إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Rabu

ALKISAH PERANG SALIB


 
 
 
 
 
 
1 Vote

Setelah Anda membaca artikel ini anda akan dapat menjawab beberapa poin dibawah ini:
1. Apakah Drakula eksis secara historis atau hanya sebuah fiksi (cerita tidak nyata)?
2. Benarkah Drakula AntiKristus dan Antisalib?
3. Benarkah Drakula hanya takut pada salib, karena bisa mengakibatkan kematiannya?
Artikel ini berasal dari sebuah buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” yang bisa anda dapatkan di Gramedia. Buku tsb menarik karena membongkar kebohongan yang sengaja ditutup-tutupi oleh umat Kristen dewasa ini.
Dracula adalah seorang pangeran yang hidup diabad 15 M. Ia bukanlah seorang antiKristus apalagi antisalib, karena ia adalah seorang “Kristiani fanatik penyembah patung salib” sebagaimana umat Kristen Trinitarian dewasa ini. Kejahatannya terhadap kemanusiaan bahkan bisa disamakan atau bahkan melebihi Hitler (pemimpin Nazi Jerman) dan Genghis Khan (pemimpin Mongolia Golden Horde).
Membongkar Sebuah Kebohongan
Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.
Lalu, siapa sebenarnya Dracula itu?
Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel-benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.
Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala
Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala.
Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:
“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab.
Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri.
Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.
Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat khususnya umat Islam sendiri yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.
Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Dialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat.
Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.
Selain yang telah dipaparkan di atas, buku “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.
Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini-walaupun masih merupakan langkah awal-bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata pelajaran sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.
BIBLE MENGAJARKAN HAUS DARAH TANPA BELAS KASIHAN, MANA AJARAN KASIH KRISTUS…..BOOOOHOOOONG BEEESAAAAR. NYATA-NYATA BAHWA AGAMA KRISTEN BIKINAN SYETAN PENIPU PAULUS YANG MENYULAP AGAMA SYETAN PAGANISME MENJADI KRISTEN.
Dalam kitab Mazmur dinyatakan:
“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!(Mazmur 137:8-9 TB)
Jika membanting anak-anak ke arah bebatuan hingga kepala mereka pecah adalah sebuah perbuatan kudus, bukankah menusuk kayu runcing ke arah anus menembus perut hingga kepala juga adalah perbuatan kudus? Toh sama-sama sadis?!
Ulangan 20:16 TB
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”
Tampaknya Pangeran Dracula sangat memahami makna kandungan ayat Bible kitab Ulangan agar jangan berbelas kasih kepada masyarakat/rakyat yang telah ditaklukkan oleh pasukan yang beriman kepada Bible.
Dracula memang sungguh sangat jahat. Ia bisa didakwa sebagai penjahat perang seandainya ia adalah pemimpin diabad modern sekarang. Tapi sungguh tidak elok rasanya jika kita hanya menyalahkan Dracula tanpa menyalahkan kitab suci sadistik bernama Bible.
Mengapa Pasukan Salib Kristen terkenal bengis? Karena kitab suci mereka lah yang telah menginspirasi Paus, pendeta, dan panglima tentara Salib untuk berbuat sadis dengan penuh rasa kegembiraan sebagaimana amanat Kitab Mazmur 137:8-9 dan Kitab Ulangan 20:16. Ini bukan hanya kesalahan orang per orang, tapi ini adalah kesalahan Agama sesat, dogma palsu, pendeta fobia, dan kitab suci korup Bible umat Kristen.
Dunia barat menutup2 siapa sebenarnya dracula dengan menyebarkan doktrin baik melaui film, buku, dsb… dracula takut dengan salib ini hanya doktrin petinggi2 kristian untuk menutupi kebejadan mereka..
Setelah mengetahui fakta itu terjawab sudah pertanyaan2 ini :
1. Apakah Drakula eksis secara historis atau hanya sebuah fiksi (cerita tidak nyata)?
Ya, Dracula eksis secara historis.
2. Benarkah Drakula AntiKristus dan Antisalib?
Faktanya Dracula adalah seorang Kristen pemuja salib sebagaimana umat Kristen Pagan Trinitarian.
3. Benarkah Drakula hanya takut pada salib, karena bisa mengakibatkan kematiannya?
Faktanya kematian Dracula bukan karena musuhnya mengacung-acungkan berhala salib kepadanya. Ia tewas dipenggal oleh seorang muslim saleh bernama Sultan Mahmud II dari Kekhalifahan Utsmani.
Pertanyaan lain yang pada akhirnya muncul adalah:
Apakah perbuatan orang Kristen tsb yang telah membantai secara kejam dibenarkan berdasarkan Bible ?
Dalam Bible kitab Mazmur dinyatakan:
“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!(Mazmur 137:8-9 TB)
Jika membanting anak-anak ke arah bebatuan hingga kepala mereka pecah adalah sebuah perbuatan kudus, bukankah menusuk kayu runcing ke arah anus menembus perut hingga kepala juga adalah perbuatan kudus? Toh sama-sama sadis?!
Ulangan 20:16 TB
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”
Tampaknya Pangeran Dracula sangat memahami makna kandungan ayat Bible kitab Ulangan agar jangan berbelas kasih kepada masyarakat/rakyat yang telah ditaklukkan oleh pasukan yang beriman kepada Bible.
Dracula memang sungguh sangat jahat. Ia bisa didakwa sebagai penjahat perang seandainya ia adalah pemimpin diabad modern sekarang. Tapi sungguh tidak elok rasanya jika kita hanya menyalahkan Dracula tanpa menyalahkan kitab suci sadistik bernama Bible.
Mengapa Pasukan Salib Kristen terkenal bengis? Karena kitab suci mereka lah yang telah menginspirasi Paus, pendeta, dan panglima tentara Salib untuk berbuat sadis dengan penuh rasa kegembiraan sebagaimana amanat Kitab Mazmur 137:8-9 dan Kitab Ulangan 20:16. Ini bukan hanya kesalahan orang per orang, tapi ini adalah kesalahan Agama sesat, dogma palsu, pendeta fobia, dan kitab suci korup Bible umat Kristen.
KRISTEN IS THE REAL TERORIST / DRACULA HAUS DARAH
Who killed 800.000 surrender moslem on palestine only 3 (three) days on crusade war?
Who killed 1.500.000 surrender moslem on spain on inquisition by Queen Issabella III?
Who killed thousands of aboriginal people in North America and Australia in order to occupy their lands and properties?
Who killed millions of South Americans?
Who killed millions of human beings in World War I?
Who killed 6 million Jews during World War II?
Who killed 2 million Polish Christians in World War II?
Who killed 6 million Chinese during the invasion of China?
Who killed 2 million Cambodian during the civil war?
Who killed more than 2 million Filipinos during invasion of Philippines?
Who killed more than half million Tibetans during the last 6 decades?
Who killed more than 2 million Vietnamese during the Vietnam War?
Who dropped chemical and biological bombs on Vietnam?
Who dropped nuclear bombs on Japan and killed thousands of people in Hiroshima and Nagasaki?
Who killed more than 2 million African Christians in Rwanda, Sierra, Leone, Burundi and Congo within the ! last two decades?
Who made more than 9.5 million human beings refugees in Africa?
Who is killing and confiscating lands from White farmers in Zimbabwe?
Who invented the nuclear, biological and chemical bombs?
Who sells the most sophisticated bombs and the best killing machines to the world?
Who killed hundreds of blacks in America and did not consider them as human beings until 1960s.
Who are White Supremacists?
Who did not consider women as persons until 1940s?
I am purposely not asking you about the killings of millions of Muslims in Bosnia, Kossovo, Chechnya, Kashmir, Palestine, Russian Federation, Iraq, Afghanistan, China, India, etc.
Can you please prove that the most of the above holocaust and genocide of human race were not caused by the people who claimed to be Christians? Non-Muslims also created the other genocide? If you are interested I can send you a longer list of all the holocausts and genocide caused by the people who were not Muslims and how christian spread on the worlds, that spread by imperialism by british, spain, portugal, etc. with motto: “Gold, Glory, Gospel trough.
FARC yang kerjanya mengedarkan obat bius, menyandera serta membunuh dan mengebom…
IRA…tukang ngebom orang sipil di Irlandia Utara…
BASQUE… tukang bunuh & ngebom di Spanyol Utara…
Ku Klux Klan (KKK)…. tukang culik dan bunuh orang-orang kulit hitam di USA.
NAZI… dengan alasan karena Yahudi telah membunuh Yesus, maka mereka membantai Yahudi sampai 6 juta orang Yahudi punah…..
MAFIOSO….organisasi beraliran Kristen pembunuh & pengedar Narkoba di Italia..
KRISTEN AMERIKA…..memusnahkan suku asli Amerika Azteq, Siquex, Apache
>>>
kalo yesus memang mengajarkan kasih bro, tapi ayat2 yesus diisepin darahnya ama si paul… hakekatnya dimutilasi juga… nah jadilah alkitab yang dibumbui trasi itu,
kasihan sodara2 kita kristeners itu udah dikibulin secara turun temurun, sehingga mendapat “kebohongan waris” yang membuat mereka berdosa….
bagaimanapun juga udah kewajiban kita sebagai sesama manusia untuk saling mengingatkan dan menunjukkan kebenaran semampu kita,, kalo mereka masih ga mau ya itu urusan mereka….
>>>
Drakula yg ada di film cm dongeng kristen buat anak2..biar agama nya di bilang dapat ngusir setan dengan kalung salib…
biar cw2 pada pake kalung salib, jadi biar bisa terhindar dari gigitan drakula yg masuk kamar tengah malem…  …  ……
benar2 pembodohan masal…
>>>
memang bro, mereka selalu menutupi sejarah yg benar… udah tukang fitnah dari sononya…
>>>
Jangankan dracula…… yang jelas-jelas hanya cerita dongeng……. Yesous saja hanyalah sebuah fiksi yang tak pernah ada dan tak pernah hidup di atas dunia ini……..
Cerita Yesous di dalam ke 4 Injil tidak ada bedanya dengan crita wayang tentag Pandawa lima dan keluarga Kurawa……. dengan lakonnya Yudistira (Samiaji), Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa juga lakon yang lainnya seperti Gatotkaca, Pendeta Dorna dll………
Apakah cerita wayang tersebut bisa dibuktikan akan kebenarannya……..??? Tidak mungkin…….
Nah…… begitu juga tentang cerita Yesous dalam ke 4 Injil……..apakah bisa dibuktikan akan kebenarannya bahwa Yesous pernah hidup diatas dunia ini…..?? Tidak ada buktinya……..
Adakah bukti peninggalan Yesous yang dapat dijadikan acuan bahwa Yesous pernah ada atau pernah hidup………???
Tolong tunjukkan kalau ada………..!
>>>
hihihi pada malu kali bro… para peminum darah yesus dan pemakan daging yesus pastinya malu melihat kenyataan bahwa mereka itu sebenarnya dracula…    yang diwajibkan meminum darah yesus
SHALOM!!!!! MAZEL TOV!!!!!!! AMENNNN!!!!!!!
klik. 123

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN