إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Jumat

bacaan


KEHADIRAN Yesus 1914 & Keruntuhan Yerusalem 607 SM


Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa 2013
SALAH SATU pengajaran sesat organisasi Saksi Yehuwa yang akan membawa kebinasaan kekal pada orang-orang yang menganutnya adalahkeyakinan akan kehadiran Yesus Kristus secara tak terlihat pada tahun 1914. Menurut Saksi Yehuwa, pada tahun itu juga Yesus Kristus ditakhtakan di surga. Kita lihat kutipan berikut yang menyatakan bahwa orang-orang Kristen berada di bawah kuasa Setan karena dianggap tidak memahami bahwa Kristus telah hadir pada tahun 1914:
Orang-orang pada umumnya berada di bawah kuasa Setan, dan mereka tidak tanggap terhadap makna peristiwa-peristiwa dunia. Mereka tidak memahami bahwa Kristus telah hadir dalam kuasa Kerajaan. Akan tetapi, para pengikut Kristus yang sejati siap siaga dan memahami makna sesungguhnya dari apa yang terjadi selama abad yang lalu. Sejak tahun 1925, Saksi-Saksi Yehuwa telah menyadari bahwa Perang Dunia I dan berbagai peristiwa setelahnya menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Kristus dalam kuasa Kerajaan surgawi dimulai pada tahun 1914. Maka, hari-hari terakhir dari sistem fasik Setan ini telah dimulai. Banyak orang yang jeli, meskipun tidak memahami maknanya, mengakui betapa besar perbedaan periode sebelum Perang Dunia I dengan periode setelahnya. (Menara Pengawal, 15/3/2009, hlm. 16, bold dan italic ditambahkan)
Mengapa saya katakan pengajaran ini sesat? Bagi saya; menilai suatu ajaran Saksi Yehuwa sesat atau tidak bukanlah didasarkan pada penafsiran ayat-ayat Alkitab. Tapi lebih sederhana yaitu — salah satunya kriterianya — didasarkan pada penipuan danpembohongan yang dilakukan oleh organisasi Menara Pengawal untuk mendukung dan membenarkan doktrinnya. Mengapa? Karena tidak mungkin suatu organisasi yang mengaku mengajarkan kebenaran berdasarkan Alkitab dan mengklaim dirinya beroleh pemilihan ilahi oleh Yesus Kristus tahun 1918/1919 tetapi pada waktu yang sama organisasi Kristen palsu ini ternyata menipu dan mendustai para pengikutnya, Saksi-Saksi Yehuwa khususnya dan pembaca publikasi Menara Pengawal pada umumnya. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah kebenaran, kudus dan tidak dapat berdusta (Bil. 23:19), oleh karena itu tidak mungkinmenggunakan sebuah organisasi yang gemar melakukan dusta dan penipuan untukmenunjang dan membenarkan doktrinnya. 

Untuk buktinya, silahkan Saudara ikuti bahasan berikut ini.

Kehadiran Kristus 1914 Dan Kehancuran Yerusalem 607 SM

Seperti yang saya telah uraikan di atas. Organisasi Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa Tuhan Yesus sudah hadir dan memerintah sebagai raja di surga sejak tahun 1914. Pengajaran doktrin ini merupakan salah satu inti dari seluruh ajaran Saksi-Saksi Yehuwa. Tidak seorang pun dapat menjadi seorang “Kristen sejati” (tentunyamenurut Saksi Yehuwa) yaitu Saksi Yehuwa secara sah tanpa mempercayai doktrin ini. Bahkan jika ada seorang Saksi Yehuwa terbaptis meragukan doktrin ini, ia akan mendapatkan konseling dari penatua dan jika bersikukuh untuk tidak mempercayainya, maka ia akan dipecat. Silahkan klik SAKSI YEHUWA: Alkitab, Keanggotaan Dan Pemecatan untuk pembahasannya. Ya, bagi seorang Saksi Yehuwa, tidak cukup percaya kepada Alkitab, Allah dan Yesus Kristus untuk menjadi seorang “Kristen” Saksi Yehuwa. Tetapi seseorang harus mutlak mempercayai seluruh doktrin yang diajarkan organisasi Allah ini melampaui keyakinan pada Alkitab, Allah dan Yesus. Memang terdengar sangat menggelikan. Tapi ini adalah fakta. Silahkan baca juga artikel SAKSI YEHUWA: PERCAYA YESUS, ALLAH & ALKITAB? yang merupakan analisa psikologi kultus bagaimana tanpa sadar, seorang Saksi Yehuwa sebenarnya adalah penyembah organisasi Saksi Yehuwa, bukan Allah.

Tentunya sebagai orang awam bertanya-tanya; dari mana organisasi Saksi Yehuwa dapat menyimpulkan bahwa pada tahun 1914 Kristus sudah hadir dan memerintah sebagai raja di surga? Silahkan Saudara klik artikel Kerajaan Allah Didirikan 1914untuk memahami hitung-hitungannya yang “katanya” didasarkan pada kronologi waktu yang dinyatakankan Alkitab. Bagi kita orang Kristen, perhitungan tersebut seperti perhitungan kode TOGEL (Toto Gelap) 

Penghancuran Kota Yerusalem 607 SM
Jika Saudara memperhatikan angka-angka di link Kerajaan Allah Didirikan 1814 maka yang menjadi dasar dari perhitungan Lembaga Menara Pengawal adalah tahun 607 SM yaituberdasarkan kejatuhan atau kehancuran kota Yerusalem oleh tangan bangsa Babilonia yaitu raja Nebukadnezar. Dan menurut organisasi Saksi Yehuwa, berdasarkan bukti sejarah, kehancuran atau keruntuhan kota  Yerusalem terjadi pada tahun 607 SM

Kita lihat di samping merupakan lampiran dari  buku “Firman Allah Untuk Kita Melalui Yeremia” hlm. 55 dengan keterangan berikut ini:
Saat Saudara membaca tentang Yeremia dan Ebed-melekh, apakah Saudara yakin bahwa mereka benar-benar ada? Belum lama ini, kisah di Yeremia pasal 38 yang menyebutkan nama-nama itu mendapat dukungan tambahan dari dua penemuan di Kota Daud kuno.

Arkeolog Eilat Mazar melaporkan tentang penemuan sebuah cap meterai tanah liat kecil, atau bulla. Benda itu ditemukan pada tahun 2005 sewaktu dilakukan penggalian lapisan tanah yang berasal dari masa penghancuran Yerusalem pada tahun 607 SM. Meterai itu memuat nama Ibrani kuno ”Yehukhal ben Syelemyahu”, atau dalam bahasa Indonesia ”Yukal putra Syelemia”.

Belakangan, pada lapisan yang sama dan hanya beberapa meter jauhnya, sebuah bulla lain ditemukan. Benda itu memuat nama ”Gedalyahu ben Pasyur”, atau ”Gedalia putra Pasyur”.

Sekarang bacalah di Yeremia 38:1 nama dua pembesar yang mendesak Raja Zedekia untuk menghukum mati Yeremia, rencana yang digagalkan oleh Ebed-melekh. Ya, orang-orang yang namanya tercantum di Yeremia pasal 38 memang benar-benar ada.
Ya, organisasi Saksi Yehuwa menyebut seorang arkeolog bernama Eilat Mazar yang menemukan cap meterai tanah liat kecil (bulla) yang memuat nama-nama orang yang tercantum di kitab Yeremia pasal 38 dan nama tersebut sangat sesuai dengan keterangan Alkitab sehingga antara keterangan Alkitab dan bukti sejarah cocok. 

Saya ingin menarik perhatian Saudara akan pernyataan Menara Pengawal “Benda itu ditemukan pada tahun 2005 sewaktu dilakukan penggalian lapisan tanah yang berasal dari masa penghancuran Yerusalem pada tahun 607 SM” seolah-olah arkeolog Mazar benar-benar menggali penemuan lapisan tanah yang bersumber dari masa penghancuran Yerusalem pada tahun 607 SM. Adalah benar bahwa Eilat Mazar melakukan penggalian pada tahun 2005, tetapi apakah benar arkeolog Eilat Mazar percaya bahwa penghancuran Yerusalem terjadi pada tahun 607 SM

607 SM vs 586 SM Saksi Yehuwa
Arkeolog Eilat Mazar
Nah, ini hal yang sangat menarik untuk dikaji. Di samping merupakan gambar dari arkeolog Eilat Mazar seperti yang disebutkan oleh publikasi Lembaga Menara Pengawal. Figure Eilat Mazar dan hasil penemuannya berupa bulla, peralatan rumah tangga dan wawancaranya dapat dilihat di PBS(Public Broadcasting Service) dengan judul “The Palace of King David”. Di bawah ini saya terjemahkan secara bebas sebagian wawancara tersebut dengan fokus kehancuran atau kejatuhan kota Yerusalem.
Bagaimana istana Daud berakhir? Apakah Anda menemukan bukti dalam penggalian Anda?

Kami belum memiliki bukti yang jelas dari kehancuran tersebut. Mungkin dimasa depan. Tapi saya percaya bahwa itu adalah bagian dari kehancuran besar Yerusalem pada tahun 586 SM oleh Babilonian. Kami memiliki banyak bukti lain kehancuran di dekatnya.

Adakah beberapa bukti pertama dari kehancuran yang Anda dan ekskavator lainnya temukan di daerah sekitar?

Pada awal 1980-an, Profesor Yigal Shiloh, mentor saya, menggali sebuah wilayah yang meliputi apa yang dikenal sebagai Ruang Pembakaran dan Rumah Bulla. Dalam lapisan kehancuran tersebut, ia menemukan tembikar khas periode itu bersama dengan kepala panah yang menunjukkan bahwa beberapa pertarungan dilakukan di sini. Itu benar-benar mengungkapkan kehancuran Yerusalem oleh Babilonian pada tahun 586 SM.

Dan lebih banyak bukti untuk invasi dan kehancuran juga sudah muncul, apakah itu benar? Ya. Dalam penggalian saya di Ophel, ke selatan dari Temple Mount, saya menemukan sebuah struktur kerajaan yang tampaknya telah dihancurkan oleh api besar sekitar 586 SM. Saat kami menggali, tangan kami hitam dengan abu. Dan Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Babel menyebabkan rumah-rumah itu terbakar.

How did the palace of David come to an end? Have you found evidence in your excavation?

We do not yet have clear evidence of the destruction. We may in future seasons. But I believe that it was part of the great destruction of Jerusalem in 586 B.C. by the Babylonians. We have lots of other evidence of this destruction nearby.

What was some of the first evidence of the destruction that you and other excavators found in nearby areas?

At the beginning of the 1980s, Professor Yigal Shiloh, a mentor of mine, excavated an area that includes what is known as the Burnt Room and the Bullae House. In their destruction layer, he found pottery typical of this period together with arrowheads that show that some fight was conducted here. It really revealed the destruction of Jerusalem by the Babylonians in 586 B.C.

And more evidence for the invasion and destruction has also emerged, is that right?

Yes. In my excavations at the Ophel, to the south of the Temple Mount, I discovered a royal structure that appears to have been destroyed by an immense fire around 586 B.C. As we excavated, our hands were black with the ashes. And the Bible tells us that the Babylonians set houses on fire.
Menurut arkeolog Mazar, tahun berapakah kehancuran atau kejatuhan kota Yerusalem? Ya, tahun  586 SM, bukan 607 SM (selisih 20 tahunan) seperti yang dinyatakan oleh organisasi Saksi Yehuwa. Bahkan secara umum para ahli meyakini bahwa kejatuhan kota Yerusalem tahun 586 SM atau 587 SM. Silahkan klikWikipedia untuk buktinya atau Saudara dapat menemukan sumber manapun juga yang memberikan kesimpulan yang sama yaitu kehancuran kota Yerusalem terjadi tahun 586 atau 587.

Meskipun organisasi Saksi Yehuwa tidak mengutip langsung pernyataan dari arkeolog Mazar tentang tahun tersebut, tetapi berdasarkan ungkapan kalimat “Benda itu ditemukan pada tahun 2005 sewaktu dilakukan penggalian lapisan tanah yang berasal dari masa penghancuran Yerusalem pada tahun 607 SM” menyiratkanbahwa Mazar setuju dengan pendapat Menara Pengawal yaitu penghancuran Yerusalem pada tahun 607 SM, bukan? Faktanya, tentunya tidak!

