إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Rabu

BACAAN SAJA


 
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus” (Galatia 1:6-7).
Injil sepanjang sejarah dipelihara oleh Roh Kudus, bahkan pemasukan kitab-kitab apokrifa dalam kanon Tanakh dalam terjemahan Septuaginta (abad III-II SM) dan sekalipun diterima dalam terjemahan latin Vulgata yang kemudian digunakan oleh gereja Roma Katolik, kumpulan Apokrifa itu disebut Deuterokanonika(kanon kedua), dan dikalangan Kristen Reformasi pada umumnya hanya diterima kanon PL yang terdiri dari 39 kitab. Di kalangan gerakan kultus abad XIX, timbul aliran Mormon yang membuat kitab suci sendiri yang diberi nama ‘The Book of Mormon’ yang dalam banyak hal dianggap memiliki otoritas lebih besar dari Kanon Alkitab kristen.
PENDIRI GEREJA MORMON
Gerakan Mormon berpusat tokoh kultus Joseph Smith (1805-44) yang sekalipun orang tuanya anggota Presbiterian, semasa muda ia menolak ke gereja tetapi membuka diri akan penglihatan/visiun yang diakui diterimanya dari malaekat Moroni.  Malaekat itu menunjukkan adanya lempeng-lempeng emas di bukit daerah New York yang diterjemahkannya pada tahun 1827-9 dan kemudian diterbitkan sebagaiKitab Mormon (1830) yang dianggap firman Allah (tahun itu juga didirikan gereja Mormon). Dengan pengajaran dari Kitab Mormon yang dianggap lebih berotoritas dari Alkitab sendiri, Smith kemudian pada tahun itu mendirikan ‘The Church of Jesus Christ of the Latter-day Saints’ (Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir) yang mempercayai Smith sebagai nabi. Pengikutnya kemudian disebut ‘Mormon’ dan menganggap sebagai gereja yang benar dan asli pada zaman akhir ini. Dalam pengajarannya yang menentang ajaran gereja pada umumnya dan terutama praktek poligami tak terbatas yang dilakukan para pemimpin dan pengikut awal, mereka banyak dihambat dan kemudian beramai-ramai hijrah ke daerah ‘Utah’ yang kemudian menjadi negara bagian dengan ibukota ‘Salt lake City,’ disinilah mereka membangun baitsuci megah yang dibuat dari batu granit putih. Gereja ini dipimpin keimaman Malkisedek (yang lebih tinggi) yang termasuk presiden, kedua-belas rasul, imam agung dan penatua, dan keimaman Harun (yang lebih rendah) termasuk imam, guru dan diaken. Kegiatan mereka luar biasa dan mengirimkan misi ke seluruh dunia.
KITAB MORMON
Kitab Mormon terdiri dari 15 kitab dan isinya menceritakan sejarah Amerika (dari pra sejarah sampai tahun 420) yang semula dihuni suku Yared pelarian dari Babil (Kej.11). Keturunan suku Yared yaitu Lehi terpecah menjadi dua suku yaitu Laman dan Nefi, Laman berusaha membinasakan Nefi, dan keturunannya dikutuk menjadi Indian karena mereka ingin membinasakan keturunan Nefi. Pada waktu kebangkitannya Yesus dikatakan mengunjungi suku Nefi. Laman mengalahkan Nefi dan tinggal Mormon dengan anaknya Moroni yang bertahan dan meninggalkan wahyu dan menuliskannya dalam lempengan emas pada tahun 420. Moroni inilah yang menemui Joseph Smithsebagai malaikat dan menyuruhnya menerjemahkan lempeng-lempeng itu. Kecuali pengakuan Smith dan beberapa pengikut dekatnya, tidak ada orang lain yang melihat bahwa lempeng-lempeng emas itu memang ada. Penyelidikan sejarah literatur menunjukkan bahwa sebelumnya Salomon Spulding mengarang buku fantasi mengenai asal-usul orang Amerika dan mengkaitkannya dengan ’10 suku Israel yang hilang.’ Naskah ini hilang dicuri Sidney Ringdon yang dikemudian dikenal sebagai pembantu Joseph Smith. Kitab Mormon bukan diambil dari naskah ini namun tidak dapat disangkal bahwa fantasi naskah itu menguasai angan-angan Smith sehingga ia terobsesi untuk mendirikan Agama asli Amerika. Faktanya, isi kitab Mormon berlawanan dengan hasil penyelidikan ahli-ahli antropologi budaya yang mempelajari sejarah bangsa Amerika.
AJARAN MORMON
Mormon mengajarkan 13 pasal kepercayaan, ada yang sama dengan gereja kristen pada umumnya, namun banyak yang berbeda.
Mormon percaya akan: Allah Tritunggal (ps.1) namun pengertian Allah disini lebih bersifat mistik, yaitu Allah dimengerti sebagai superhuman yang memiliki fisik dengan kekuatan yang besar. Kelak Para Mormon bisa menjadi serupa dengan dia; Mormon tidak mengakui dosa asal dan manusia akan dihukum karena dosanya sendiri (ps.2); (Ps.3) mengakui penebusan Kristus sebagai jalan keselamatan melalui iman, tobat, baptis, dan penumpangan tangan untuk menerima Roh Kudus (ps.4). Namun diartikan lain, yaitu manusia dianggap dilahirkan dari roh Allah tanpa dosa sama seperti Yesus, dan memiliki kehendak bebas untuk mencari jalan hidupnya sendiri menuju status sama dengan Allah. Disini jelas terlihat bahwa penebusan Kristus diatas kayu salib tidak memiliki makna apa-apa; Dalam (ps.5 – 7,9), Mormon percaya akan nubuatan dan karunia-karunia, jabatan rasul, nabi, gembala, pengajar, pemberita Injil, dan wahyu masih berlaku hingga masa kini; (Ps.8) menyebut Alkitab sebagai firman Allah selama diterjemahkan dengan betul dan kitab Mormon juga firman Allah; (Ps.10) menyebut kepercayaan akan Israel yang akan dikumpulkan kembali dan pengembalian 10 suku yang hilang. Sion akan dibangun kembali di Amerika; (Ps.11) berbicara mengenai hak setiap orang (universalisme) untuk menyembah dengan cara apapun dan dengan kehendak apapun. (Ps.12) berbicara mengenai kepatuhan kepada pemerintah; dan (ps.13) berisi kewajiban untuk berbuat baik.
Bagi orang Mormon, Adam dalam bentuk roh sudah ada sebelum diberikan badan dan manusia akan terus mengalami perkembangan secara evolusi termasuk pada akhir zaman menuju kemajuan menjadi seperti Allah dengan usaha sendiri (universalisme). Ide inilah yang menarik yang kemudian dipopulerkan sebagai bagian pelatihan pengembangan diri seperti yang dipopulerkan secara publik oleh Stephen Covey, seorang penatua Mormon, melalui buku ‘The 7 Habits of Highly Effective People’ (1988), buku mana adalah kemasan untuk dunia bisnis dari buku ‘The Divine Center’ (1987) yang adalah buku pedoman pelatihan misi Mormon yang berisi falsafah ajaran Mormon.
KESIMPULAN
Mormon ingin menjadi agama-Amerika yang menekankan kebebasan manusia yang tidak berdosa, namun dalam usahanya itu mereka menggunakan istilah Yahudi dan Kristen agar menjadi bagian dari kekristenan, tetapi ajaran mereka tidak sesuai dengan keyakinan Yahudi (Tanakh) maupun Kristen (PL+PB). Mereka mengakui Joseph Smith sebagai nabi dan kitab Mormon sebagai firman Allah yang  lebih berotoritas daripada Alkitab PL+PB. Keselamatan bagi orang Mormon berbeda dengan yang diajarkan Alkitab, sebab dalam ajaran Mormon manusia tidak dilahirkan dari dosa, manusia memiliki kehendak bebas, dan manusia dapat mencari keselamatan dengan usahanya sendiri menuju status seperti Allah. Tugas umat Kristen adalah untuk membebaskan orang-orang Mormon dari sikap mereka yang‘American, self & freedom’ centered menuju ‘Christ centered.’

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN