إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Rabu

plajaran buat agama islam

Saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tapi tidak bodoh

Posted by حَنِيفًا on January 8, 2009
Assalamu’alaikum,
Ada hal yang menarik dari komentar seorang rekan pada postingan mengenai jumlah total ayat Al Qur’an sesungguhnya 6348 ayat, perhitungan melibatkan  surat At Taubah 129 ayat. Saya agak tercengang dengan konklusi rekan tersebut meyakini  jumlah ayat Al Qur’an hanya berdasarkan referensi kutipan sebuah buku.
2 takwil manusia?
Saya kutip dari buku:
The History of The Qur’anic Text – From Revelation to Compilation -
Sejarah Teks Al-Quran – Dari Wahyu Sampai Kompilasinya -
Penulis : Prof. Dr. M.M al A’zami
BAB 7 : MUSHAF ‘UTHMANI
Zaid bin Thabit melaporkan bahwa ketika dia mengumpulkan Al-Qur’an pada zaman pemerintahan Abu Bakr, dia tidak dapat mendapatkan dua ayat terakhir surah al-Bara’ah sehingga dia bertemu dengan Abu Khuzaimah al-Ansari, dengan tiada seorang pun yang memiliki salinan utama (tangan pertama). Suhuf yang sudah lengkap disimpan di bawah penjagaan Abu Bakr sampai dia meninggal … (al-Bukhari, Sahih, hadith no. 4986)
Itu artinya ayat surah al-Bara’ah ( at-Taubah ) yang saat ini berjumlah 129 harusnya 127.
Wallahu’alam.
Saya bukan ahli hadits, tapi jika dilihat dari definisi hadits maka dengan tegas saya menolaknya  atau dengan kata lain itu bukanlah suatu  hadits melainkan sebuah riwayat yang belum tentu nilai kebenarannya (dari riwayat tersebut jelas Nabi Muhammad s.a.w sudah wafat… dari isinya jelas Rasulullah tidak mengucapkan sepatah katapun). Terlepas dari benar atau tidaknya riwayat tersebut namun pernyataan pengurangan 2 ayat pada surat At Taubah senada benar dengan Dr. Rashad Khalifa yang nyata-nyata ingkar sunnah,  saya simak  dari rekaman video perdebatan beliau dengan Dr. Abdel Rahman Saleh (“The Great Debate”).
Saya memang tidak sepintar beliau, namun jika dikatagorikan sebagai berguru pada syaithan mungkin lain hal, seperti kutipan dari “Team Editorial Submission.org
They use lies and distortion of the truth to attack Muhammed and his message. Those attacking Dr. Khalifa are using the same technique, they may be a different group but has that same teacher, Satan
Mari kita buktikan siapa yang mendistorsi Al Qur’an ?!
Insya Allah akan menepis keragu-raguan… yang ada !!
Setiap muslim seluruh dunia menyakini dalam melaksanakan shalat  maka surat Al Fatihah merupakan salah satu syarat  wajib yang harus dibaca, kemudian di sunahkan  membaca surah Al Qur’an yang lain. Selanjutnya walaupun  tidak hafiz Al Qur’an namun saya meyakini terdapat tiga kali kata  الله dilafadzkan “Allah” jida dalam shalat  membaca surah Al Fatihah kemudian surah An Naas dengan mengabaikan penomoran surah,  (nomor surah tidak pernah dibaca baik dalam waktu shalat maupun saat Tilawatil Qur’an). Berdasarkan hal diatas maka saya menghitung lafadz “Allah” sebanyak 2810 kali (lihat Tabel A), bisa saja terjadi kesalahan hitung namun saya tidak memaksakan kehendak dengan manambah atau mengurangi lafadz “Allah” dari Al Qur’an yang saya baca dan saya lihat selama ini, apalagi dengan menggunakan METODA yang keliru dalam konsep perumpamaan bilangan ”sembilan belas” pada  QS 74:30.
Mari kita lihat kesamaan saya dengan Dr. Rashad Khalifa.
1.  Bismillahir-Rahmanir-Rahim بسم الله الرحمن الرحيم = jumlah huruf hijaiyah  19.
2. Total surah  Al Qur’an 114  =  jumlah surah 6 x19.
3. Kecuali surah At Taubah, maka seluruh surah AQ diawali basmallah.
4. Hanya satu-satunya Basmallah benomor yaitu QS Al Fatihah
Perbedaan saya dengan Dr. Rashad Khalifa dalam mentakwilkan Operator 2.
Alhamdulillah, saya pribadi cukup puas dengan operator +2 sebagai takwil manusia untuk perhitungan lafadz “Allah” dalam kandungan seluruh Al Qur’an, disisi lain Dr. Rashad Khalifa, PhD menggunakan operator -2.
Menurut saya :
a. Takwil lafadz “Allah”  adalah 2810 + 2  = (148 x 19)
b. Takwil total ayat Al Qur’an 6348, silahkan baca disini.
c. Ada tiga jenis pembukaan surah Al Qur’an.
1. Berbasmallah dan bernomor := Al Fatihah
2. Berbasmalah dan tak bernomor contohnya := Al Ikhlas
3. Tak berbasmallah := At Taubah
Dari ketiganya sekurang-kurangnya terdapat satu lafadz “Allah”
d. Ketiadaan basmallah pada At Taubah bisa dijelaskan dengan konsep 19
(Insya Allah, penjelasanya akan saya postingan tersendiri…)
Menurut Dr. Rashad Khalifa
a. takwil lafadz “Allah” adalah 2698 =  (142 x 19)
b. Takwil total ayat Al Qur’an adalah 6346 = (334 x 19), jelas beliau men-distorsi jumlah ayat, khususnya Surah At Taubah ditakwilkan dengan -2, yaitu dengan menghilangkan ayat 9:128 dan  9:129, sehingga jumlah total ayat Al Qur’an versinya adalah  6346 := (6236 – 2 + 112)
Rupanya beliau mengasumsikan seluruh Al Qur’an layaknya seperti surah At Taubah yaitu tidak menggunakan “Basmallah” dalam metoda perhitungan lafadz “Allah”, padahal kontradiksi dengan bacaan surah Al Qur’an baik dalam saat shalat maupun tilawatil Qur’an seperti yang saya jelaskan diatas. Disisi lain beliau menggunakan jumlah “Basmallah” dalam perhitungan jumlah ayat setelah dikurangi 2.
Telah terjadi inkonsisten metoda perhitungan Dr. Rashad Khalifa, perhatikan dengan seksama.. !
1. Perhitungan lafadz “Allah” sebanyak 2698, kandungan lafadz “Allah” dalam Basmallah setiap awal surah Al Qur’an “dibuang“.
2. Perhitungan jumlah total ayat Al Qur’an, kandungan lafadz “Allah” dalam Basmallah setiap awal surah Al Qur’an “ditambahkan“.
Astaghfirullahal ‘Azhim….
Dengan hanya mengandalkan takwil yang keliru pada angka 2698 , beliau berani menghilangkan 2 ayat At Taubah, dengan kata lain suatu saat ada orang beranggapan (menakwilkan -2) pada jumlah surah Al Qur’an, semisal berasumsi akhir lafadz “Allah” pada Surah QS 112 maka akan ada orang berassumsi QS 113 dan QS 114 buatan manusia ?!  why not…
Silahkan pelajari pendapat orang mengenai ::–”Signs and “missing” basmalah!” –::
tabel-a1
Apakah betul saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tetapi tidak bodoh ?!
Bukti bahwa saya tidak bodoh adalah :
Lafadz “Allah” bisa lebih besar atau sama dengan 2698, dengan demikian angka 2698 = ( 142 x 19) walaupun berbasis sembilan belas namun bukan merupakan “Konstanta Al Qur’an”, jadi tidaklah bisa kita terima penghilangan 2 ayat At Taubah (QS 9:128 dan QS 9:129).

Bukankah 2810 : 10 := 281… Tampa sisa ?!

Berikut ini saya paparkan “kepintaran beliau”, silahkan download terlebih dahulu dan pelajari Quran: Visual Presentation of the miracle- a book by Dr. Khalifa.
Oom wiki bilang,
Starting in 1969, Khalifa used computers to analyze the frequency of letters and words in the Qur’an. In 1974 he claimed that he discovered an intricate numerical pattern in the text of the Qur’an involving the number 19 mentioned in chapter 74 of the Qur’an
Saya yakin sekali selama penelitian beliau dalam kurun 5 tahun pada penomena bilangan “sembilan belas”, beliau mengetahui dengan jelas angka 1273 merupakan faktor bilangan 19, bukti lihat tabel A: 1273 = ( 2 + 282 + 209 + 229 147 + 87 + 61 + 88 + 168). dan dengan cerdik dia menempatkan ayat 129 pada urutan 1273 (lihat A), bukankah suatu kejanggalan bagaimana mungkin menolak QS 9:129 tetapi masih menempatkan pada tabulasinya ?!
Sekarang perhatikan urutan 1271(lihat B), , terjadi duplikasi data bukan ?! untuk QS 9:123 dan QS 9:127.
JIka kita periksa No Urut sari 1 s/d 1273 tidak ada masalah kecuali no:1271.
Seandainya kita koreksi dengan:
dari….
1271 9 123
1271 9 127
1273 9 129
menjadi…
1271 9 123
1272 9 127
1273 9 ???

Jika saya berhadapan dengan “Team Editoril Submission.org”, mungkin kira-kira mereka berkata :
Karena saudara merevisi redaksi saya, maka coba tolong hitung ulang lafadz “Allah”, karena menurut kami QS 9:129 adalah ayat palsu…
Suatu cukup alasan jika mereka membuat “kesalahan” yang disengaja pada surah At Taubah saja, saya dengan senang hati bila semua membuka Al Qur’an masing-masing namun tidak ada salahnya saya tampilkan surah At Taubah ayat 15, perhatikan dalam gambar (lihat C)jelas hanya ada 1 lafadz “Allah” padahal semestinya 2, sehingga no. urut berubah… (lihat D).
1121 9 15
1122 9 16
1123 9 16
1124 9 16 …. dan seterusnya
sehingga….
1271      9     120
1272      9     121
1273      9     127…. Binggo !!  (1273= 67 x 19)
Jika menerima begitu saja, sama dengan turut andil menghilangkan QS 9:129.
Lalu bagaimana dengan posisi ayat tersebut ?! Jawabannya ada pada Surat Al Hajj (QS 22) lihat tabel A:, lebih jelasnya pada:
– 50 -
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
P H Y S I C A L    F A C T    NUMBER  (16)    (Cont’d)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
…..
1670 22 60
1671 22 60
1672 22 60 ….. ,space untuk QS 9:129 kah ?! :D
……

tabel-ab
Perhatikan QS 9:15 memuat 2 lafadz “Allah”…
at-tauba-151
tabel-cd
Kesimpulan :
QS 9:127 memang pada posisi 1273  (67 x 19)
Silahkan perhatikan QS 67 dan hitung lafadz “Allah”, maka ada 3 yaitu  pada ayat ( 9,  26, 28 )

Next… QS 67:3 ?! ::– Signs and “missing” Basmalah –:: by Haniifa
Salah satu Bukti kebohongan Dr. Rashad Khalifa, silahken download vis3.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN