إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Selasa

seputar injil

Apa perbedaan dari Injil Matius, Markus, Lukas dan
    Yohanes?
 
JAWABAN DR. TOM JACOBS SJ: Sudah  dikatakan  di  atas  bahwa
Injil-injil  tidak  hanya  berbeda  menurut  gaya bahasanya,
tetapi juga sedikit menurut  isinya.  Gambaran  Yesus  dalam
Matius,  Markus,  Lukas dan Yohanes berbeda-beda. Seringkali
kekhasan masing-masing pengarang  Injil  digambarkan  secara
simbolis.
 
Matius  digambarkan  sebagai  seorang manusia. Yesus sebagai
Utusan Allah, yang menyampaikan Sabda Allah,  kabar  gembira
dari  Allah.  Sebab  juga  mengenai  Yesus sendiri dikatakan
bahwa Ia "memberitakan Injil Kerajaan Allah" (Mat 4,23).
 
Sebaliknya Markus sering digambarkan  sebagai  singa,  sebab
Markus  menggambarkan  daya kekuatan Allah yang ada di dalam
Yesus. Yang tersimbol ialah Yesus yang  adalah  Anak  Allah,
tetapi  Anak  Allah  yang menderita; daya kekuatan-Nya tidak
tampak, sebab, karena kesatuan-Nya dengan umat manusia    Ia
harus memikul beban dosa umat manusia.
 
Lukas  lain.  Dia seringkali digambarkan sebagai sapi, ialah
binatang yang boleh dikatakan sangat lunak dan halus. Begitu
juga  Lukas  yang  penuh  perhatian untuk orang kecil, untuk
segala peristiwa  dan  perkara  yang  kecil.  Tampaknya  dia
adalah  pengarang  Injil  yang  paling sederhana, yang hanya
memberi dongeng, kisah hidup Yesus.  Bahwa  di  dalamnya  ia
justru  mau  menggambarkan  Yesus  sebagai  yang mulia, yang
penuh kuasa, yang diberi Roh Kudus  untuk  dibagikan  kepada
kita, itu sering kurang kita sadari. Yang diingat dari Injil
Lukas adalah terutama kisah Natalnya  dan  juga  kisah-kisah
pergaulan   Yesus   dengan  anak-anak  kecil,  dengan  orang
sederhana, dimana juga ada perumpamaan  mengenai  anak  yang
hilang.  Pokoknya  Lukas memperlihatkan kebaikan hati Yesus.
Tetapi Yesus yang  baik  hati  justru  memperlihatkan  kasih
Allah kepada manusia.
 
Dan  Yohanes  yang  digambarkan sebagai rajawali, menekankan
keallahan Yesus itu.  Dia  terbang  sampai  ke  langit  yang
tertinggi untuk memperlihatkan siapa Yesus sebetulnya. Yesus
dalam Injil Yohanes sungguh tampil sebagai Anak Allah, penuh
kekuasaan,   penuh  kebijaksanaan,  penuh  dengan  kemuliaan
ilahi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN