إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Jumat

Sejarah Akhirnya Menggugat Tentang Siapakah Yang Menulis Injil Yohanes

Sejarah Akhirnya Menggugat Tentang Siapakah Yang Menulis Injil Yohanes

Setelah saya melakukan pembahasan tentang “sejarah akhirnya menggugat siapakah yang menulis injil matius,markus,lukas” dan juga memberikan satu diantara banyaknya kesalahan yang telah dilakukan oleh yohanes,adapun sekarang saya akan membahas tentang yohanes.

Yohanes secara umum telah diakui sebagai salah satu muridnya yesus yang diakui pula sebagai penulis dari injil yohanes.Benarkah pengakuan pada umumnya orang kristen memang demikian benar apa adanya ataukah pengakuan itu cuma kebiasaan orang kristen pada umumnya yang disampaikan secara alisan yaitu dari mulut orang tua kepada anaknya (spekulasi yang disampaikan secara turun-temurun) ? Sebelum kita membahas tentang siapa yohanes,sebaiknya kita memahami dulu tentang kata ganti orang pertama,kedua dan ketiga.Sebab dari pembahasan tentang kata ganti orang itu,tenyata mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda.Untuk mempelajarinya,silahkan anda pelajari tentang kata ganti orang tersebut pada salah satu sumber berikut ini.
Pada injil yohanes,tepatnya pada yoh 1 : 6 – 8 (Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes,ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.),bahwa pada ayat-ayat tersebut menceritakan tentang yohanes dan juga tugasnya yaitu memberian kesaksian tentang terang,yang terang tersebut adalah yesus sendiri.Penggunaan kata ganti tersebut tampaknya ditulis oleh orang diluar yohannes, kecuali apabila yohanes memang gemar menggunakan kata ganti “ia” terhadap dirinya alih-alih menggunakan kata “aku”.Orang kristen tampaknya tidak mempermasalahkan keganjilan tersebut, karena itu secara tradisional injil ini dipercaya ditulis oleh yohannes anak zebedeus,namun pandangan tersebut kerap disangkal oleh kebanyakan sarjana modern.
Selain daripada itu,mungkin diantara anda akan membantah dan mengatakan bahwa apa yang dimaksud pada ayat itu adalah yohanes pembaptis seperti yang disampaikan pada ayat selanjutnya pada yoh 1 : 19 – 34 dan pada ayat tersebut sangat jelas bahwa yang dimaksud “ia’ itu adalah yohanes pembaptis.Baiklah,jika itu memang pendapat anda dan yang pastinya kebenaran yang akan saya sampaikan selanjutnya tentang yohanes (penulis injil yohanes) ternyata bukanlah muridnya yesus tidak akan pernah terbantahkan oleh anda.
A. Tricot dan R.P. Rouguet yakin bahwa injil yohanes dikarang oleh seorang saksi-mata,pengarangnya adalah yohanes anak zebedeus  (mat 10 : 2).Menurut papias,lama setelah kematian yesus, yohanes menghabiskan sisa hidupnya di efesus,pusat perkembangan agama kristen setelah kehancuran kuil yerusalem tahun 70 M.Tetapi jangan terburu-buru meyakini yohanes sebagai penulis utama injil ini.Pertama-tama,bila kita mempercayai yohanes murid yesus sebagai penulis injil ini, maka pastilah penulis injil ini adalah seorang yahudi palestina (mat 10 : 5 – 6 dan 15 : 24).Bertentangan dengan keyakinan bahwa injil ini ditulis pertama kali dalam bahasa yunani secara sempurna.Penggunaan bahasa Yunani dalam injil yohanes memang lebih unggul dari kitab-kitab lainnya, seakan-akan menandakan bahwa penulisnya merupakan orang yang sangat terpelajar.
Selain pada itu,pada kalimat penutup yang ada di injil yohanes,dia menulis sebagai berikut :
“Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” (yoh 21 : 24 – 25)
Dengan membaca secara kritis terhadap ayat-ayat tersebut,maka kita akan melihat bahwa kalimat itu bukanlah kata-kata dari penulis asalnya,tetapi kata-kata ini memperlihatkan kesaksian orang ketiga dan merupakan tambahan/penyisipan pada masa berikutnya oleh tangan lain bagi manuskrip asli untuk menjadikan orang mempercayai bahwa injil ini memang berasal dari muridnya yesus.Evanson (1792),bretschneider (1820) dan david friedrich strauss (1834-1840) adalah orang-orang pertama yang mempertanyakan keotentikan injil yohanes. Alasan utama dari mereka yang menolak keotentikan injil yohanes adalah karena yohanes telah dengan begitu jelasnya menyatakan ke-Allahan yesus sang penebus sebagai pusat dan inti narasi injilnya.Namun demikian, bahkan adolf harnack (1851-1930) seorang teolog Jerman yang sependapat dengan mereka, akhirnya menerima bahwa,meskipun ia menolak otentisitas injil yohanes, ia juga tidak dapat menemukan solusi yang memuaskan tentang permasalahan [asal usul] injil yohanes: “Lagi dan lagi saya telah berusaha memecahkan masalah dengan beragam teori yang mungkin, tetapi semua itu malah mengarahkan aku kepada kesulitan-kesulitan yang lebih besar, dan bahkan bertentangan satu sama lain.” (“Gesch. der altchristl. Lit.”, I, pt. ii, Leipzig, 1897, p. 678.)
Pernyataan tentang “dia” yang dinisbahkan kepada yohanes (penulis injil yohanes),hal itu sangatlah bertentangan dengan tata bahasa yang ada.Sebab bagaimanapun juga,”dia” adalah suatu pengungkapan yang ditujukan kepada orang ketiga.Selain dari pada itu,kalimat :”Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” siapapun akan mengetahui isyarat dari kalimat itu.Bahwa terdapat informasi yang sudah disembunyikan dan tidak disampaikan kepada orang lain oleh yohanes tersebut dengan alasan apa yang dia ketahui jika ditulis maka tidak akan muat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN