إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Minggu

BUKTI NYA

Rahasia dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhan Islam (1/3)

Banyak yang pastinya bertanya, mengapa negeri Arab-lah yang dipilih Allah Azza wa Jalla sebagai tempat diturunkannya agama Islam? Padahal pada masa itu banyak negeri yang jauh lebih maju. Berikut uraian singkat yang saya ambil dari sebuah buku.
Sebelum membahas ini lebih jauh, kita harus tahu terlebih dahulu karakteristik bangsa Arab dan tabiat mereka sebelum Islam datang, juga menggambarkan letak geografis tempat mereka hidup dan posisinya diantara negara-nrgara di sekitanya. Sebaliknya kita juga harus menggambarkan kondisi peradaban dan kebudayaan umat-umat lain pada waktu itu, seperti Persia, Romawi, Yunani, dan India.
Secara singkat, pada waktu itu, dunia dikuasai oleh dua negara adidaya, yaitu Persia dan Romawi, menyusul India dan Yunani.
Persia adalah ladang subur berbagai khayalan keagamaan dan filosofis yang saling bertentangan. Diantaranya adalah Zoroaster yang dianut oleh kaum penguasa. Diantara falsafah tersebut adalah mengutamakan perkawinan seseorang dengan ibunya, anak perempuannya, atau saudaranya. Belum lagi penyimpangan berbagai akhlaq. Terdapat juga ajaran Mazdakia, yang menurut Imam Syahrustani, didasarkan pada filasafat lain, yaitu menghalalkan wanita, membolehkan harta, dan menjadikan manusia sebagai serikat seperti perserikatan mereka dalam hal air, api, dan rumput. Ajaran ini memperoleh sambutan luas bagi kaum pengumbar hawa nafsu.
Sementara itu, Romawi telah dikuasai penuh oleh semangat kolonialisme. Negeri ini terlibat pertentangan agama antara Romawi dengan pihak agama lainnya. Negeri ini mengandalkan kekuatan militer untuk mengembangkan ajaran agamanya, lalu mempermainkannya sesuai keinginan mereka. Negeri ini tak kalah rusaknya dengan Persia. Kebejatan moral, pemerasan ekonomi telah menyebar ke seluruh negeri, akibat dari melimpahnya penghasilan dan menumpuknya pajak. Seperti halnya Yunani, negeri ini larut dalam lautan khurafat (khayalan) dan mitos-mitos verbal yang tidak memberinya manfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN