إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Rabu

ALLAH KRISTEN


SEPERTI APAKAH JAJARAN ALLAH?



Banyak orang salah kaprah dalam memaknai kebaikan dan kasih ALLAH dan menyalahgunakan untuk menghibur dirinya dari dosa-dosa yang dilakukannya. Mereka tak mau mempelajari Alkitab dengan baik dan benar, sehingga menjadikan sesat dirinya sendiri.

>> Ibrani  3:10   Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat
                             hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,

Mereka ini selalu sesat hati. Biar diberitahu apapun sulit menjadi benar. Sulit mengerti, sebab bebal dari dasarnya.

>> 1Yohanes  4:8              Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah
                                            kasih.

>> 1Korintus  13:4            Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan
                                            diri dan tidak sombong.
                        13:5                Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri
                                            sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
                        13:6                Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
                        13:7                Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala
                                            sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Ayat-ayat ini seringkali salah dipahami oleh sebab mereka tidak berusaha menemukan kebenarannya, melainkan untuk mencari hiburan bagi dirinya sendiri, sehingga yang dipilihnya ayat-ayat secara sepotong-sepotong yang menyenangkannya saja.

Padahal ketika ALLAH menyatakan DiriNYA itu kasih, sesungguhnya DIA sedang menerangkan bahwa kasih itu tidak sendirian, melainkan ada pasangannya, yaitu tidak kasih.

Kalau saya menyatakan diri bujangan, tentu tidak ada orang yang akan menanyakan kekasih saya. Sebab seorang bujangan itu sudah menerangkan kalau dirinya sendirian, tanpa pasangan. Tapi kalau saya menyatakan diri seorang suami, pasti akan ada yang menanyakan: “mana istrinya?” Sebab seorang suami itu seorang yang ada pasangannya. Demikian juga dengan ALLAH adalah kasih. Itu membuka peluang untuk ditanyakan: jika bukan ALLAH apakah juga kasih? Apakah diluar ALLAH ada kasih? Kita semua tahu bahwa diluar ALLAH adalah iblis, dan di dalam iblis hanya ada kebencian, bukan kasih.

Ini artinya yang diluar Diri ALLAH adalah kebencian. Jika kita menyatu dengan ALLAH, kita akan dikasihiNYA. Tapi manakala kita diluar ALLAH, maka ALLAH takkan mengasihi kita.

Apakah batas dari daratan? Lautan. Apakah batas dari lautan? Daratan. Jadi, kalau anda sudah tidak menemukan daratan, pasti yang akan anda temukan adalah lautan. Begitu sebaliknya. Demikian juga, apakah batasan kasih? Benci. Apakah batasan benci? Kasih. Jadi, selama kita masih berada dalam batas-batas wilayah kasih, kita adalah kasih.

Dan itu ALLAH terangkan ketika ALLAH memperkenalkan DiriNYA kepada nabi Musa;

>> Keluaran  34:6             Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah
                                            penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
                        34:7                yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang
                                           mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali
                                           membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan
                                           kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang
                                           ketiga dan keempat."

Jadi, ALLAH bukan hanya kasih saja, melainkan juga memiliki kebencian. Dan ini dibuktikan;

>> ALLAH mengusir iblis dari sorga.

>> ALLAH mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden.

>> ALLAH mengutuk Kain yang membunuh Habel.

>> ALLAH membakar kota Sodom dan Gomora.

>> ALLAH membinasakan manusia dengan Air Bah.

>> ALLAH menggagalkan pendirian Menara Babel.

>> ALLAH membunuhi anak sulung orang Mesir.

>> ALLAH membunuhi orang-orang Israel di padang gurun.

>> ALLAH membuang bangsa Israel ke Babel.

>> ALLAH mengancam kita dengan neraka.

>> Dan lain-lain.


Itu ALLAH. Bagaimana dengan malaikat?

Ketika Daud berbuat dosa dengan melakukan sensus penduduk, malaikat TUHAN memusnahkan penduduk Yerusalem dengan penyakit sampar;

>> 2Samuel  24:16           Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk
                                           memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia
                                           berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa
                                           itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu." Pada waktu itu malaikat
                                           TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.

>> 2Raja-raja  19:35       Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah
                                           seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan
                                           harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

      185.000 orang Asyur dibunuh malaikat. Pembunuhan itu lebih jahat dari maki-makian, bukan?!
      Coba anda pikirkan: enak mana anda dimaki-maki atau dibunuh?

>> 1Tawarikh   21:27      Lalu berfirmanlah TUHAN kepada malaikat itu supaya dikembalikannya
                                            pedangnya ke dalam sarungnya.

      Lihat, apa yang dibawa oleh malaikat itu? Pedang atau Alkitab? Pedang, pak Elisa, bukan
      membawa Alkitab kayak anda. Tidak ada malaikat yang pekerjaannya komat-kamit kayak anda.
      Tidak ada nabi yang duduk-duduk santai kayak anda. Semua nabi diutus untuk marah-marah.
      Sebab kalau semuanya baik-baik, tidak perlu nabi. Nabi datang untuk menyelesaikan
       permasalahan. Gubernur Jokowi blusukan adalah karena ada yang tidak beres dengan kinerja
      anak buahnya. Kalau semuanya beres, maka sia-sialah Jokowi blusukan. Hanya buang-buang
      waktu saja. Adakah ALLAH itu ALLAH yang suka buang-buang waktu?

Bagaimana pekerjaan para nabi?

>> Apa yang nabi Musa lakukan di Mesir? Nabi Musa membuat 10 malapetaka buat bangsa Mesir.

      Nabi Musa datang ke Mesir hanya membikin huru-hara dan malapetaka buat Mesir. Nabi Musa
      datang bukan untuk berbasa-basi dengan Firaun.

>> Apa yang dilakukan nabi Natan ketika mendatangi raja Daud? Dengan maksud damai atau
     memarahi Daud karena perzinahannya dengan Batsyeba?!

>> Apa yang dilakukan oleh nabi Elia di gunung Karmel? Menyembelih 850 nabi Baal.

>> Apa yang TUHAN YESUS lakukan terhadap orang-orang Farisi? TUHAN YESUS selalu mengeluarkan
      kutukan keras.

>> Matius  15:12              Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu
                                           bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang
                                           Farisi?"

      Para murid menegor GuruNYA, bahwa kata-kata GuruNYA itu terlampau keras terhadap kaum
      Farisi.


Jadi, tidak ada bukti bahwa kasih ALLAH itu tidak terbatas. Konyol sekali imajinasi anda, pak Elisa. Dari semula juga terbukti bahwa ajaran-ajaran yang anda sampaikan adalah sesat dan menyesatkan. Sama sekali tidak didukung dengan Alkitab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN