إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Selasa

sunnat bagi wanita


2009).
5. Agama
Dalam Islam khitan perempuan lazim menggunakan bahasa khitan yang diambil
dari kata  khatana  yang berarti memotong, maksudnya adalah memotong kulit yang
menutup bagian ujung kemaluan dengan tujuan bersih dari najis atau disebut dengan
thahur yang artinya membersihkan ( Umar, 2010. Hal. 51).
Masyarakat mengganggap bahwa sunat pada repempuan adalah bagian dari ajaran
Islam, sama seperti laki-  laki. Dalam Al-Quran tidak ada ketegasan hukum mengenai
sunat perempuan, tetapi terdapat dalam hadits. Beberapa kitab hadits dan fiqih memuat
hadits- hadits yang berkaitan dengan sunat perempuan, diantara lain yang diriwayatkan
oleh Ahmad Bin Hanbal: “Khitan itu dianjurkan untuk laki-  laki (sunnah), dan
kehormatan bagi perempuan(makromah)”.

tunduk  kepada laki-laki (Aida, 2009).
Terdapat pula beberapa mitos yang menguatkan keberadaan sunat perempuan.
Mitos tersebut menempatkan perempuan sebagai makhluk nomor dua yang yang tidak
pantas mengapresiasikan kebutuhan seksualnya, perempuan hanya sebagai pelengkap
kepuasan seksual laki-  laki. Untuk alsan tersebut praktek sunat perempuan yang
memotong organ seks yang paling sensitive pada perempuan dibenarkan ( Prafitri, 2008
hal. 78).
Tindakan Famale Genital Mutilation (FGM) atau sunat perempuan dipromosikan
dapat meningkatkan kesehatan perempuan serta anak yang dilahirkannya, dikatakan
bahwa perempuan yang disunat akan lebih subur dan mudah melahirkan. Pendapat ini
merupakan mitos yang dipercaya masyarakat dan tidak memiliki bukti medis (Ana,
2009yang hidup dalam masyarakat tradisional di wilayah pedalaman (Coomaraswamy, 2000).
WHO (Dalam Juliansyah, 2009) membedakan alasan pelaksanan sunat
perempuan menjadi lima kelompok, yaitu:
a) Psikoseksual
Pemotongan  klitoris diharapkan akan mengurangi  libido pada perempuan,
mengurangi atau menghentikan masturbasi, menjaga kesucian dan keperawanan
sebelum menikah, kesetiaan sebagai istri, dan meningkatkan kepuasan seksual
bagi laki- laki.
b) Sosiologi
Melanjutkan tradisi, menghilangkan hambatan dan kesialan bawaan, sama
peralihan pubertas atau wanita dewasa,  dan lebih terhormat.
c) Hygiene
Organ  genitalia eksterna dianggap kotor dan tidak bagus bentuknya, sunat
dilakukan untuk meningkatkan kebersihan dan keindahan.
d) Mitos
Meningkatkan kesuburan dan daya tahan anak
e) Agama
Dianggap sebagai perintah agama, agar ibadahnya lebih diterima.
5. Resiko Sunat Perempuan
Menurut Koblinsky (1997) Resiko yang timbul akibat sirkumsisi pada wanita
dapat berupa perdarahan, tetanus, infeksi yang disebabkan oleh alat yang digunakan
t


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN