إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Jumat

bacaan saja


Pendekatan lain mengenai “70 tahun”

Saksi Yehuwa percaya bahwa kehancuran Yerusalem menjadi puing terjadi pada 607. Angka ini didapatkan dari 537-70.

MP 1 Oktober 2011, hal. 28
Jadi,menurut kronologi Alkitab, 70 tahun tersebut adalah periode waktu harfiah yang berakhir pada 537 SM. Dengan menghitung mundur 70 tahun, kita akan mengetahui kapan mulainya periode itu, yakni 607 SM.
w06 15/1 hlm. 19
Orang Babilonia memasuki Yerusalem pada bulan kelima (Ab, yang jatuh pada bulan Juli/Agustus) tahun 607 SM dan dua bulan kemudian kota itu benar-benar menjadi puing-puing.
Saksi Yehuwa mengatakan:
- 537 = angka yang diterima sejarah,
- 70 = angka yang jelas tertulis dalam Alkitab,
Jadi, kehancuran Yerusalem terjadi pada 607 (tanpa mempedulikan para pakar sejarah yang mengatakan bahwa yang benar adalah 587, bukan 607).
Menarik, dengan cara pikir tersebut, bisa saja MP memegang 607, dan menolak 537. Tetapi MP memilih untuk memegang 537 dan menolak 607.
Nah, bagaimana menjelaskan hal ini?
Pendapat pertama
Pendapat kedua
“70 tahun” bermakna kiasan, bukan harafiah.
Jadi, jika alasan menolak 587 adalah karena “587-607=50” (berbeda dengan Alkitab yang menyatakan “70”) tidaklah kuat.
Misalkan pada kasus Tirus yang dikatakan akan melayani Babilon selama 70 tahun, namun pada kenyataannya hanya 50 tahun. MP sendiri yang mengakui hal ini.
“70” adalah angka harafiah.
Namun, hal ini tidak lantas membenarkan perhitungan ala MP. Pendapat ini menyatakan bahwa memang benar 537-70=607, namun yang terjadi pada 607 bukanlah kehancuran Yerusalem menjadi puing-puing, namun yang terjadi adalah pengaruh Babilonia yang mulai mendominasi. Menurut pendapat kini, kehancuran Yerusalem terjadi pada 587.
ip-1 psl. 19 hlm. 253 par. 21
Melalui Yeremia, Yehuwa menyatakan bahwa Tirus termasuk di antara bangsa-bangsa yang disisihkan untuk meminum anggur kemurkaan-Nya. Ia mengatakan, ”Bangsa-bangsa ini harus melayani raja Babilon selama tujuh puluh tahun.” (Yeremia 25:8-17, 22, 27) Memang, kota-pulau Tirus tidak berada di bawah kekuasaan Babilon selama 70 tahun penuh, karena Imperium Babilonia jatuh pada tahun 539 SM.



Kali ini kita akan membahas pendekatan kedua.
Alkitab menyatakan bahwa bangsa-bangsa harus melayani Babilon selama 70 tahun.
Yeremia25:11
Maka seluruh negeri ini akan menjadi tempat yang hancur, sesuatu yang mencengangkan, dan bangsa-bangsa ini harus melayani raja Babilon selama tujuh puluh tahun.”’
Allah Yehuwa menyerahkan semua negeri (termasuk Yehuda) kepada Babilonia.
Yeremia 27:6-7
Aku telah menyerahkan semua negeri itu ke tangan Nebukhadnezar, raja Babilon, hambaku; bahkan binatang-binatang liar di padang telah kuberikan kepadanya untuk melayani dia. Semua bangsa harus melayani dia, putranya dan cucunya sampai waktunya tiba bahkan bagi negerinya sendiri, dan banyak bangsa dan raja-raja besar akan memeras dia sebagai hamba.’
Bagaimana jika bangsa-bangsa tidak mau tunduk kepada Babilon?
Yeremia 27:8
”’”’Pasti terjadi bahwa bangsa dan kerajaan yang tidak mau melayani dia, yaitu Nebukhadnezar, raja Babilon; dan ia yang tidak mau menaruh lehernya di bawah kuk raja Babilon, maka dengan pedang, bala kelaparan, dan sampar aku akan memalingkan perhatianku kepada bangsa itu,’ demikian ucapan Yehuwa, ’sampai aku menghabisi mereka melalui tangan dia.’
Nah, fakta sejarah menyatakan bahwa pada tahun 605/604, Nebukhadnezar muncul sebagai seorang yang hebat setelah memenangkan Perang Carchemish.
"Pada 604, orang Mesir yang tersisa telah diusir dari Palestina, dan , walaupun Mesir dan Babilonia bertempur sejenak pada 601, kepemilikan Mesir atas Asia telah hilang." [terjemahan pribadi]
".... 605 SM, ia telah menetapkan reputasinya sebagai komandan militer yang hebat oleh kemenangannya atas bangsa Mesir pada perang Carchemish yang amat menentukan..."
[terjemahan pribadi]
Hal ini diikuti oleh pernyataan ketundukan oleh Yehuda.
"Pada 605, Mesir dan sisa kerajaan Asiria dikalahkan di Carchemish oleh Babilon. Ini diikuti oleh pernyataan ketaatan oleh Yehoiakim kepada Nebukadnezzar, raja Babilon."
[terjemahan pribadi]
Namun pada saat ini, Yerusalem tidak dihancurkan. Lantas, kapan penghancuran itu terjadi?
".... Zedekiah memberontak dan bersekutu dengan raja dari Mesir. (Yeh. 17:15) Oleh karena itu, pada tahun kesebilan Zedekiah pada 590 SM, Nekbukhadnezzar menyerang Yehuda dan kota-kotanya. (E302) Pada bulan kesepuluh tahun itu pada kalender Yahudi ia mengepung Yerusalem lagi. Pada tahun kesebelas Zedekiah pada 588 SM pada bulan keempat dan kelima, setelah mengepung selama 18 bulan, ia mengambilalih dan membakar kota dan baitnya. (2 Raj. 25:1,2,8; Yer. 32:1; 39:1,2)
[terjemahan pribadi]
Masa 70 tahun yang diawali pada 607 ini kemudian berakhir pada 537.
Jadi, 607 bukanlah tahun kehancuran Yerusalem, melainkan tahun di mana Allah membangkitkan Babilonia dan Yehuda yang seharusnya tunduk kepadanya, pada prosesnya ternyata memilih tidak tunduk. Yehuwapun memberikan hukuman akibat tindakan Yehuda ini, dengan mengizinkan Yerusalem hancur 20 tahun kemudian (587 SM).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN