إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Kamis

sekilas


 
Keelty segera terbang ke Jakarta dan mengklaim bahwa ledakan yang mirip dengan mimpi buruk bomatom di Hiroshima itu disebabkan oleh sebuah “bom mobil yg bermuatan 200 kg (500 pon) PotassiumChlorat”, padahal jenis ini merupakan bahan peledak berdaya ledak rendah yg hanya menghasilkansebuah ledakan dengan kecepatan sekitar 3.400 ft/s (kaki per detik), bandingkan dengan ledakan mikro-nuklir yang memiliki daya ledak tinggi dengan kecepatan sekitar 1.000.000 ft/s. Perlu digarisbawahi bahwa Mick Keelty membuat pernyataan publik ini sebelum dilakukannya sebuah tes forensik apapun di dekat kawah bekas ledakan atau residu yg ditinggalkan. Jadi, siapa yang memerintahkan Keelty untuk berbohong pada rakyat Australia dan Indonesia? 
Motif dari serangan khusus “Teroris Muslim” tiruan (palsu) ini sebenarnya sudah cukup jelas. Australiadan AS akan mengadakan pemilihan umum dalam waktu satu atau dua bulan ke depan, demikian pulahalnya dengan Inggris yang juga akan melaksanakan kegiatan yang sama dalam waktu tidak lamasesudahnya. Ketiga pemimpin negara-negara tersebut (AS-Australia-Inggris) adalah orang-orang yangmemiliki dasar kebijakan politik yang sama terhadap “Perang di Irak” dan “Perang Melawan Teror”.Kira-kira setahun yang lalu, BushBlaidan Howard mengumumkan sebuah kemenangan mutlakmelawan apa yang mereka sebut sebagai “Setan” Saddam Hussein dan Irak pada umumnya. Sementarakenyataan yang terjadi saat ini di Irak, tentara-tentara AS, Inggris dan Australia menghadapi lebih dari600 kali serangan anti-pendudukan setiap bulannya, yang dilakukan oleh satuan-satuan yang memilikikeahlian bertempur cukup baik yang berasal dari mantan tentara Garda Republik dan rakyat Irak padaumumnya, sedangkan moral pasukan koalisi AS kian hari semakin memburuk. Tidak akan lama lagimasanya untuk menyombongkan diri atas kemenangan invasi ilegal terhadap Irak ini, karena sebagianbesar publik ketiga negara tersebut sudah mengetahui bahwa mereka sebenarnya tidak memenangkanapapun dari perang itu, dan suatu saat nanti, segera akan terjadi sebuah penarikan mundur besar-besarapasukan koalisAS darIrayanakamengingatkan kitkembali pada peristiwdiVietnam.Setelah muncul sebagai sebuah sejarah politik padtahu2003, isu Irak sekarang telah berubahmenjadi sebuah kebohongan politik yang sangat menyolok, dan kemudian dibuat menjadi lebih burukoleh Bush, Blaidan Howard ketika mereka secara terumenerus menghubungkan Irak dengandongeng tentang “Al-Qaeda”, yang tidak lain adalah karya fiktidari komplotan rahasia Zionis yangmemankreatif. Pengaitaisu Iradengan Al-Qaedini telah menghasilkasebuaperistiwamemalukan bagi mereka, karena sebagian besar publik Barat sekarang sudah menyadari sepenuhnyabahwa istilah tersebut diciptakan secara spesifik hanya untuk menakut-nakuti dan mengendalikanmereka, terutama melalui perundang-undangan anti-teroris baru (New Draconian). Karena itulahselanjutnya fiksi tentang “Perang Melawan Teror” telah menjadi sebuah kebohongan politik yang nyata,dan isu ini tidak dapat digunakan lagi secara efektif sebagai isu utama dalam pemilu nasional ketiganegara ini.Jadi berikutnya sudah jelas, sebuah elemen baru dan lebih simpang siur dari sekedar “Perang MelawanTeror” harus dimunculkan bagi sebuah jalan yang diharapkan akan dapat membuat publik percaya akankeberadaan Terorisme Islam, yang berarti penebaran dan penggunaan kembali istilah “Jemaah Islamiah”Asia Tenggara, yang beberapa waktu sebelumnya sudah dimasukkan ke dalam daftar kelompok terorissetelah peristiwa bom mikro-nuklir Dimona di Pantai Kuta Bali , dan Hotel Marriot Jakarta. Jika kelompokrekaan dari Teroris Muslim tiruan yang mereka buat ini dapat melakukan sebuah serangan ketiga didalam kawasan Indonesia sebelum pemilu di AS, Inggris dan Australia, maka Bush, Blair dan Howard
3
 
berharap akan dapat kembali masuk pada jalur favorit mereka yang bertemakan “Perang MelawanTeror”. 
Bom mobil, minivan dan truk tidak dapat dan tidak akan sanggup membuat kawah di bekas ledakannyaseperti yang terjadi di Pantai Kuta Bali (gambar ke-1 dari kiri), Hotel Marriot (gambar ke-2 dari kiri) danKedutaan Besar Australia – Jakarta (gambar ke-3 dari kiri), ledakan-ledakan ini sebetulnya dibuat olehkomplotan Zionis. Namun karena terdapat sebuah persoalan luarbiasa besar yang menyangkut bagaimanameyakinkan publik bahwa ini bukan merupakan mikro-nuklir, maka kemudian diserahkan tugas kepada kaki-tangan mereka di Australia untuk melakukan penipuan dan kebohongan publik melalui isu “Bom Mobil” untuk menutupi kenyataan ini. Pada bagian bawah akan kita lihat lebih lanjut tentang fakta ini melalui sebuah laporan pengujian bom mobil.
Dari permulaakampanye mereka menghancurkawargsipil Barat, komplotaZionis Israel telahmenghadapi kecaman dan kecurigaadari berbagapihak, kebanyakan hal ini disebabkan olehkenyataan bahwa adalasuatu kemustahilasecarteknis serangan-serangateroritiruaitudilakukaoleh kelompok-kelompoMuslim, yang sama sekali tidamempunyai pengetahuan yangmendalam tentang nuklir dan peralatan nuklir.Meskipun unsur bahan peledak kimia dapat menghasilkan kerusakan dan bahkan kematian pada jarakdekadari gelombang ledakan yang dihasilkannya, namun fakta di lapangamenunjukkan bahwadiperlukasejumlah besar kepingan-kepingapelurmeriaberkecepatan tinggi untuk bisamenghasilkan kerusakan dan kematian pada jarak sedang dan jarak jauh. Karena itu jalan yang palingmudah untuk menghasilkan efek yang cukup luas ini adalah dengan menempatkan bahan peledak kimiaatau nuklir di bawah permukaan tanah seperti di dalam lubang saluran atau gorong-gorong bawah tanah,sehingga ketika terjadi ledakan, lapisan tanah dan jalan yang berada di atasnya akan terlempar keatasdan kearah sekitarnya seperti halnya pecahan peluru meriam. Sayangnya terdapat sebuah kelemahandari ledakan jenis ini, yaitu ledakan tersebut akan meninggalkan sebuah kawah yang dapat dilihatdengan sangat jelas.Kekuatan relatif dari berbagai perangkat bahan peledak kimia dan nuklir sangat rumit untuk dijelaskan,dan untungnya saya tidak perlu untuk menjelaskannya secara detil dalam laporan ini. Pada tahun 2002saya telah menulis sebuah laporan menyeluruh tentang pengeboman di Kuta Bali dan kemudian diikutipula dengan laporan kedua tentang pengeboman mikro-nuklir di Hotel Marriot Jakarta. Karena itu bagipara pembaca yang berminat untuk mempelajari lebih jauh tentang bahan peledak dan sifat-sifatnya,mereka bisa mendapatkannya dalam laporan-laporan tersebut.Bahkan setelah 2 filem palsu yang berusaha membuktikan tentang keberadaan kawah akibat ledakanbom mobil dibuat di Australia, dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia untuk meyakinkan publik yangmasih ragu-ragu (skeptis) tentang bom mobil, komplotan rahasia Zionis tetap menyadari bahwa masihterdapat sebuah masalah besar terkait akan hal ini. Karena itulah, setelah terjadinya ledakan bom mikro-nuklir ke-3 di depan Kedubes Australia di Jakarta, para editor media barat diperintahkan oleh agen-agenZionis untuk tidak memperlihatkan satu gambar apapun tentang keberadaan kawah bekas ledakan bomtersebut. Namun demikian pada laporan ini kami berhasil mendapatkan sebuah gambar kawah bekasledakan itu yang hanya dapat diperoleh dari sumber-sumber militer dan bukan dari kalangan media (lihatkawah bekas ledakan di depan Kedubes Australia pada gambar ke-3 di atas, yang segera ditutupi olehpetugas keamanan sesaat sesudah ledakan).Cepat atau lambat kebohongan tentang “sebuah ledakan bom mobil menghasilkan kawah” akan segerakita ungkap disini, dengan bantuan beberapa potongan gambar rekaman kamera latihan peledakan bom
4
 
mobil yang dilakukan oleh pasukan khusus AS di Louisiana. Dua buah truk kecil dimuati dengan 1.000pon bom ANFO (Ammonium Nitrate Fuel Oil), kemudian diledakkan dan direkam dengan sebuah kameraberkecepatan tinggi. Perhatikan dengan seksama bahwa 1.000 pon bom ANFO adalah lebih dari dua kalilipat berat 200 kg bom Potassium Chlorat yang diklaim oleh Komisaris Polisi Federal Australia MickKeelty sebagai bom mobil yang meledak di depan Kedubes Australia - Jakarta, dan ANFO memilikikecepatan ledakan hampir 10.000 ft/s, atau kira-kira sama dengan tiga kali lipat kecepatan ledakan bomPotassium Chlorat yang hanya memiliki kecepatan sekitar 3.200 ft/s. Berdasarkan parameter-parameter inilahdadengan asumsbahwKeeltbukanlah seorangpembohong yantidak tahu malu, boANFpasukan khusus AS tersebut seharusnya akanmeninggalkan kawah bekas ledakan yang tiga sampai enam kali lebih besar dari kawah bekas ledakanyang terjadi di depan Kedubes Australia - Jakarta, yang jika diukur akan mempunyai diameter 18 kakidengan kedalaman 9 kaki 6 inci. Dengan teori seperti ini, dapatkah anda bayangkan berapa besarnyalubang kawah yang dibuat oleh bom ANFO ini dipermukaan bumi? 
Gambar di sebelah paling kiri dan kanan memperlihatkan dua buah truk kecil yang dimuati 1.000 pon ANFOdiledakkan oleh pasukan khusus AS dalam sebuah latihan. Percaya atau tidak, meskipun setiap kendaraan ini tertekan dengan kuat ke bawah oleh gelombang yang timbul akibat kekuatan ledakan tersebut, namun dapat terlihat dengan jelas bahwa terdapat sebuah celah udara antara rangka kendaraan dan jalan pada keduakasus ini, yang kemudian membuktikan bahwa bom mobil dan truk yang terjadi di atas permukaan tanah samasekali tidak dapat menghasilkan kawah bekas ledakan. Perhatikan dengan seksama sisa pembakaran minyak berwarna hitam yang terbentuk dari bola api ledakan kedua truk tersebut, hal ini merupakan karakteristik dari semua bahan peledak berdaya ledak rendah yang disertai minyak, termasuk ANFO dan Potassium Chlorat.Pada gambar di tengah, secara langsung dapat dibandingkan, bahwa asap yang dihasilkan oleh sebuahledakan nuklir adalah murni berwarna putih (seperti jamur), termasuk asap yang dihasilkan dari ledakan di depan Kedubes Australia – Jakarta terekam oleh kamera petugas keamanan Indonesia.
5

 
mobil yang dilakukan oleh pasukan khusus AS di Louisiana. Dua buah truk kecil dimuati dengan 1.000pon bom ANFO (Ammonium Nitrate Fuel Oil), kemudian diledakkan dan direkam dengan sebuah kameraberkecepatan tinggi. Perhatikan dengan seksama bahwa 1.000 pon bom ANFO adalah lebih dari dua kalilipat berat 200 kg bom Potassium Chlorat yang diklaim oleh Komisaris Polisi Federal Australia MickKeelty sebagai bom mobil yang meledak di depan Kedubes Australia - Jakarta, dan ANFO memilikikecepatan ledakan hampir 10.000 ft/s, atau kira-kira sama dengan tiga kali lipat kecepatan ledakan bomPotassium Chlorat yang hanya memiliki kecepatan sekitar 3.200 ft/s. Berdasarkan parameter-parameter inilahdadengan asumsbahwKeeltbukanlah seorangpembohong yantidak tahu malu, boANFpasukan khusus AS tersebut seharusnya akanmeninggalkan kawah bekas ledakan yang tiga sampai enam kali lebih besar dari kawah bekas ledakanyang terjadi di depan Kedubes Australia - Jakarta, yang jika diukur akan mempunyai diameter 18 kakidengan kedalaman 9 kaki 6 inci. Dengan teori seperti ini, dapatkah anda bayangkan berapa besarnyalubang kawah yang dibuat oleh bom ANFO ini dipermukaan bumi? 
Gambar di sebelah paling kiri dan kanan memperlihatkan dua buah truk kecil yang dimuati 1.000 pon ANFOdiledakkan oleh pasukan khusus AS dalam sebuah latihan. Percaya atau tidak, meskipun setiap kendaraan ini tertekan dengan kuat ke bawah oleh gelombang yang timbul akibat kekuatan ledakan tersebut, namun dapat terlihat dengan jelas bahwa terdapat sebuah celah udara antara rangka kendaraan dan jalan pada keduakasus ini, yang kemudian membuktikan bahwa bom mobil dan truk yang terjadi di atas permukaan tanah samasekali tidak dapat menghasilkan kawah bekas ledakan. Perhatikan dengan seksama sisa pembakaran minyak berwarna hitam yang terbentuk dari bola api ledakan kedua truk tersebut, hal ini merupakan karakteristik dari semua bahan peledak berdaya ledak rendah yang disertai minyak, termasuk ANFO dan Potassium Chlorat.Pada gambar di tengah, secara langsung dapat dibandingkan, bahwa asap yang dihasilkan oleh sebuahledakan nuklir adalah murni berwarna putih (seperti jamur), termasuk asap yang dihasilkan dari ledakan di depan Kedubes Australia – Jakarta terekam oleh kamera petugas keamanan Indonesia.
5

 
mobil yang dilakukan oleh pasukan khusus AS di Louisiana. Dua buah truk kecil dimuati dengan 1.000pon bom ANFO (Ammonium Nitrate Fuel Oil), kemudian diledakkan dan direkam dengan sebuah kameraberkecepatan tinggi. Perhatikan dengan seksama bahwa 1.000 pon bom ANFO adalah lebih dari dua kalilipat berat 200 kg bom Potassium Chlorat yang diklaim oleh Komisaris Polisi Federal Australia MickKeelty sebagai bom mobil yang meledak di depan Kedubes Australia - Jakarta, dan ANFO memilikikecepatan ledakan hampir 10.000 ft/s, atau kira-kira sama dengan tiga kali lipat kecepatan ledakan bomPotassium Chlorat yang hanya memiliki kecepatan sekitar 3.200 ft/s. Berdasarkan parameter-parameter inilahdadengan asumsbahwKeeltbukanlah seorangpembohong yantidak tahu malu, boANFpasukan khusus AS tersebut seharusnya akanmeninggalkan kawah bekas ledakan yang tiga sampai enam kali lebih besar dari kawah bekas ledakanyang terjadi di depan Kedubes Australia - Jakarta, yang jika diukur akan mempunyai diameter 18 kakidengan kedalaman 9 kaki 6 inci. Dengan teori seperti ini, dapatkah anda bayangkan berapa besarnyalubang kawah yang dibuat oleh bom ANFO ini dipermukaan bumi? 
Gambar di sebelah paling kiri dan kanan memperlihatkan dua buah truk kecil yang dimuati 1.000 pon ANFOdiledakkan oleh pasukan khusus AS dalam sebuah latihan. Percaya atau tidak, meskipun setiap kendaraan ini tertekan dengan kuat ke bawah oleh gelombang yang timbul akibat kekuatan ledakan tersebut, namun dapat terlihat dengan jelas bahwa terdapat sebuah celah udara antara rangka kendaraan dan jalan pada keduakasus ini, yang kemudian membuktikan bahwa bom mobil dan truk yang terjadi di atas permukaan tanah samasekali tidak dapat menghasilkan kawah bekas ledakan. Perhatikan dengan seksama sisa pembakaran minyak berwarna hitam yang terbentuk dari bola api ledakan kedua truk tersebut, hal ini merupakan karakteristik dari semua bahan peledak berdaya ledak rendah yang disertai minyak, termasuk ANFO dan Potassium Chlorat.Pada gambar di tengah, secara langsung dapat dibandingkan, bahwa asap yang dihasilkan oleh sebuahledakan nuklir adalah murni berwarna putih (seperti jamur), termasuk asap yang dihasilkan dari ledakan di depan Kedubes Australia – Jakarta terekam oleh kamera petugas keamanan Indonesia.
5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN