisit selalu dihubungkan dengan teks Bapa dan Aku menjadi satu (terutama di Injil Yohanes), seolah-olah ada kesatuan personaliti Allah dan Yesus, sehingga Yesus dianggap Tuhan. Bagi aliran Unitarian, itu dianggap metafora yang berlebihan. Maka, aliran ini sering dituduh sebagai pengembang ajaran Arius (Arianisme), yang dinyatakan sesat dalam Konsili Nicea 325 oleh Kaisar Konstantin, padahal keputusan itu berbau politis.

Ketiga, Yesus dianggap Tuhan baru muncul di abad ke-3, terutama ketika surat-surat Paulus mulai beredar saat itu. Paulus (ajaran Paulian) dianggap sebagai basis keimanan Kristen saat ini, yang mempertuhankan Yesus (deification) , terutama teori Kenosis (Tuhan mengosongkan dirinya menjadi manusia), Filipi 2: 5-11. Menurut aliran Unitarian, Allah (Elohim) itu absolut dan kekal, tidak mungkin masuk ke alam tidak kekal (fana), apalagi menjadi manusia. Allah tidak antromorphisme (berwujud manusia). Allah itu immaterial, bukan material..

Secara eksplisit dan implicit, tidak ada kata Trinitas dalam Bible. Istilah ini hanya penafsiran dogmatis. Aliran Unitarian memandang Trinitas prinsipnya tidak berbeda dengan ajaran-ajaran Tritheisme, semacam ajaran Mesir kuno: Isis-Osiris- Horus, dan ajaran semacamnya, yang banyak muncul sebelum Kristen itu lahir.

Di Perancis, ajaran Unitarian berkembang pesat, terutama ketika kegairahan para arkeolog, theolog dan historian menyelidiki secara serius manuskrip-manuskrip kuno, termasuk Gulungan Laut Mati (Dead Sea Scroll). Pada gulungan yang ditemukan tahun 1947 ini, ternyata tidak ada indikasi ajaran Trinitas, penebusan dosa dan inkarnasi (Tuhan menjadi manusia)

Lalu, siapa tuhan yang disembah kaum Unitarian? Yang disembah adalah Tuhan Abraham yaitu Elohim (Allah). Aliran ini percaya, Yesus hanya sebagai nabi dan rabbi, bukan Tuhan. Yesus hanyalah seorang nabi yang diutus untuk mengembalikan iman Israel yang sudah terkontaminasi dengan paganisme dan mitos-mitos.



Juga aliran Unitarian tidak mempercayai Roh Kudus sebagai Tuhan. Bagi kaum Unitarian, Trinitas itu rekayasa pemikiran manusia yang dipaksakan pada Konsili Chalcedon tahun 451, yang benihnya ada sejak Konsili Nicea 325 dan Konstantinopel 381. 


Menuruit Lukas Kristanto, aliran Unitarian saat ini sama nasibnya dengan Saksi Yehowa, dan Gereja Mormon, yaitu dianggap sesat oleh PGI (institusi yang menganggap mewakili gereja-gereja Kristen). 



Soal legitimasi terhadap kaum Unitarian ini menjadi masalah, karena orang yang berfaham Unitarian akan sulit mendirikan tempat ibadah. Mereka harus mendapatkan rekomendasi dulu dari PGI. Sementara PGI menganggap Unitarian bukan denominasi PGI dan bahkan dianggap sesat. Apalagi yang berhubungan dengan legalitas pernikahan kaum Unitarian!

Tetapi kaum unitarian tidak mempermasalahkannya , karena ini masalah esensi iman (faith essence). Esensi iman tidak membutuhkan pengakuan birokratis (bureaucracy recognition) , tidak pula membutuhkan pengakuan sosial (social recognition) , hanya bersandar pada pengakuan historis (historical recognition) .

Lukas Kristanto mengimbau untuk melihat asal istilah Kristen secara historis. Kata Kristen berasal dari bahasa Yunani Khristianos (Inggris = Christian) , berakar dari kata Khristos. Khristianos artinya pengikut atau murid Kristus. Makna implementatifnya adalah semua orang yang mengikuti ajaran-ajaran Kristus. 



Dalam PB kata ini pertama kali dipakai di Antiokhia (Kisah Rasul 11:26). Kata Kristen pada ayat ini bukan bersifat menamakan diri sendiri (self-naming) oleh murid-murid pada saat itu, tetapi penamaan itu dilakukan pihak lain. Menurut Xavier Leon-Dufour, guru besar theologi Lyon-Fourviere, penamaan itu diberikan oleh pemerintah Roma. Sifat kalimat pada ayat tersebut berbentuk pasif (pasive sentence), yang berarti orang ketiga-lah yang memberi nama itu.

Masyarakat Kristen di Antiokhia pada saat itu belum mempunyai formasi theologi yang jelas, belum ada doktrin Trinitas, Inkarnasi, Kenosis, penebusan dosa, dan lain-lain. Kata Kristen masih terkait dengan murid-murid, yang setia menjalankan ajaran-ajaran rabinik Yesus. Khususnya, ajaran-ajaran moral Kotbah Yesus di bukit (Matius 5-7), dan ajaran keesaan Allah, karena sejak bangsa Yahudi berserakan (Yahudi diaspora), ajaran sinkretisme bercampur dalam keimanan Yahudi.

Jadi secara etimologi dan secara biblikal, tidak ada ayat dalam Bible yang dengan lugas mengatakan bahwa percaya pada Kristus yang disalib sebagai juru selamat disebut Kristen. Itu hanya pengakuan gereja, yang dilembagakan dan akhirnya menjadi dogma.
Kaum Unitarian percaya Yesus mengajarkan keesaan Tuhan (Tuhan), dan kaum ini menganggap dirinya Khristianos (Kristen), pengikut ajaran Yesus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN