إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Jumat

bacaan lah

APAKAH KEKRISTENAN merupakan salah satu agama-agama dunia? Saya yakin semua orang setuju bahwa Kekristenan merupakan salah satu agama dunia. Demikian juga saya menyetujuinyajika berbicara Kekristenan sebagai sistem kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang membedakan antara agama-agama lainnya. Namun demikian, apakahesensialnya Kekristenan adalah sebuah agama? Menjawab hal ini menjadi sebuah isu yang kontroversial karena adanya pro dan kontra. Pendapat saya pribadi adalah esensi sebenarnya Kekristenan bukanlah sebuah agama! Mengapa? Sederhana, karena Kekristenanmelampaui sebuah agama. Bagaimana mungkin?

Saya ambil definisi agama dari wikipedia sebagai berikut:
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidaah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Lebih lanjut, wikipedia berkata: 
Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.
Jadi singkatnya secara umum arti agama adalah sistem kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan yang berhubungan dengan manusia dan sesama di mana manusia secara terus menerus mengupayakan peningkatan keimanannya melalui rutinitas ibadah untuk mencapai rohani yang sempurna kesuciannya. Dan fungsi utama agama adalah sebagai sumber pedoman hidup yang mengatur kehidupan manusia tentang bagaimana manusia menjalani kehidupan yang telah Tuhan berikan kepadanya sehingga manusia dapat mencapai kebahagian baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Seperti yang saya katakan di atas, saya pribadi menganggap Kekristenan bukanlahsebuah agama karena melampaui eksistensi agama-agama dunia berdasarkan 2 hal yaitu pertama, pertanyaan Kristus sendiri bahwa Ia datang bukan untuk mendirikan sebuah agama melainkan Kristus berkata “. . . Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” dengan cara memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Yoh. 10:10, Mark. 10:45).

Kedua, klaim-klaim dan fakta-fakta yang dibuat oleh Yesus Kristus melampauipendiri agama manapun. Yesus Kristus adalah satu-satunya Pribadi yang telah menaklukkan musuh terbesar manusia - yaitu maut. Sedangkan pendiri agama lain semuanya telah mati dan telah dikubur. Sebaliknya, kubur Kristus kosong, dan tubuh-Nya yang telah bangkit dari kubur merupakan fakta terhebat dalam sejarah. Kenyataan bahwa hanya Dia yang sanggup mengatasi kematian merupakan bukti bahwa Ia melampaui pendiri agama lainnya (Roma 6:9). Dan Yesus sendiri berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6). Tidak ada pendiri agama manapun juga yang pernah mengklaim hal yang demikian.

Klaim Kristus: Jalan, Kebenaran Dan Hidup

Injil Yohanes 14:16 mencatat bahwa di malam terakhir sebelum Yesus disalibkan, Yesus berbicara tentang kepergian-Nya ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi mereka. Dan Dia berjanji, “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ

Saat itu Thomas bernyata kepada Yesus, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Pertanyaan Thomas mewakili pertanyaan pergumulan seluruh umat manusia yaitu bagaimana seseorang bisa mencapai dan sampai ke rumah Bapa. Menanggapi pertanyaan itu Yesus menjawab dengan pernyataan yang begitu kontroversial: 

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yesus adalah Jalan Hidup
Akulah JALAN (Yoh. 14:6)
Apakah artinya klaim Yesus “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”? Di dalam jawaban itu Tuhan Yesus menunjukkan pokok iman Kristenbukanlah sebuah agama yang merupakan sistem kepercayaan ataupun peribadatan kepada Tuhan, melainkansuatu Pribadi, yaitu Kristus menawarkan Diri-Nya sendiri sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup bagi kita. Dialah yang akan membawa kita kepada Bapa karena Ia adalah Jalan itu sendiri. 

Tidak satupun pendiri maupun pemimpin agama-agama dunia ini pernah mengklaim dirinya sebagai jalan kepada Allah. Pendiri agama hanya berkata bahwa ia memiliki dan mengajarkan suatu jalan yang berupa sistem kepercayaan dan cara peribadatan untuk mencapai rumah Allah dengan peraturan dan persyaratannya. Sebaliknya, Kristus tidak berbicara tentang suatu jalan kepada Allah melainkan Ia lah Jalan itu sendiri. Artinya Ia sendiri yang memimpin dan mengarahkan untuk mencapai Allah. Tanpa Kristus, tidak ada satu pun manusia dapat sampai kepada Allah.

Kristus juga mengklaim Diri-Nya adalah Kebenaran. Apakah artinya? Yesus datangbukan sekedar untuk  memberikan pelajaran kebenaran suatu keagamaan dan petunjuk-petunjuk bagaimana kita mewujudkan pengajaran suatu agama dalam kehidupan kita berdasarkan suatu kebenaran agama. Apalagi untuk mencapai suatu kesempurnaan dan kesucian rohani karena tidak ada manusia yang sempurna dan memiliki kesucian rohani yang benar-benar suci karena manusia pada dasarnya adalah makhluk berdosa (Roma 3:10-18, 23).

Para pendiri agama di dunia pada dasarnya hanyalah menyatakan dan mengajarkan suatu kebenaran tentang Allah dan bagaimana cara mencapai hidup kekal. Oleh karena itu, pendiri agama mengajarkan aturan ibadah tertentu, standard moral etika tertentu yang berkenan kepada Allah yang berupa perintah-perintah dan larangan dan berbagai prinsip dasar yang harus diikuti yang mengajarkan bahwa jika seseorang melakukannya maka ia dapat selamat. Sistem-sistem kepercayaan dan peribadatan yang dibuat tersebut menunjukkan bahwa semuanya dapat dicapai manusia. Sementara dalam Alkitab, standar moral dan etika didasarkan pada kekudusan dan kesempurnaan Allah sendiri, tanpa menuntut hal lain guna beroleh keselamatan. 

Akulah jalan kebenaran dan hidup (yoh 14:6)
Akulah KEBENARAN (Yoh. 14:6)
Yesus memang pernah berkata Aku mengatakan kebenaran (Yoh 8:40,45,46). Tetapi perlu diingat bahwa Ia bukan hanya mengatakan kebenaran tentang moralitas, etika dan sistem-sistem peribadatan, tetapi Ia sendiri adalah Kebenaran itu sendiri. Jelas klaim ini bukan sekedar “kebenaran suatu agama” dibandingkan dengan agama di seluruh dunia. Jauh melampaui pendiri agama dunia, Yesus Kristus adalah Kebenaran Sejati. Allah adalah Kebenaran. Dengan demikian, Kristus adalah Allah yang menjadi manusia (Yoh. 1:1). Hanya Allah sejati adalah Kebenaran Sejati. Pencipta dunia dan satu-satunya Penebus sejati (Yoh. 1:3, 1 Pet. 1:18-19). 

Pada akhirnya apa yang selalu dicari oleh manusia ialah kehidupan; baik kehidupan yang memuaskan di dunia ini dan juga kehidupan kekal kelak. Setiap pendiri agama mengajarkan bagaimana memiliki standard moralitas dan etika untuk memiliki kehidupan yang memuaskan di dunia ini dalam hubungannya dengan sesama dan alam. Demikian juga untuk beroleh kehidupan kekal kelak, pendiri agama juga mengajarkan sistem peribadatan tertentu untuk mencapai kehidupan kekal itu. Tetapi mereka tidak pernah mengklaim dirinya adalah hidup.

Akulah HIDUP (Yoh. 14:6)
Sebaliknya, Yesus Kristus mengatakan bahwa “Akulah HIDUP”. Apakah artinya? Di dalam diri Kristus adalah hidup itu sendiri yang mampu memberi kehidupan; kehidupan yang memuaskan di dunia dan kehidupan abadi kelak hanya ada di dalam Kristus dan diperoleh melalui-Nya. 

Kristus berkata, “. . . Sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup” merupakan janji-Nya karena Ia adalah HIDUP itu sendiri maka Ia mampu memberikan kehidupan kekal kepada orang lain. Oleh sebab itu tidaklah aneh jika Kisah 4:12 mencatat: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain didalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Ya, karena Yesus adalah hidup itu sendiri maka Ia mampu memberikan hidup kepada manusia.  

Dan Kristus sebagai Sang Hidup dan Penguasan kehidupan berkata kepada orang-orang yang mencari kehidupan kekal melalui tulisan-tulisan Kudus untuk datang kepada-Nya untuk memperoleh kehidupan. Sayangnya, tidak semua orang mau datang kepada-Nya. Melainkan percaya kepada sebuah organisasi yang mengklaim dirinya sebagai mendapatkan pemilihan ilahi sebagai satu-satunya saluran komunikasi Allah di bumi untuk memberikan keselamatan kepadanya yang kemudian terbukti palsu
Kamu menyelidiki Tulisan-Tulisan Kudus, karena kamu pikir bahwa dengan perantaraan itu kamu akan memiliki kehidupan abadi; dan Tulisan-Tulisan Kudus itulah yang memberikan kesaksian mengenai aku. Tetapi kamu tidak mau datang kepadaku untuk memperoleh kehidupan. (Yoh. 5:39-40, NW)
Apakah maksud pernyataan Kristus yaitu datang kepada-Nya untuk beroleh kehidupan? Ada beberapa langkah sederhana yang harus seseorang lakukan.Pertama, akuilah bahwa Saudara adalah orang yang berdosa karena jelas Alkitab mengatakan “karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Jadi berdoalah dan akuilah dosa-dosa Saudara kepada Tuhan Yesus.

Kedua, datanglah kepada Allah melalui Yesus Kristus karena Alkitab mengatakan “karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” (1 Tim. 2:5) dan “karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan . . . semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah . . .” (Ibr. 7:25) Dan Yesus berkata:
. . . Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang [tolak] (Yoh. 6:37)
Jadi dengan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Allah dan Juru Selamat pribadimaka Saudara sebenarnya mengakui Yesus Kristus sebagai pengantara antara Saudara dengan Allah Bapa dan Saudara diselamatkan. Alkitab berkata: 
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)

. . . Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dn engkau akan selamat, engkau dn seisi rumahmu. (Kis. 16:3)
Dengan berdoa secara pribadi melakukan pengakuan Yesus Kristus sebagai Allah dan Juru Selamat pribadi, maka Saudara sebenarnya sudah menerima [datang kepada] Yesus di dalam hati dan hidupmu. Alkitab berkata, “semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh. 1:12). Silahkah klik artikel Berdamai Dan Mengatasi Dosa Masa Lalu untuk melihat contoh doa

Ketiga, bertobatlah dan tinggalkan dosa-dosamu. Arti bertobat dan meninggalkan dosa adalah menyesali dosa-dosa yang telah Anda buat dan berhenti berbuat dosa. Alkitab berkata, “Siapa yang menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi” (Ams. 28:13) dan “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. . .” (Maz 37:27)

Tiga langkah sederhana tersebut di atas merupakan pemahaman saya akan arti pernyataan Kristus “datang kepadaKu” (Yoh. 5:40). 

Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan

Mungkin Saudara bertanya, Bisakah seseorang “datang kepada Kristus tanpa agama”? Ya, bisa. Kekristenan bukanlah sebuah agama seperti yang saya uraikan di atas. Bagi saya pribadi, istilah “agama Kristen” hanyalah suatu istilah yang dibuat oleh manusia untuk membedakan Kekristenan dengan agama yang lain. Esensialnya, Kekristenan melampaui pemahaman sebuah agama. Agama-agama di dunia ini tanpa Kristus mustahil sampai kepada Allah (Yoh 14:6).

Mungkin Saudara memiliki pertanyaan lainnya “Bisakah saya percaya Yesus tetapi tidak percaya terhadap agama Kristen?” Tentunya bisa. Inti arti “Kristen” adalah pengikut Kristus, bukan pengikut agama. Jadilah pengikut Kristus dengan sepenuh hati selama di dunia ini. Namun demikian, ketika Saudara menjadi pengikut Kristus, maka orang dunia akan melabel Saudara beragama Kristen.

Pertanyaan lainnya adalah “bagaimana caranya saya bisa memegang kepercayaan terhadap Yesus jika saya tidak mengikuti rutin ibadah agama Kristen di gereja-gereja tertentu?”. Jawabannya adalah mudah. Jika Saudara sudah melakukan 3 langkah tersebut di atas dan Saudara tidak ingin mengikuti rutin ibadah di dalam gereja-gereja. Ya, tidak usah lakukan. Menurut saya, fungsi persekutuan di antara orang-orang Kristen di dalam sebuah gereja sebenarnya untuk kebaikan kita sendiri selama kita tinggal mengembara di dunia ini yang penuh dengan pergumulan hidup. Misalnya, ketika kita mengalami pergumulan hidup, maka kita memiliki saudara-saudari seiman yang dapat menguatkan dan menghibur kita dengan mendoakan, memberi jalan keluar ataupun berbagi pengalamannya yang mungkin mirip dengan pergumulan doa. Atau ketika kita mendengarkan khotbah seorang pendeta maka melalui khotbah itu menguatkan dan menghibur kita dalam menjalani hidup ini. Prinsipnya semuanya tergantung kepada Saudara. Saudara tidak mengikuti rutin ibadah tidak menghilangkan keselamatan yang Saudara telah peroleh di dalam Yesus Kristus.

Saya pribadi pergi dan melayani secara reguler di sebuah gereja. Tetapi saya bukanlahanggota gereja itu. Dan ketika saya pertama kali diminta untuk melayani, tidak ada seorang pun pengurus gereja itu menanyakan apakah saya anggotanya atau bukan. Masalah keanggotaan tidaklah penting karena setiap gereja harus mengakui bahwa ketika saya percaya Kristus dan telah dibaptis maka saya merupakan bagian dari tubuh Kristus (1 Kor. 12:27), terlepas dari gereja mana saya beranggotakan. 

Jika saya bosan dengan khotbah seorang pendeta, maka saya pergi ke gereja lain untuk mendapatkan makanan rohani. Ketika pendeta ataupun jemaat lainnya (di mana saya rutin beribadah) tahu saya pergi ke gereja lain, tidak pernah saya ditegur ataupun mereka memandang saya dengan sinis apalagi murtad dari gerejanya. Mengapa? Karena setiap gereja harus mengakui bahwa Kepala gereja yang sejati adalah Kristus. Sebagai pengikut Kristus maka saya bebas ke gereja manapun saya pergi sesuai dengan hati nurani saya. 

Yang paling utama setelah Saudara menjadi pengikut Kristus adalah bagaimana membina relasi dan persekutuan dengan Kristus secara pribadi setiap hari dengan cara membaca Alkitab dan berdoa kepada-Nya sehingga Saudara mengenal Kristus lebih dekat lagi. Mengenal Kristus secara pribadi sepanjang hidup Saudara melalui Firman Allah adalah tanda orang Kristen sejati. Ini melampaui rutinitas bergereja ataupun beribadah. Untuk apa jika Saudara menjalani kegiatan pelayanan dan rutinitas di gereja tetapi Saudara tidak memiliki persekutuan dengan pribadi Kristus? Semua sia-sia. Kekristenan bukanlah ritual ataupun rutinitas keagamaan, melainkantentang persekutuan yang intim dengan Kristus. Alkitab mengatakan “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yoh. 17:3). 

Organisasi Saksi Yehuwa menerjemahkan kata “mengenal” (Yunani, ghin-oce'-ko) sebagai “memperoleh pengetahuan”. Artinya seorang Saksi Yehuwa diajar untuk memperoleh pengetahuan tentang Allah. Ini sifatnya kognitif, hanya ada di dalam pikiran. Padahal seorang Kristen harus melampaui pemahaman yang sifatnya kognitif. Istilah “mengenal” artinya kita secara pribadi tidak saja memiliki pengetahuan tetapi juga mengenal Pribadi Allah dan Yesus Kristus secara intim melalui Firman Allah yang kita baca setiap hari dan melalui pergumulan hidup melalui doa-doa kita kepada-Nya.

Pertanyaan terakhir yang mungkin Saudara miliki adalah “bisakah saya percaya kepada Yesus jika bahkan terhadap Alkitab yang sudah banyak versinya itu saya masih ragu? bisa dijelaskan bagaimana mekanismenya?” Artinya Saudara memiliki krisis kepercayaan kepada iman Kekristenan, kepada Alkitab sebagai Firman Allah. Saudara merasa perlu melihat dan membuktikan sendiri, baru percaya. Kasusnya sama seperti Thomas. Saran saya adalah mengapa Saudara tidak menempuh jalan seperti seorang Josh McDowell yang merupakan seorang agnostic kemudian menjadi seorang Kristen sejati setelah gagal mencoba membuktikan seluruh kepercayaan Kekristenan adalah hal yang salah secara independen. Silahkan lakukan penelitian secara independen jika Saudara rasa perlu. Namun demikian, Kristus berkata, “. . .Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20:29). Blog ini tidak dapat membuktikan apapun juga. Jadi ambillah jalan seperti McDowell. Kehidupan kekal Saudara bergantung kepada Kristus, jika Saudara ragu, silahkan ambil jalur penelitian secara pribadi untuk membuktikan segala sesuatunya. Rasul Paulus berkata, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (1 Tes. 5:20, 21). Saya tahu Saudara selama ini percaya dengan segenap hati kepada sebuah organisasi yang mengaku agama Kristen tetapi telah melakukan banyak penipuan. Jadi ujilah. 

Renungkan dalam-dalam artikel ini semoga Allah Tritunggal; Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus memberikan bijaksana kepada Saudara akan pencarian kepada Allah sejati.

Have peace.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. (Mat. 11:28-30)

Artikel terkait:
1. DILAHIRKAN KEMBALI (YOH. 3:1-15): Apa, Mengapa & Bagaimana
2. KESELAMATAN KRISTEN: Anugerah, Iman Dan Perbuatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN