إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya.” (QS. Al Hajr: 9)


Kamis

MENGUAK

 MENGUAK KEBOHONGAN KRISTEN


Whookeeyyyy....mari kita naikkan LEVEL nya....kita liat secara seksama...mampukah para kambingers Trinitas, ngoceh di tret ini...????

Kalau ada orang yang mau memperdebatkan tentang mati tidaknya Yesus di Tiang Jemuran , syarat mutlak yang harus dia ketahui pertama kali adalah adanya peraturan dalam Taurat yang telah menjadi pandangan umum turun-temurun, bahwa: orang yang mati di tiang adalah orang terkutuk. Tanpa menyadari hal itu maka pembicaraan apapun tentang Yesus tidak akan pernah benar arahnya. Akan sia-sia saja. Hanya akan menjadi debat-debat kusir yang tidak ada gunanya. Setidak-tidaknya, tidak akan sempurna. Ketahuilah, pandangan itulah yang mempengaruhi seluruh kejadian Yesus paska penangkapan. Yaitu kejadian-kejadian sebelum dan sesudah peristiwa percobaan pembunuhan itu. Kenapa Yesus berdoa agar tidak mengalami percobaan pembunuhan, kenapa para imam memutuskan untuk menggantung Yesus di tiang salib, kenapa ia teriak “eli eli…” saat ia masih tergantung, kenapa Yesus keliling selama 40 hari setelah percobaan penyaliban, kenapa Paulus dan orang-orang yahudi melakukan pemberantasan terhadap jemaat Yesus, kenapa Yesus harus menemui Paulus di gurun, dst. Bahkan kenapa Quran harus membuat pernyataan orang-orang yahudi tidak membunuh Yesus (dengan cara apapun, sekalipun mereka berhasil menggantungnya di tiang salib). Termasuk kenapa sebagian orang islam mentafsirkan Yesus tidak dibunuh di tiang salib itu dengan diri Yesus digantikan oleh Yudas si penghianat. 

Quran jelas ingin melindungi nama baik Yesus dengan suatu pernyataan yang pasti: mereka tidak membunuhnya, juga tidak membunuhnya di tiang siksaan. Muslim melalui tafsirannya, ingin melindungi Yesus juga, tapi terlalu membabi buta tanpa melihat sejarah. Orang yahudi merasa telah membunuh Yesus di tiang salib. Merasa telah membuktikan Yesus nabi palsu. Tapi satu hal, mereka tidak benar-benar menyaksikan seluruh kejadian di tiang salib itu. Quran mengatakan, hanya diserupakan seperti itu bagi mereka. Diserupakan seperti mereka telah membunuhnya di tiang siksaan. Dan Quran juga menyatakan dengan tegas, mereka yang menyangkal pernyataan Quran ini sebenarnya berada dalam keraguan. 

Minggu pagi buta, Yesus sudah keluar dari kuburan goa dalam keadaan batu penutup bergeser. Tandanya Yesus masih hidup dan masih utuh sebagai manusia. Tapi dengan curang, Mahkamah Agama menyuap penjaga untuk merahasiakan kejadian itu dan menyuruh mereka membuat cerita palsu, serta menjaminkan keamanan buat mereka. Itulah titik awal dari keraguan besar mereka. Kepada Maria Magdalena yang menemuinya pagi-pagi buta itu Yesus mengatakan, “aku belum pulang kepada Bapa”. Tandanya ia masih hidup dan masih utuh sebagai manusia. Waktu ketemu dua pengikutnya yang sedang menuju Emaus Yesus berbicara kepada mereka sambil menyamar. Kehadirannya tidak boleh diketahui umum untuk mengantisipasi orang-orang yahudi. Itu tandanya Yesus masih hidup dan masih utuh sebagai manusia. Karenanya seharusnya mereka mengetahui bahwa dia tidak palsu. Mereka tidak menyadari itu kalau tidak melihat caranya memecah roti. Penyamaran yang perfect, mereka baru menyadarinya setelah Yesus pergi. Yesus mempersilahkan Thomas mencucukkan jarinya ke lukanya untuk menyatakan dirinya adalah orang yang sama dengan yang digantung itu, dan bahwa ia masih hidup dan masih utuh sebagai manusia, karenanya sekarang dia harus percaya bahwa Yesus tidak palsu seperti yang dikira orang lantaran peristiwa bukit Golgota itu. Kepada yang lain, Yesus memperagakan memakan makanan untuk membuktikan dirinya bukan hantu atau bukan arwah, masih terdiri atas daging dan tulang yang berasal dari makanan. Jadi dirinya masih hidup. Masih utuh sebagai manusia. Karenanya dirinya tidak palsu. 

Paulus sendiri dua kali membuat pernyataan Yesus hidup atau selamat dari kematian. Yang satu dia katakan kepada orang-orang yahudi luar jemaat saat dia membela diri dari ancaman pembunuhan. Yaitu supaya orang-orang yahudi luar jemaat itu tidak mempunyai alasan membunuh dirinya. Sebab jika Yesus masih hidup, maka harus dipercayai sebagai mesias yang benar dari Allah. Yang lain dia katakan kepada orang-orang yahudi yang tergolong jemaat ketika dia mengajak mereka untuk meniggalkan pengajaran Yesus untuk merubahnya menjadi ajaran lain.

Kisah 25:19 Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati,sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup

Ibrani 5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
 


Lalu kenapa tiba-tiba kepada orang-orang Yunani Paulus mengajarkan kematian Yesus sebagai doktrin pengampunan dosa (kebenaran karena iman saja)? Dan kenapa pula Paulus mengajak jemaat ibrani untuk meninggalkan pengajaran Yesus yang melandaskan diri pada kebenaran karena perbuatan, secara mandiri tanpa izin dari Allah?

Ibrani 6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. 3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. 

Sekarang jemaat ibrani mau disamakan keyakinannya oleh Paulus dengan jemaat yunani yang tidak nyambung dengan Taurat, mentang-mentang jumlah mereka sudah semakin banyak. Kini Paulus sudah hanyut dalam meninggalkan hukum bersama orang-orang tak bersunat. Tapi Paulus harus menyangkal apa yang telah disaksikannya sendiri dengan nyata, yaitu bahwa Yesus hidup dan selamat dari kematian. Perbuatan meninggalkan ini konsekwensinya harus menyangkal Yesus dan menyangkal Allah. Karena tidak mungkin ini diizinkan oleh Allah. Ia harus menyangkal Anak dan menyangkal Bapa. 

Kalau Yesus masih hidup dan diselamatkan dari kematian seperti kenyataannya, seharusnya tidak mungkin mengajarkan pembatalan hukum dan pengampunan dosa tanpa syarat. Tidak mungkin ia membatalkan dasar pertobatan karena perbuatan ini. Tidak mungkin ada ajaran pertobatan karena iman saja begitu. Lalu Yesus yang mana yang dimaksudkan oleh Paulus yang telah mati untuk mengampuni dosa manusia ini. Yesus imajiner? Lalu bapa yang mana yang telah mengutus yesus imajiner ini sebagai korban untuk menghapus dosa manusia? Bapa imajiner? Pastinya pengampunannya juga pengampunan imajiner. Pengampunan yang tidak ada alias isapan jempol. Wah ini benar-benar dusta! Jemaat ibrani mau diajak beragama dengan agama dusta. Mau diajak berkiblat kepada Yesus imajiner dan bapa imajiner! Benar-benar dusta, dosa yang nggak ketulungan. Kekristenan adalah agama dusta yang nyata. Paulus benar-benar antikristus yang nyata. Dengan bertambah banyaknya jemaat palsunya di yunani ia yakin agama dustanya bisa berjalan dan tumbuh menjadi sebuah kekuatan, yang mana itu ia sebut kemuliaan Allah berlimpah melalui ajaran dustanya yang disebutnya kebenaran dengan puter-balik yang njelimet. Paulus sudah gila, entah apa yang dikejarnya. Ia benar-benar telah menyangkal Yesus dan menyangkal Allah.

Ro 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

Ya berdosalah kamu wahai Paulus, soalnya kamu mengajarkan kedustaan dengan berbagai dustamu untuk menghina Allah bukan untuk memuliakan Allah. Kamu tentunya akan masuk neraka bersama dengan pengikut-pengikutmu yang telah kau tarik ke dalam kedustaan yang menghinakan itu. Kamu sudah jadi pelayan Iblis!!

Jadi bapa dan anak yang membuat kamu memisahkan diri dari manusia Yesus dan rasul-rasul Yerusalem dalam pernyataanmu di bawah ini berarti Iblis dan anaknya ya? Jadi bukan Allah dan Yesus? Ini mengerikan sekali…..

Galatia 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 

O jadi selama ini yang kamu beritakan itu adalah anak imajiner, alias yesus imajiner, alias anak iblis? Dan tentunya kamu sendirilah anak imajiner itu alias anak iblis itu. Dan katamu kamu sudah dipilih sejak kandungan ibumu oleh bapa Iblismu itu untuk memberitakan anaknya, yaitu memberitakan pengajaran kamu sendiri tentunya. Kamu bilang pemilihan itu adalah karunia bagi kamu. Karunia dari bapa Iblismu. Berarti memang benar kamu antikristus yang telah diramalkan itu. Jadi kamu memberitakan anak imajiner kepada bangsa-bangsa bukan yahudi. Berarti kamu menipu mereka? Kamu bilang kamu memberitakan nama Yesus, padahal kamu memberitakan nama kamu sendiri. Kebongkar semuanya sekarang.
Terus, ngapain ke Arab, Lus? 

Aha... Aku tahu, dasar kamu bejat Lus. Ternyata kamu sudah tahu bangsa yang dipilih seharusnya bangsa Arab sesuai nas di Kejadian 20:17. Tapi karena pemberitaan Muhammad belum datang, kamu memanfaatkan waktu itu untuk membentuk jemaat palsumu itu dengan bahan dari orang-orang Yunani, lalu kamu akan mengatakan yang dipilih itu bangsa Israel kemudian bangsa Yunani. Gak pernah yang dipilih itu bangsa Arab. 

Monyong lu Lus. Pantesan lu ngomong kayak beginian….

Ro 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 

Ga 4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka. (buat menolak keterpilihan Arab)


Kenapa lo kekian banget sih sama Arab Lus? Kagak ilang-ilang tu dengki turun-temurun? Lo kayak Iblis yang mencegah manusia mewarisi sorga aja. Kalau udah gak kepilih lagi sama Tuhan, sportif dong. Terima aja bagian lo. Jangan ngakalin dan mencurangi orang biar punya alasan ngerampok punya orang. Orang bejat nggak bisa mewarisi, itu rumus. Takut dihakimi ya? Lihat dong sejarah. Dulu ingat nggak waktu islam berkuasa di Spanyol? Apa yahudi nasrani diberantas? Nggak kan? Lihat tuh, itulah islam yang asli man, bukan teroris seperti fitnah kalian.

Jadi orang-orang yunani itu lo manfaatin buat mem-back up kebelisan bangsa belis lo itu ya? Gue jadi curiga nih, jangan-jangan aliran-aliran teroris yang muncul akhir-akhir ini itu aliran-aliran anarkis buatan anak-anak buah lo juga buat merusak nama baik Islam di mata dunia? aliran-aliran yang kayak begitu nggak akan pernah ada dalam umat islam, kalau gak dibuat sama iblis-iblis kayak lo. Kekristenan jelas-jelas aliran dusta buatan lo sendiri bukan dari Yesus dan Allah. Pasti anak-anak lo juga pada pintar bikin aliran palsu pakai kitab suci orang. Buktinya sekarang banyak hadist palsu, quran palsu, sejarah palsu, aliran-aliran palsu, bahkan kalian sampai bikin ustadz-ustadz palsu yang ceramah di depan muslim tapi yang misi mereka memanggul tiang jemuran.


Silahkeeunnnnn...kepada para KAMBINGERS TRINITAS....untuk AMBIL BAGIAN dan BERPARTISISAPI di tret ini..

GONG saya bunyikan...untuk menandakan DIMULAINYA jurus KEFRET BOLAK BALIK dari mang odoyyyyyy....!!!!....tuinggggggg....tuingggggg...!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERIKAN TANGGAPAN