Kelakuan yang menajiskan dari organisasi Saksi Yehuwa bukan kali ini saja. Contoh lainnya dapat kita temukan di majalah Menara Pengawal berikut ini:
Para pengunjung dapat melihat sisa-sisa pembinasaan yang terjadi lebih dari 2.500 tahun lalu ini. Israelite Tower, Burnt Room, Bullae House adalah nama-nama lokasi arkeologi yang populer yang dipelihara dan dibuka untuk umum.Arkeolog Jane M. Cahill dan David Tarler meringkaskan dalam buku Ancient Jerusalem Revealed, ”Pembinasaan yang gencar atas Yerusalem oleh orang-orang Babilon tidak hanya tampak pada lapisan tipis dari peninggalan yang hangus yang ditemukan di dalam struktur-struktur seperti Burnt Room dan Bullae House, tetapi juga tampak dari tumpukan puing-puing bangunan yang ambruk yang ditemukan menutupi lereng sebelah timur. Uraian Alkitab mengenai pembinasaan kota tersebut . . . melengkapi bukti arkeologi.”

Maka, gambaran Alkitab tentang Yerusalem sejak zaman Daud hingga pembinasaannya pada tahun 607 SM telah diteguhkan dalam banyak cara oleh penggalian arkeologi yang dibuat selama 25 tahun terakhir. (Menara Pengawal, 15/6/1997, hlm. 12, bold sebagai penekanan)
Adalah benar organisasi Saksi Yehuwa tidak secara langsung mengutip arkeolog Cahill dan Tarler tentang tahun 607. Namun demikian, dari penyebutan nama arkeolog tersebut dan ungkapan kalimat “Maka, gambaran Alkitab tentang Yerusalem sejak zaman Daud hingga pembinasaannya pada tahun 607 SM telah diteguhkan dalam banyak cara oleh penggalian arkeologi yang dibuat selama 25 tahun terakhir” jelas menyiratkan bahwa penghancuran Yerusalem tahun 607 SM diteguhkan oleh penggalian arkeologi yang dilakukan oleh kedua arkeolog tersebut. Apakah demikian?

Saya menemukan sebuah situs jehovah-witness.net yang memuat pendapat dari kedua arkeolog tersebut tentang tahun 607 SM.
Tidak, saya tidak tahu apa yang orang ini bicarakan. Saya belum pernah mendengar Lembaga Menara Pengawal, saya tidak pernah menerbitkan sesuatu menunjukkan bahwa Yerusalem dihancurkan pada tahun 607 SM, dan - sejauh yang saya tahu - Yigal pernah juga menerbitkan sesuatu seperti itu. Saya akan menjawab bahwa saya tahu tidak ada bukti yang mendukung tanggal tersebut. Saya berharap menjawab pertanyaan Anda

No, I have no idea what this guy is talking about. I have never heard of the Watchtower Society, I have never published anything suggesting that Jerusalem was destroyed in 607 BCE, and - as far as I know - Yigal never published anything like that either. I would respond that I know of no evidence supporting such a date. Hope that answers your query.

Take care!

Jane Cahill

Appelbau@HUM.HUJI.AC.IL
Berikut respons dari David Tarler ketika dikonfirmasikan mengenai penyebutan namanya di majalah Menara Pengawal tentang tahun 607 SM yang jelas juga tidak setuju. Menurutnya, tanggal tersebut bukan didasarkan kepada bukti arkeologi.
I am not familiar with the article you cited - and I would appreciate receiving a copy of it - but I never said that the Babylonians destroyed Jerusalem in 607 B.C.E. I do not think that, today, archeologists could differentiate between 607 B.C.E. and 587 B.C.E. material cultural remains. Assuming that there are material remains from a 604 B.C.E. destruction at Tel Miqne/Ekron and from a 587 B.C.E. destruction at the City of David/Jerusalem, comprehensive analysis of these remains conceivably could yield chronological indicators for other sites, but even then, the archeological conclusions would derive from those assumed dates; the dates themselves would not derive from the archeology.

David Tarler
Apakah kesimpulan kita sejauh ini? Jelas organisasi Menara Pengawal telah melakukan sebuah kenajisan yang tidak patut dilakukan oleh sebuah organisasi yang mengklaim diarahkan oleh Yehuwa langsung untuk mendukung doktrinnya, bukan?

Penjelasan Organisasi Saksi Yehuwa

Tentunya organisasi Saksi Yehuwa memiliki penjelasan mengapa tanggal yang diyakininya itu bertentangan dengan penemuan arkeologi dan pendapat para arkeolog. Penjelasan ini dapat ditemukan di majalah Menara Pengawal edisi 1/10/2011 dan 1/11/2011 (jw.org/id/) dalam 2 bagian dengan judul “Kapan Yerusalem Kuno Dihancurkan?” tertulis:
”Pada umumnya, sejarawan dan arkeolog mengakui 586 SM atau 587 SM sebagai tahun dihancurkannya Yerusalem. Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan bahwa itu terjadi pada 607 SM? Apa dasar kesimpulan Anda?”
Pada akhirnya jika Saudara membaca artikel itu secara lengkap maka organisasi Saksi Yehuwa menyimpulkan bahwa para arkeolog mengandalkan dua sumber informasi—tulisan para sejarawan era Yunani-Romawi dan kanon Ptolemeus yang tentunya divonis oleh Menara Pengawal tidak akurat. Namun demikian, saya mendapatkan sebuah tulisan dari Carl Olof Jonsson yang membantah dan membuktikan bahwa fakta justru berbicara sebaliknya; organisasi Saksi Yehuwa lah yang tidak jujur menyampaikan pendapatnya di majalah Menara Pengawal edisi 1/10/2011 dan 1/11/2011 tersebut. Silahkan klik PDF 1 untuk 1/10/2011 dan PDF 2 untuk 1/11/2011 jika Saudara tertarik untuk memeriksanya.

Bagi saya pribadi, saya tidak terlalu memusingkan perhitungan waktu yang tepat kehancuran kota Yerusalem. Saya lebih senang menggunakan akal sehat saja untuk membuktikan dusta organisasi Saksi Yehuwa yaitu Pertama, seperti penjelasan saya di atas yaitu mengapa organisasi menghubungkan temuan-temuan para ahli serta penyebutan nama-nama para arkeolog dalam ungkapan kalimat seolah-olah berdasarkan temuan mereka tersebut mendukung tahun 607 SM merupakan kehancuran Yerusalem? Jika memang para arkeolog memiliki tahun yang berbeda maka seharusnya Menara Pengawal dengan jujur mencantumkan tentang pendapat arkeolog yang sebenarnya di artikel yang sama.  

Kedua, jika memang seluruh para arkeolog tidak akurat sebaliknya organisasi Saksi Yehuwa yang akurat, siapakah arkeolog ahli di balik penjelasan Menara Pengawal untuk mendukung tahun 607 SM? Ingat, seseorang menekuni bidang arkeologibukan secara instant dan asal-asalan, ada ilmunya. Mereka belajar sejarah dan metode-metode ilmu  purbakala untuk menjadi seorang arkeolog yang handal. Masa sih semua salah, tidak tahu kekeliruannya dan hanya Menara Pengawal satu-satunya yang tahu kebenarannya? Tidakkah ini aneh?

Ketiga, jika seluruh arkeolog salah, pernahkah organisasi Saksi Yehuwa menghubungi satu saja seorang arkeolog untuk menjelaskan bahwa mereka keliru dalam menghitung tahun kejatuhan Yerusalem mengingat keakuratan tahun 607 SM begitu penting bagi eksistensi kehadiran Kristus tahun 1914 secara tidak terlihatmenurut doktrin Saksi Yehuwa? Organisasi Saksi Yehuwa mengklaim dirinya telah menghubungi para dokter sehubungan dengan operasi tanpa darah berkaitan dengan keyakinannya menolak transfusi darah. Tidakkah Menara Pengawal perlu melakukan hal yang sama dengan tahun 607 SM sehingga dunia pada akhirnya sadar bahwa selama ini para arkeolog telah keliru? Coba renungkan hal ini. Betapa dunia akan mengagumi keahlian dan keakuratan organisasi Menara Pengawal. Maaf, faktanya saya belum pernah membaca satu pun publikasi Menara Pengawal yang pernah mencoba langkah ini. Mengapa? Dan ada apa?

Nubuatan Alkitab Tergenapi

Tentunya pembaca bertanya-tanya mengapa Menara Pengawal bersikukuh akan pendapatnya tentang tahun 607 SM? Sederhana, karena tahun 607 SM berkaitan erat dengan konsep eskatologi organisasi Saksi Yehuwa. Jika Menara Pengawal mengubah tahun tersebut maka secara otomatis organisasi Saksi Yehuwa harus merubah kehadiran Kristus secara tidak terlihat tahun 1914. Tentunya, jika merubahnya berarti secara otomatis pula organisasi Saksi Yehuwa atau organisasi Allah ini masuk ke dalam kategori nabi dan mesias atau Kristus palsu seperti yang diperingati oleh Kristus langsung di Mat. 24 sebagai berikut:
Pada waktu dia sedang duduk di atas Gunung Zaitun, murid-murid mendekati dia secara pribadi, dan mengatakan, ”Beri tahu kami: Kapankah hal-hal ini akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?” Dan sebagai jawaban Yesus mengatakan kepada mereka, ”Hati-hatilah agar tidak seorang pun menyesatkan kamu; . . . Danbanyak nabi palsu akan tampil dan menyesatkan banyak orang; . . . ”Kemudian jika seseorang mengatakan kepadamu, ’Lihat! KRISTUS di sini’, atau, ’Di sana!’ janganlah percaya. Karena Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu akan tampil dan akan memberikan tanda-tanda yang hebat dan keajaiban-keajaiban untuk menyesatkan, jika mungkin, bahkan orang-orang pilihan. Lihat! Aku telah memperingatkan kamu sebelumnya. Karena itu, jika orang-orang mengatakan kepadamu, ’Lihat! Ia ada di padang belantara’, janganlah keluar; ’Lihat! Ia ada di ruang dalam’, janganlah percaya. Karena sama seperti kilat keluar dari bagian timur dan bersinar sampai ke bagian barat, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak. (Mat. 24:3, 11, 23-27, NW)
Ya, seluruh orang akan mengingat pesan nubuatan Kristus agar jangan percayakepada Kristus-Kristus dan nabi-nabi palsu yang akan muncul untuk menyesatkan banyak orang sehubungan dengan waktu kedatangan-Nya dengan berkata; “Lihat! KRISTUS di sini, atau, ’Di sana!’ Dan organisasi Allah ini telah berteriak-teriak “Kristus telah hadir dan memerintah sebagai raja 1914” tetapi faktanya kedatangan-Nya salah sehingga harus dirubah. Dengan demikian, jelas organisasi Allah ini sebenarnya telah menggenapi nubuatan Kristus tentang Kristus-Kristus dan nabi-nabi palsu jika tahun kedatangan-Nya dirubah. Tentunya ini tidak boleh terjadi, bukan? 

Di awal artikel ini organisasi Saksi Yehuwa berkata, “Orang-orang pada umumnya berada di bawah kuasa Setan. . . Mereka tidak memahami bahwa Kristus telah hadir dalam kuasa Kerajaan”. Setelah Saudara membaca penjelasan artikel ini, siapakah sebenarnya yang berada di bawah kuasa Setan sekarang?

Namun demikian, organisasi Allah ini tanpa perlu mempertahankan tahun 607 sebenarnya adalah Kristus dan nabi palsu sesuai dengan nubuatan Tuhan Yesus. Bagaimana mungkin? Terlepas dari beberapa kali gagal bernubuat kapan waktunya kiamat, tahukah Saudara bahwa pada awalnya pengajaran Charles Russell — pendiri Lembaga Menara Pengawal — menyerukan kedatangan Yesus Kristus secara tidak terlihat pada tahun 1874? Ya, benar. Russell saat itu telah menyerukan dalam tulisan-tulisannya bahwa Kristus telah hadir tahun 1874 dan diyakini kiamat terjadi pada tahun 1914. Tetapi kemudian pemahaman ini dirubah oleh pemimpin berikutnya; yaitu tahun kiamat 1914 menjadi tahun kehadiran Kristus secara tidak terlihat. Jadi sebenarnya, dalam sejarahnya sendiri, terbukti organisasi Saksi Yehuwa yang mengaku-ngaku sebagai organisasi Allah ini adalah Kristus dan nabi palsupersis seperti yang dinubuatkan oleh Tuhan Yesus. Ironisnya, banyak Saksi Yehuwa tidak mengetahui hal ini.

Kesimpulan Akhir

Amsal 6:16-19 berkata:
Ada enam hal yang Yehuwa benci; ya, tujuh hal yang memuakkan bagi jiwanya: mata sombong, lidah dusta, dan tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang mereka-reka rancangan yang mencelakakan, kaki yang bergegas lari menuju kejahatan, saksi palsu yang melontarkan dusta, dan setiap orang yang menimbulkan pertengkaran di antara saudara-saudara. (NW)
Dan Wahyu 21:8 menggambarkan ke manakah para pendusta akan menghabiskan hidupnya dalam kekekalan:
Namun mengenai pengecut, orang yang tidak beriman, orang yang menjijikkan karena hal-hal mereka yang kotor, pembunuh, orang yang melakukan percabulan, orang yang mempraktekkan spiritisme, penyembah berhala, dan semua pendusta, bagian mereka kelak ialah dalam danau yang menyala dengan api dan belerang. Ini berarti kematian yang kedua. (NW)
Masalah dusta dan penipuan yang dilakukan oleh organisasi Saksi Yehuwa yang saya bahas di artikel kali ini bukanlah yang pertama dan terakhir. Ada begitu banyak bukti dusta-dusta dan penipuan lainnya yang dilakukan oleh organisasi Allah ini. Saya persilahkan pembaca mengklik Artikel Terkait di bawah untuk buktinya. Tentunya bagi Saudara yang membaca blog ini agak sedikit heran; mengapa organisasi yang mengklaim dirinya sebagai representatif Allah di bumi yaitu satu-satunya saluran komunikasi Allah dan sebuah organisasi yang “mengklaim dikendalikan” oleh Yehuwa sendiri dapat melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh Allah yang maha kudus dan tidak dapat berdusta. Bahkan dalam publikasinya, organisasi ini kerap mengajarkan kejujuran kepada anggotanya. Namun demikian, sang pengajar ternyata banyak berdusta kepada pengikutnya. Majalah Menara Pengawal 1/8/2003 hlm. 16 mengajar kepada para Saksi Yehuwa sebagai berikut:
Bagi banyak orang, berdusta mungkin tampaknya adalah sarana yang gampang untuk memperoleh keuntungan tertentu. Orang-orang berdusta untuk lolos dari hukuman, untuk mendapatkan keuntungan, atau untuk memperoleh pujian dari orang lain. Namun, praktek berdusta adalah kebejatan moral. Selain itu, seorang pendusta tidak dapat memperoleh perkenan Allah. (Penyingkapan 21:8, 27; 22:15) Apabila kita dikenal berpaut pada kebenaran, orang lain mempercayai apa yang kita katakan. Namun, seandainya kita ketahuan mengucapkan bahkan satu dusta saja, orang lain bisa meragukan kebenaran dari apa pun yang kita katakan di masa depan. Sebuah peribahasa Afrika berbunyi, ”Satu dusta merusak seribu kebenaran.” Peribahasa lain berbunyi, ”Seorang pendusta tak akan dipercaya, bahkan sewaktu ia mengatakan kebenaran.”

Berpaut pada kebenaran bukan sekadar mengatakan apa yang benar. Itu adalah jalan hidup. Hal itu menentukan siapa kita. Kita memberitahukan kebenaran kepada orang lain bukan hanya melalui apa yang kita katakan, melainkan juga melalui apa yang kita lakukan. ”Apakah engkau, yang mengajar orang lain, tidak mengajar dirimu sendiri?” tanya rasul Paulus. ”Engkau, yang memberitakan ’Jangan mencuri’, apakah engkau mencuri? Engkau, yang mengatakan ’Jangan berzina’, apakah engkau berzina?” (Roma 2:21, 22) Jika kita hendak menyampaikan kebenaran kepada orang lain, kita harus berpaut pada kebenaran dalam semua jalan kita. Reputasi kita sebagai orang yang jujur dan berpaut pada kebenaran besar sekali pengaruhnya atas tanggapan orang-orang terhadap apa yang kita ajarkan.
Perhatikan kalimat yang saya sengaja warnai merah itu. Ya, Organisasi Saksi Yehuwa benar yaitu praktek berdusta adalah kebejatan moral. Seorang pendusta tidak dapat memperoleh perkenan Allah. Selain itu, ketika kita ketahuan mengucapkan bahkan satu dusta saja, tentunya orang lain bisa meragukan kebenaran dari apa pun yang kita katakan di masa depan. Sebuah peribahasa Afrika berbunyi, ”Satu dusta merusak seribu kebenaran.” Paragraf kedua merupakan suatu nasehat yang baik yaitu “Jika kita hendak menyampaikan kebenaran kepada orang lain, kita harus berpaut pada kebenaran dalam semua jalan kita. Reputasi kita sebagai orang yang jujur dan berpaut pada kebenaran besar sekali pengaruhnya atas tanggapan orang-orang terhadap apa yang kita ajarkan”. Ironisnya, organisasi Saksi Yehuwa tidak mampu menjalankannya apa yang dikatakan dan diajarkannya. Sungguh sikap yang munafik. Tentunya sikap organisasi yang tidak terpuji dapat Saudara temukan di artikel Organisasi Menara Pengawal: Membual, Sombong dan Munafik.

Jika organisasi Saksi Yehuwa bukanlah seperti apa yang diklaimnya, lalu organisasi apakah? Organisasi kultus yang berkedok agama Kristen! Kita perhatikan apa kata Steve Hassan, seorang pakar kultus:
Sebuah grup tidak dapat dipertimbangkan sebuah “kultus” hanya karena keyakinannya yang tidak ortodoks atau praktek-prakteknya. Sebaliknya, destruktif kultus dicirikan dengan penggunaan penipuan . . . 

A group should not be considered a “cult” merely because of its unorthodox beliefs or practices. Instead, destructive cults are distinguished by their use of deception . . . [1]
Saya persilahkan Saudara membaca artikel Fakta Saksi Yehuwa: Suatu Kultus yang membahas dan membuktikan bahwa organisasi Saksi Yehuwa adalah sebuah organisasi kultus berdasarkan publikasi Menara Pengawal.

Himbauan Bagi Umat Kristen

Menurut Saudara, meskipun Saksi-Saksi Yehuwa yang Saudara jumpai adalah orang-orang yang tulus dalam melayani Allah, kira-kira kemanakah akhir hidup dari para Saksi Yehuwa yang mengikuti nabi dan Kristus palsu? Saya tahu pasti ke mana para Saksi akan menjalani hidup kekekalan mereka. Oleh karena itu, inilah alasan utama saya menulis blog ini yaitu mengingatkan Saudara seiman saya yaitu pengikut-pengikut Kristus agar mewaspadai ajaran bidat Saksi Yehuwa agar tidak terjerat dan tertipu. Dan saya juga berharap agar Saudara juga memiliki kepedulian yang sama. Caranya?

Sangat mudah. Referensikan blog ini kepada teman, kerabat keluarga dan saudara seiman di gereja. Jika Saudara memiliki akun sosial, silahkan klik simbol facebookataupun tweeter di atas bagian kanan. Kebanyakan seseorang terjerat dan tertipu ajaran Saksi Yehuwa karena ketidak-tahuannya; baik sejarah ataupun doktrin yang diajarkan Saksi Yehuwa. Sebaliknya, menurut pengalaman saya, jika seseorang sudah cukup terinformasi dengan baik akan siapa dan apa Saksi Yehuwa, maka ia tidak akan mudah tertipu. Ya, seseorang dengan mudah tertipu karena ketidak-tahuannya.

Sebaliknya, jika seseorang sudah terjerat dengan ajaran Saksi Yehuwa (apalagi sudah terbaptis) karena pengaruh psikologi mind control, maka ia sulit keluar. Ketika ia dipresentasikan akan ajaran bidat dan kultus organisasi Saksi Yehuwa berdasarkan fakta; misalnya penipuan yang dibuatnya dan kerap bernubuat kiamat, ia akan menolak untuk mempercayainya dengan merasionalisasikan masalah yang sebenarnya untuk pembenaran diri.  Pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit” sangat tepat. Lebih baik dan mudah menginformasikan akanajaran bidat dan kultus Saksi Yehuwa yang sebenarnya sebelum seseorang terjerat ajaran Saksi Yehuwa daripada setelah ia terjerat diupayakan agar ia sadar.

Bagaimana pendapat Saudara?

Artikel Terkait:
1. MENGENALI GURU DAN NABI PALSU: BUAHNYA (Mat. 7:15-16)
2. MEMBEDAKAN AGAMA KRISTEN PALSU DENGAN SEJATI? Bagaimana
3. Kebohongan Lembaga Alkitab Dan Risalah Menara Pengawal
4. SAKSI YEHUWA: YOHANES 1:1 Dan PENIPUAN


Berjaga-jagalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan berbaju domba, tetapi di dalamnya, mereka adalah serigala-serigala yang rakus. (Mat. 7:15, NW)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN