إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Selasa

LARANGAN MAKAN BABI

Apa Tujuan Tuhan Melarang makan BABI dlm PL & Mengijinkan Makan BABI dlm zaman PB ? (BAG.1)

Im 11:1-47 - “(1) Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kataNya kepada mereka: (2) ‘Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi: (3) setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan. (4) Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. (5) Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. (6) Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu. (7) Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. (8) Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (9) Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan. (10) Tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik di dalam lautan dan di dalam sungai, dari segala yang berkeriapan di dalam air dan dari segala makhluk hidup yang ada di dalam air, semuanya itu kejijikan bagimu. (11) Sesungguhnya haruslah semuanya itu kejijikan bagimu; dagingnya janganlah kamu makan, dan bangkainya haruslah kamu jijikkan. (12) Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air, adalah kejijikan bagimu. (13) Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut; (14) elang merah dan elang hitam menurut jenisnya; (15) setiap burung gagak menurut jenisnya; (16) burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya; (17) burung pungguk, burung dendang air dan burung hantu besar; (18) burung hantu putih, burung undan, burung ering; (19) burung ranggung, bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar. (20) Segala binatang yang merayap dan bersayap dan berjalan dengan keempat kakinya adalah kejijikan bagimu. (21) Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu yang mempunyai paha di sebelah atas kakinya untuk melompat di atas tanah. (22) Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: belalang-belalang menurut jenisnya, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya. (23) Selainnya segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berkaki empat adalah kejijikan bagimu. (24) Semua yang berikut akan menajiskan kamu - setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam, (25) dan setiap orang yang ada membawa dari bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam-, (26) yakni segala binatang yang berkuku belah, tetapi tidak bersela panjang, dan yang tidak memamah biak; haram semuanya itu bagimu dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis. (27) Demikian juga segala yang berjalan dengan telapak kakinya di antara segala binatang yang berjalan dengan keempat kakinya, semuanya itu haram bagimu; setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam. (28) Dan siapa yang membawa bangkainya, haruslah mencuci pakaiannya dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. Haram semuanya itu bagimu. (29) Inilah yang haram bagimu di antara segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi: tikus buta, tikus, dan katak menurut jenisnya (30) dan landak, biawak, dan bengkarung, siput dan bunglon. (31) Itulah semuanya yang haram bagimu di antara segala binatang yang mengeriap. Setiap orang yang kena kepada binatang-binatang itu sesudah binatang-binatang itu mati, menjadi najis sampai matahari terbenam. (32) Dan segala sesuatu menjadi najis, kalau seekor yang mati dari binatang-binatang itu jatuh ke atasnya: perkakas kayu apa saja atau pakaian atau kulit atau karung, setiap barang yang dipergunakan untuk sesuatu apapun, haruslah dimasukkan ke dalam air dan menjadi najis sampai matahari terbenam, kemudian menjadi tahir pula. (33) Kalau seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke dalam sesuatu belanga tanah, maka segala yang ada di dalamnya menjadi najis dan belanga itu harus kamu pecahkan. (34) Dalam hal itu segala makanan yang boleh dimakan, kalau kena air dari belanga itu, menjadi najis, dan segala minuman yang boleh diminum dalam belanga seperti itu, menjadi najis. (35) Kalau bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas sesuatu benda, itu menjadi najis; pembakaran roti dan anglo haruslah diremukkan, karena semuanya itu najis dan haruslah najis juga bagimu; (36) tetapi mata air atau sumur yang memuat air, tetap tahir, sedangkan siapa yang kena kepada bangkai binatang-binatang itu menjadi najis. (37) Apabila bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas benih apapun yang akan ditaburkan, maka benih itu tetap tahir. (38) Tetapi apabila benih itu telah dibubuhi air, lalu ke atasnya jatuh bangkai seekor dari binatang-binatang itu, maka najislah benih itu bagimu. (39) Apabila mati salah seekor binatang yang menjadi makanan bagimu, maka siapa yang kena kepada bangkainya menjadi najis sampai matahari terbenam. (40) Dan siapa yang makan dari bangkainya itu, haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam; demikian juga siapa yang membawa bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. (41) Segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, adalah kejijikan, janganlah dimakan. (42) Segala yang merayap dengan perutnya dan segala yang berjalan dengan keempat kakinya, atau segala yang berkaki banyak, semua yang termasuk binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, janganlah kamu makan, karena semuanya itu adalah kejijikan. (43) Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya. (44) Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. (45) Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus. (46) Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi, (47) yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.’”.

1) Pada jaman Nuh sudah ada binatang-binatang yang haram dan halal.
Kej 7:2,8 - “(2) Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; ... (8) Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi”.

Calvin mengatakan bahwa Nuh bisa tahu hal ini, atau dari pengilhaman secara rahasia, atau dari tradisi yang diturunkan dari nenek moyangnya. Dan apa yang dulunya sudah diketahui ini pada jaman Musa lalu dituliskan dalam hukum Taurat Musa. Sama seperti hari Sabat yang sudah ada sejak penciptaan, pada jaman Musa baru dituliskan menjadi suatu hukum tertulis.

Calvin juga membahas pertanyaan: kalau pada jaman Nuh sudah ada binatang-binatang yang haram, mengapa semua binatang boleh dimakan?
Kej 9:3 - “Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau”.
Terlihat bahwa memang mulai jaman Nuh (setelah air bah) binatang boleh dimakan dan tidak ada yang dikecualikan. Mengapa? Calvin menjawab dengan mengatakan bahwa binatang-binatang itu hanya haram kalau digunakan sebagai korban persembahan untuk Tuhan, bukan untuk dimakan. Jadi, pada jaman itu, juga pada jaman Abraham, memakan semua daging, termasuk babi, diijinkan.

Calvin juga membahas pertanyaan: mengapa binatang-binatang yang diciptakan oleh Tuhan sendiri, dan bahkan setelah penciptaannya dikatakan ‘semuanya itu baik’ (Kej 1:21,25), tahu-tahu bisa menjadi haram? Calvin menjawab: sebetulnya tidak ada binatang, yang dalam / dari dirinya sendiri, merupakan binatang yang haram. Binatang itu menjadi haram untuk dimakan / dijadikan persembahan karena Tuhan yang menyatakannya demikian. Sama seperti mengapa Adam dan Hawa dilarang memakan pohon pengetahuan tentang baik dan jahat? Bukan karena buah pohon itu sendiri haram, tetapi karena adanya larangan dari Tuhan. Jadi, pelanggaran terhadap peraturan / larangan Tuhan itu yang menajiskan, bukan binatang itu sendiri.

2) Mengapa ada larangan-larangan seperti ini?
Ada banyak alasan yang diberikan oleh para penafsir, khususnya Matthew Henry yang banyak mengalegorikan binatang-binatang ini. Tetapi tidak semua alasan-alasan itu bisa diterima.

a) Ada binatang-binatang dilarang dimakan karena binatang-binatang itu tidak sehat untuk dimakan. Mungkin yang paling ditekankan adalah babi.
Sekalipun alasan ini diberikan oleh sangat banyak penafsir, saya berpendapat bahwa alasan ini sama sekali tidak mungkin benar, karena kalau memang binatang-binatang ini dilarang dimakan karena bukan merupakan makanan sehat, mengapa dalam jaman Perjanjian Baru lalu diijinkan?
Calvin juga menolak alasan ini.

Calvin: “Those who imagine that God here had regard to their health, as if discharging the office of a Physician, pervert by their vain speculation the whole force and utility of this law. I allow, indeed, that the meats which God permits to be eaten are wholesome, and best adapted for food; but, both from the preface, - in which God admonished them that holiness was to be cultivated by the people whom He had chosen, - as also from the (subsequent) abolition of this law, it is sufficiently plain that this distinction of meats was a part of that elementary instruction under which God kept His ancient people” (= ).

Calvin lalu mengutip Kol 2:16-17 - “(16) Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; (17) semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus”.

Calvin (tentang ay 9): “Here, also, some who know little of religion, plausibly contend that God is acting the physician’s part, and distinguishing wholesome from unwholesome food. But although their opinion is sufficiently refuted by medical men themselves, yet, even if I should admit what they desire, they reason badly. For the purpose of God was other than to provide for the people’s health” (= ).

b) Ada yang dilarang karena digunakan oleh bangsa-bangsa kafir sebagai persembahan untuk dewa mereka.
Matthew Henry: “The learned observe further, That most of the creatures which by this law were to be abominated as unclean were such as were had in high veneration among the heathen, not so much for food as for divination and sacrifice to their gods; and therefore those are here mentioned as unclean, and an abomination, which yet they would not be in any temptation to eat, that they might keep up a religious loathing of that for which the Gentiles had a superstitious value. The swine, with the later Gentiles, was sacred to Venus, the owl to Minerva, the eagle to Jupiter, the dog to Hecate, etc., and all these are here made unclean” (= ).
Matthew Henry: “others of them were used by the Egyptians and other Gentiles in their divinations. Some birds were reckoned fortunate, others ominous; and their soothsayers had great regard to the flights of these birds, all which therefore must be an abomination to God’s people, who must not learn the way of the heathen” (= ).

Bagi saya alasan ini juga tidak meyakinkan, dengan alasan yang sama seperti di atas (point a). Mengapa dalam jaman Perjanjian Baru lalu diijinkan?

c) Khususnya untuk burung-burung, ada yang dilarang karena merupakan burung pemangsa.
Dengan demikian Tuhan mendidik bangsa Israel supaya membenci apapun yang barbar dan kejam.
Matthew Henry: “Some are birds of prey, as the eagle, vulture, etc., and God would have his people to abhor every thing that is barbarous and cruel, and not to live by blood and rapine. Doves that are preyed upon were fit to be food for man and offerings to God; but kites and hawks that prey upon them must be looked upon as an abomination to God and man; for the condition of those that are persecuted for righteousness’ sake appears to an eye of faith every way better than that of their persecutors” (= ).

Saya juga tak setuju dengan alasan ini, dengan alasan yang sama seperti di atas (point a dan b).

d) Ada binatang-binatang / burung-burung yang dilarang untuk dimakan karena binatang-binatang / burung-burung itu termasuk binatang-binatang / burung-burung yang suka menyendiri.
Dengan ini Tuhan mendidik supaya bangsa Israel tidak menjadi bangsa yang melankolis dan senang menyendiri.
Matthew Henry: “others of them are solitary birds, that abide in dark and desolate places, as the owl and the pelican (Ps. 102:6), and the cormorant and raven (Isa. 34:11); for God’s Israel should not be a melancholy people, nor affect sadness and constant solitude” (= ).

Saya menganggap ini merupakan alasan yang menggelikan dan sangat tak masuk akal, dan saya juga menolaknya dengan alasan yang sama seperti pada point a,b,c di atas.

e) Ada binatang-binatang yang dilarang untuk dimakan karena binatang-binatang itu makan makanan yang menjijikkan.
Dengan demikian terlihat bahwa bangsa Israel bukan hanya harus menjauhi apa yang tidak kudus, tetapi juga harus menjauhi mereka yang tidak menjauhi apa yang tidak kudus.

Matthew Henry: “others of them feed upon that which is impure, as the stork on serpents, others of them on worms; and we must not only abstain from all impurity ourselves, but from communion with those that allow themselves in it” (= ).

Saya berpendapat ini juga merupakan alasan yang dibuat-buat dan saya menolak alasan ini dengan alasan yang sama seperti point-point di atas.

f) Ada yang dilarang karena termasuk binatang merayap / melata.
Binatang yang merayap mirip dengan ular yang dikutuk dalam Kej 3, dan karena itu dilarang untuk dimakan.
Matthew Henry: “Concerning the creeping things on the earth; these were all forbidden (v. 29,30, and again, v. 41,42); for it was the curse of the serpent that upon his belly he should go, and therefore between him and man there was an enmity put (Gen 3:15), which was preserved by this law. Dust is the meat of the creeping things, and therefore they are not fit to be man’s meat” (= ).

Ini lagi-lagi merupakan alasan yang tak bisa diterima dengan alasan yang sama seperti di atas.

g) Supaya mereka belajar bahwa Allah berhak melarang atau memerintah apapun, dan supaya mereka belajar taat, tak peduli apapun alasan Allah untuk melarang atau memerintah sesuatu.
Matthew Henry mengatakan bahwa binatang-binatang yang pada jaman Nuh diijinkan untuk dimakan, sekarang dilarang pada jaman Musa. Mengapa? Alasannya adalah karena Tuhan menghendaki demikian. Ia melihatnya sebagai sesuatu yang baik untuk menguji ketaatan bangsa Israel dalam hal ini, supaya mereka sadar bahwa mereka ada di bawah otoritas Allah.

Matthew Henry: “After the flood, when God entered into covenant with Noah and his sons, he allowed them to eat flesh (Gen. 9:13), whereas before they were confined to the productions of the earth. But the liberty allowed to the sons of Noah is here limited to the sons of Israel. They might eat flesh, but not all kinds of flesh; some they must look upon as unclean and forbidden to them, others as clean and allowed them. The law in this matter is both very particular and very strict. But what reason can be given for this law? Why may not God’s people have as free a use of all the creatures as other people? 1. It is reason enough that God would have it so: his will, as it is law sufficient, so it is reason sufficient; for his will is his wisdom. He saw good thus to try and exercise the obedience of his people, not only in the solemnities of his altar, but in matters of daily occurrence at their own table, that they might remember they were under authority. Thus God had tried the obedience of man in innocency, by forbidding him to eat of one particular tree” (= ).

Saya bisa menerima alasan ini, dan kalau ditanya: lalu mengapa pada jaman Perjanjian Baru diijinkan untuk memakan binatang-binatang itu? Maka jawabnya adalah: Allah punya hak untuk melarang pada saat itu dan mengijinkan pada saat ini.
Tetapi bagaimanapun, ini bukan alasan utama mengapa bangsa Israel dilarang memakan binatang-binatang itu.

h) Untuk membedakan dan memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lain.
Ini merupakan alasan utama mengapa bangsa Israel dilarang untuk memakan binatang-binatang tersebut.
Sebetulnya alasan ini ada dalam Im 11 ini, yaitu dalam ay 44-45: “(44) Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. (45) Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus”.
Catatan: Ingat bahwa kata ‘kudus’ arti sebenarnya dan yang terutama bukanlah ‘suci’ tetapi ‘berbeda dengan’ atau ‘terpisah dari’.

Dengan adanya larangan makan binatang-binatang ini, maka sukar bagi bangsa Israel untuk bisa berbaur dengan bangsa-bangsa lain, yang jelas tidak dilarang makan binatang-binatang tersebut. Ini bukan hanya menyukarkan bangsa Israel untuk berbaur dengan bangsa-bangsa lain, tetapi juga menyukarkan mereka untuk menyebar ke negara-negara lain, karena di sana semua orang memakan binatang-binatang yang bagi mereka dilarang untuk dimakan.


Supaya janji & Rencana tentang kedatangan Mesias / Yesus melalui bangsa Yahudi dalam Kitab Suci bisa digenapi :


Mesias / Yesus sudah dijanjikan oleh Allah sejak dari kejatuhan Adam ke dalam dosa. Kej,3:14-15


Setelah itu janji tentang Yesus itu diberikan lagi pada jaman Abraham Kej. 12:1-3


Mesias / Yesus keturunan Daud. Maz. 110:1


Yes 35:4 - “Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: ‘Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu (Yesus) akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu


Yer 23:5-6 - “(5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia (Yesus) akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (6) Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN-keadilan kita”.


Yes 61:1-2 - “(1) Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, (2) untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung”.


Yes 53:4-6 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya (Yesus) , dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”.

Nabi Yesaya bernubuat bahwa Allah akan memberi umat-Nya suatu tanda. Seorang perawan akan melahirkan seorang Anak laki-laki (Yesus) yang akan disebut "Allah beserta kita." (Yes 7:14; Mat 1:23) Bahwa Anak (Yesus) ini juga akan disebut "Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."
(Yes 9:5) Dan bahwa Dia (Yesus) akan mati untuk dosa-dosa umat-Nya dan kemudian Dia akan melihat hidup-Nya dihormati dan dipermuliakan


Yesus disebut ‘tunas Daud’, ‘tunas yang keluar dari tunggul Isai’, ‘ta-ruk dari pangkal Isai’ (Yes 11:1,10 Yes 4:2 Yes 53:2 Yer 23:5 Wah 5:5 Wah 22:16). Perlu diingat bahwa ‘tunas’ menunjukkan bahwa Ia (Yesus) betul-betul adalah keturunan Daud, dan mempunyai hubungan orga-nic dengan Daud


Mal 3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku (Yohanes ), supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku (Yesus) ! Dengan mendadak Tuhan (Yesus) yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.





Ibr 7:14 mengatakan bahwa ‘Tuhan (Yesus) kita berasal dari suku Yehuda’




Mat 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin (Yesus) , yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Joh 6:51 Akulah (YESUS) roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Joh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku (YESUS), Joh 5:40 namun
kamu tidak mau datang kepada-Ku (YESUS) untuk memperoleh hidup itu.


Dan setelah itu masih banyak janji-janji dalam Perjanjian Lama tentang Mesias / Yesus, dan orang-orang Yahudi menanti-nantikan penggenapan janji tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN